Film Indonesia

Boundless Love Tampilkan Kisah Cinta Murni Beda Negara

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Film Boundless Love menjadi penanda kolaborasi antara sineas Indonesia dengan Tiongkok. Film tersebut secara tidak langsung turut mengeratkan hubungan kedua belah pihak.

Boundless Love dibintangi oleh aktris berbakat Putri Ayudya. Dalam film kolaborasi ini, ia beradu akting dengan aktor asal Tiongkok, Shen Hao.

Lantas seperti apa film Boundless Love?

Habiskan Waktu Selama 2 Tahun

Sutradara Boundless Love, Wang Yimin mengatakan bahwa selama melakukan proses syuting banyak sekali kendala yang dirasakan.

“Saya sangat semangat. Kami datang sejak 17 Desember dan mulai syuting pada 22 Desember. Setelah 2 tahun berturut-turut memulai produksi, dari pertama buat, banyak rintangan. Tak semulus yang kami kira, tapi sekarang sudah selesai (syuting),” katanya.

Boundless Love, Film Kolaborasi Indonesia-Tiongkok

Yimin mengucapkan banyak terima kasih pada semua orang yang terlibat dalam proses pembuatan Boundless Love dan atas dukungan yang selama ini menjadi penyemangatnya dalam berkarya.

“Terima kasih dukungannya sehingga tim kami bisa berjalan dan selesai produksi. Film ini tentang cinta tak kenal batas, cinta yang benar-benar murni.”

Putri Ayudya Alami Kendala Bahasa

Dalam film ini, Putri Ayudya dipercaya untuk memerankan karakter utama bernama Nova. Selain Putri, ada banyak aktor dan aktris Indonesia yang terlibat. Dapat dikatakan hampir 90 persen pemain berasal dari Indonesia dan sisanya dari Tiongkok, termasuk Shen Hao yang berperan sebagai Chen Chang.

Selama syuting berlangsung, Putri mengungkap jika dirinya mengalami kendala bahasa saat berkomunikasi dengan Shenhao. Tak hanya berkomunikasi selama syuting, dalam adegan Boundless Love, ada scene di mana Putri harus berakting dengan bahasa Mandarin.

“Kendala bahasa dengan segala keterbatasan saya tidak akan bisa apa-apa tanpa translator,” ungkap Putri Ayudya.

Putri Ayudya

Putri pun mengaku bahwa ia belajar bahasa Mandari selama semalam suntuk demi perannya.

“Saya belajar bahasa Mandarin satu malam sebelum syuting dan ada trik sendiri untuk penggunaan selama syuting.”

Diakui Putri, bahasa yang digunakan dalam film Boundless Love sebagian besar merupakan bahasa Mandarin.

“Ini 70 persen menggunakan bahasa Mandarin.”

Shen Hao Sempat Pesimis Syuting Akan Terhambat

Pria yang berperan sebagai Chen Chang ini mengatakan jika di awal syuting, ia memiliki pikiran buruk. Hal tersebut dipicu dari sulitnya berkomunikasi dengan pemain Boundless Love yang sebagian besar merupakan orang Indonesia.

“Memang hambatan budaya dan bahasa yang berbeda,” kata Shen Hao.

Shen Hao

Kendati demikian, rasa pesimis Shen Hao sedikit demi sedikit hilang. Ia merasa bersemangat dan mampu untuk menyelesaikan syuting dengan baik, meskipun bahasa masih menjadi kendala utama.

“Peran utama dari cewek dan cowok kalau tidak saling mengenal bagaimana menyelesaikan film ini, tapi itu hanya sebagai pemikiran saya dan kenyataannya tidak seperti itu. Kami bisa menyelesaikannya.”

Alasan Pemilihan Putri Ayudya sebagai Pemeran Utama

Sutradara Yimin membeberkan alasan dirinya memilih Putri Ayudya dari 60 peserta yang ikut seleksi secara ketat. Yimin mengaku jika dirinya sangat terkesan pada kemampuan akting Putri. Ibarat kata, ia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Shen Hao, Wang Yimin, Putri Ayudya

Baginya, sosok Putri merupakan wanita yang ceria dengan jiwa muda dan sangat detail dalam berakting.

“Dia mampu berdialog dengan hati untuk menyampaikan apa yang ada di dalam film. Dia punya cinta yang murni,” puji Yimin.

Tak hanya aktingnya yang memukau, kepribadian Putri yang penuh semangat dan pekerja keras juga menambah nilai dirinya dalam pandangan Yimin.

“Saat syuting dia orang yang giat dan penuh tantangan. Berusaha menghapal dialog dengan bahasa Mandarin.”

Harapan Yimin Terkait Film Karyanya

Yimin sangat berharap agar film Boundless Love dapat diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Terlebih, Yimin memiliki kesan baik selama berada di Indonesia. Ia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sangat ramah.

Bekraf

“Ini merupakan cara memperkenalkan perbedaan antar dua negara, Indonesia dan China. Saya berharap film ini bisa memberikan makna kepada penonton soal murninya cinta sejati, serta tentang kebudayaan Indonesia-China. Saya berharap hal bagus yang dapat dilestarikan.”

Film Boundless Love merupakan hasil kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Red and White China dan PT Kamala Media Cipta yang mendapatkan pendanaan dari Ganshu Biaonshi Culture Communication Group.

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top