Connect with us

Hi, what are you looking for?

Entertainment

Tak Mudah! “Kucumbu Tubuh Indahku” Wakili Indonesia di Oscar 2020

Layar.id  –  Komite Oscar atau Academy Awards Selection Committee (IOSC) akhirnya menentukan pilihan. Film Kucumbu Tubuh Indahku resmi wakili Indonesia dalam ajang Piala Oscar 2020.

Keputusan ini bagaikan hadiah bagi sutradara dan tim Kucumbu Tubuh Indahku, menyusul penolakan terhadap film ini di Semarang, pada hari Minggu (15/9) lalu.

Terkait: Daftar Film Indonesia yang Lolos Komite Oscar 2020

Adegan film Kucumbu Tubuh Indahku

OSCAR

Film ini akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi dalam International Feature Film, yang sebelumnya dikenal dengan istilah Foreign Language Film.

“Setelah melakukan penilaian dengan seksama berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, kami menetapkan Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film,” ujar Sheila Timothy, anggota IOSC pada Selasa (17/9).

Gelaran penganugerahan penghargaan bagi sineas dunia ini, akan dihelat pada 9 Februari 2020 mendatang.

Baca: Film Reboot Zorro “Z” Dalam Pengembangan

PLOT

Kucumbu Tubuh Indahku mengisahkan tentang penari bernama Juno, yang bergabung di sanggar tari Lengger Lanang. Ia pun diperhadapkan dengan lika-liku kehidupan yang berujung pada penerimaan dirinya, sebagai seorang penari Lengger.

Tarian Lengger merupakan tarian asli Indonesia asal Banyumas. Tarian ini mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminim sekaligus. Umumnya, tarian ini dibawakan oleh lelaki, yang sehari-hari mengubah dirinya menjadi perempuan.

Baca: “The Justice of Bunny King” Umumkan Pemeran

Penari Lengger

PENOLAKAN

Mengangkat topik sensitif seperti ini membuat sang sutradara, Garin Nugroho, berhadapan dengan ormas Front Pembela Islam (FPI), ketika pemutaran film di Semarang. FPI dengan mengatasnamakan warga Muslim Semarang meminta film ditunda dan dihentikan pada Minggu (15/9).

“Saya menolak keras karena film telah lulus sensor dan ormas bukan lembaga polisi atau pengadilan yang berhak mengadili dan menutup pertunjukan, saya tetap memutuskan memutar sebagai hak hukum dan demokrasi saya,” kata Garin.

Baca: “Cheer Up, Mr. Lee” Bakal Dibuat Versi Prancis

Sutradara Garin Nugroho

“Lewat catatan ini, saya ingin menyatakan keprihatinan terbesar atas gejala menjamurnya penghakiman massal tanpa proses dialog dan penegakan hukum berkeadilan,” tambahnya.

Garin Nugroho sendiri merupakan sutradara terbaik Asia Pasific Film Festival pada 1992. Keberaniannya mengangkat isu seperti ini ke layar, patut diacungi jempol. Sebagai sineas, Garin memberi wadah fakta yang ada, menjadi bentuk film, yang berisikan pesan dan nilai.

Keputusan untuk menerjemahkannya ke hal positif atau negatif, terletak sepenuhnya di tangan penonton.

Sumber: berbagai sumber
Foto: berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Jadwal Tayang

Jakarta, Layar.id – Emergency Declaration adalah proyek garapan Han Jae Rim, sebuah film bencana ketika ancaman teroris dilakukan terhadap penerbangan yang rilis perdana pada...

Berita Hiburan

Layar.id – Idol group Girls’ Generation atau dikenal juga dengan nama SNSD secara resmi merilis mini album baru mereka pada Jumat (5/8). Para SONE...

Disney+

Layar.id – Serial yang sudah heboh sejak trailernya muncul di berbagai media. Yang Hilang dalam Cinta merupakan tontonan menarik yang tersedia di Disney+ Hotstar,...

TV Series

Last updated on 12 Agustus, 2022 Layar.id – Platfrom streaming Netflix selalu merilis serial terbarunya setiap bulan. Berikut daftar serial Netflix terbaru yang akan...