Connect with us

Berita Hiburan

Film Istirahatlah Kata-Kata Banjir Pujian

Istirahatlah Kata-Kata

Istirahatlah Kata-Kata merupakan film yang mengisahkan pelarian penyair Indonesia, Wiji Thukul di era gejolak Orde Baru pada 1996.

Film Biografi berjudul “Istirahatlah Kata-Kata” yang menceritakan tentang sosok penyair Wiji Thukul terus mendapat pujian. Bahkan ucapan positif ini datang dari para sineas Tanah Air.

Misalnya pujian yang datang dari sutradara Riri Riza. Film karya Yosep Anggi Noen ini dinilai sebagai film yang cerdas dan mencerahkan. “#istirahatlahkatakata adalah film tentang kenyataan orang Indonesia. Sangat menggelitik & cerdas. Mencerahkan,” tulis Riri melalui akun Twitter-nya @riririza

“Menurut sineas muda Indonesia itu, antara pemain, skenario, sinematografi, dan desain suara menjadi satu kolaborasi yang indah”

Pujian Riri juga ditujukan kepada akting Gunawan Maryanto yang memerankan sosok Wiji Thukul. Menurut sineas muda Indonesia itu, antara pemain, skenario, sinematografi, dan desain suara menjadi satu kolaborasi yang indah.

Istirahatlah Kata-Kata

Pujian Riri Riza

Dipuji oleh sutradara tenar, Gunawan menyebut jika dia masih harus banyak belajar tentang seni peran. “Ini semua masih proses belajar bersama teman-teman, tapi saya pikir ini hasil terbaik yang bisa saya lakukan,” ucap dia.

Ia mengaku cukup sulit untuk mendalami karakter Wiji Thukul. “Bagi saya sangat susah karena saya tidak kenal secara personal dengan Wiji Thukul. Kemudian data, dokumentasi perihal Wiji Thukul juga terbatas,” katanya. “Keseharian (Wiji Thukul) saya dapat di foto-foto ya. Saat latihan teater, saat dia bersama keluarganya. Nah itu yang kemudian jadi bahan utama saya sebenarnya,” tambah dia.

Istirahatlah Kata-Kata

Gunawan Maryanto Pemeran Wiji Thukul

Hingga akhir bulan lalu, film Istirahatlah Kata-Kata sudah ditonton lebih dari 20 ribu orang. Padahal film tentang kisah Wiji Thukul di era pelariannya tahun 1996 ini baru diputar pada 19 Januari 2017.

Dengan latar belakang kondisi Indonesia pada masa Orde Baru termasuk peristiwa kerusuhan pada 27 Juli yang menewaskan ratusan jiwa. Dalam pelariannya Wiji tetap menulis puisi dan beberapa cerita pendek dengan menggunakan namanya yang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Adapatasi Film Korea, Mira dan Riri Kolaborasi Lagi

Film

Congratulations! Film Pendek KADO (A GIFT) Karya Sineas Muda Indonesia Jawara di Venice Congratulations! Film Pendek KADO (A GIFT) Karya Sineas Muda Indonesia Jawara di Venice

Congratulations! Film Pendek KADO (A GIFT) Karya Sineas Muda Indonesia Jawara di Venice

Film

Film posesif Film posesif

Gerah dengan Kontroversi Film Posesif, Juri FFI 2017 Angkat Bicara

Berita Hiburan

Hebat! Belum Tayang, Film Humba Dreams Raih CJ Entertainment Award

Film Indonesia

Advertisement
Connect
Newsletter Signup