Connect with us

Hi, what are you looking for?

TV Series

Tampilkan Adegan Seks Penculik & Korban “365 Days” Dihujat

poster 365 Days
Poster (365 Days yang juga berjudul 365 Dni (sumber: Netflix)

Last updated on 30 April, 2022

Jakarta, Layar.id – Film 365 Days atau yang biasa dikenal dengan 365 Dni menceritakan tentang seorang wanita yang jatuh cinta kepada seorang mafia.

Berawal dari kehidupan Massimo Torricelli yang berubah 180 derajat setelah ayahnya dibunuh oleh lawan bisnisnya dan kemudian ia mengambil alih seluruh bisnis mafia keluarganya di Sisilia, Italia. Massimo adalah anggota mafia yang divisualkan seorang pemuda dan juga tampan.

Film inipun dikenal sebagai film yang menyerupai 50 Shade of Grey (2015) dan bergenre thriller erotis. Meski pada situs rating IMDb film ini mendapatkan rating 3,7/10 namun film ini sangat populer sejak tayang 7 Juni 2020.

Baca juga: Meski Mendapat Rating Buruk, 365 Days: This Day #1 di Netflix

365 Days

(sumber: Netflix)

Sinopsis 365 Days

Bermula ketika Massimo melihat Laura lima tahun lalu sebelum keduanya benar-benar bertemu. Saat itu, Massimo kagum dengan kecantikan Laura. Namun Massimo dan ayahnya telah menjadi korban dari persaingan mafia dan Laura pun hanya menjadi bayang-bayang dalam mimpi Massimo.

Laura hidup dalam hubungan asmara yang membosankan dengan seorang pria bernama Martin (Mateusz Lasowski). Hubungan intim yang cenderung dingin setiap harinya dengan Martin, meski pria itu melakukan hal tersebut demi kesehatan Laura yang memiliki jantung lemah.

Hingga suatu hari, Laura dan Martin bersama teman-teman mereka pergi berlibur ke Sisilia. Di pulau dan resort yang mewah itulah, Laura bertemu dengan Morrone yang mempunyai karakter kasar dan beringas.

Marrone yang kemudian menculik Laura dan menyekap  perempuan di salah satu kastil yang sangat besar. Alasan Morrone menculik Laura adalah untuk membuat Laura jatuh cinta dalam 356 hari.

Jika dalam 356 hari Laura tidak jatuh cinta kepada mafia tersebut maka perempuan Polandia itu akan dibebaskan.

Ya, film ini mengandung sindrom atau genre Stockholm. Sebagai informasi Stockholm syndrom adalah respons psikologis yang muncul pada sandera penculikan di mana mereka menunjukkan kesetiaan pada penyanderaan tanpa memperdulikan bahaya atau risiko yang ada.

365 Days

(sumber: Netflix)

Dilain sisi banyak netizen yang setelah menonton film tersebut memberikan respon negatif atau menjadi bahan pembicaraan karena menampilkan adegan seks antara korban dan penculik pada film ini.

Ada pula yang menyebutkan film tersebut sangatlah payah dan mirip dengan film-film porno karena hanya menjual sensualitas dan adegan ranjang saja.

Jadi menurut kalian gimana pelayar, tertarik untuk menonton filmnya? [lil/ech]

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Entertainment

Last updated on 12 Mei, 2022 Jakarta, Layar.id – Bagi Pelayar yang ingin menikmati tayangan bersama si kecil, tak ada salahnya merilik animasi musikal...

Berita Hiburan

Jakarta, Layar.id –  365 Days resmi mendapatkan sekuel, yang sayangnya kurang mendapatkan apresiasi yang seharusnya. Angsuran kedua rilis pada 27 April tahun ini, namun...

Jadwal Tayang

Layar.id – Berikut informasi jadwal tayang tayangan terbaru yang akan hadir di Netflix, Mei 2022. Dilansir dari akun Facebook Netflix Indonesia, ada banyak film,...

Film

Jakarta, Layar.id  Memasuki musim panas tahun ini, layanan streaming populer, Netflix, mengungkapkan deretan judul besar yang akan memanjakan mata. Netflix bahkan telah menetapkan tanggal...