Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film

Review Madame X, LGBT dan Politik Santun Masih Relevan

Review Madame X

Layar.id – Ketika review kali ini agak berbeda sekali. Karena kita mau bahas film buatan Lucky Kuswandi tahun 2010. Okelah, film ini memang condong banget bahas soal dunia LGBT namun kemasannya soal dunia perbencongan.

Baiklah, bagi anak zaman sekarang isu seperti ini sudah jadi bagian dari kehidupan mereka. Namun bagaimana dengan generasi milenial dan ke bawah? Sudah pasti isu seperti ini sebenarnya lebih relevan lagi namun kemasannya sendiri lebih komedi banget.

Baiklah, mengapa kita bahas Film yang konon dari segi teknis amburadul namun dari segi cerita beneran memukau sekali. Dan sepatutnya, Film ini merupakan bentuk satir dari segala masalah perempuan dan kaum marjinal yang selalu jadi sasaran amarah kelompok tertentu.

Baca Juga: 5 Alasan Nonton Madame X, Sumpah Banyak Hidden Gem!

Review Madame X, Dunia Perempuan Dalam Balutan Komedi

Memang Lucky Kuswandi sendiri punya selera cerita yang menarik sekali. Bahkan tidak pernah tersirat kalau seorang Lucky bisa mengangkat kisah yang sebenarnya jadi bahan lelucon malah jadi komedi satir dengan teknis yang menurut kritikus amburadul.

Ya, buat kami inilah sesungguhnya film komedi. Dengan cerita yang menarik dan karakter di setiap pemain yang terasa menyegarkan, membuat Madame X adalah film satir yang bisa jadi pilihan untuk kita tonton.

Tapi, buat golongan konservatif pasti akan sulit menerima ini. Cuma, film ini gambarkan betapa kuatnya peran eksistensi laki-laki jadi seorang kuat, santun dan berasa superpower terlihat jelas di Madame X. Selain itu, karakter antar satu dengan lainnya menarik sekali.

Termasuk Joko Anwar berperan sebagai Aline, sahabat Adam (Aming) yang selalu bersama di sebuah salon. Belum lagi akting Sarah Sechan dengan logat Sunda yang kental. Dan Marcel yang sebenarnya aktingnya bagus saja sih.

Kemampuan Akting Aming Tak Perlu Ragu

Review Madame X

Soal Akting, Aming sendiri sudah tak ada ragu lagi. Perannya menjadi seorang waria begitu kuat sekali. Ya, saat itu lagi naik daun sebagai pemain ensemble di Extravaganza juga. Tidak lupa, Sarah Sechan dan Shanti waktu itu menunjukkan akting yang sedikit jomplang.

Jangan salah, justru Titi DJ lah yang sukses menafsirkan dirinya sebagai Bunda Ratu. Aura Ratu-nya keluar sekali dan beneran bagus banget. Bahkan Nazira C. Noer sendiri punya kemampuan akting yang mumpuni. Sayangnya, beliau memilih di belakang layar sekarang.

Cuma, kita fokus ke Joko Anwar yang selalu totalitas baik sebagai Sutradara maupun aktor. Beneran sampai bisa hayati perannya dan bisa bahasa waria yang beneran bikin kita tertawa sejenak. Sayangnya, Film ini sendiri kalau tayang di Indonesia pada masa sekarang cukup sulit.

Karena masih terlalu sensitif isu ini dan dunia sosial media akan jadi bahan pergunjingan juga. Selain itu, film ini secara teknis hampir mirip Azrax namun tidak sesulit mencari-nya. Nilainya sendiri ya, untuk review madame x  cukup 4/5 saja.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.

Baca Juga