Connect with us

Film

Pengabdi Setan 2017 Siap Tayang, Begini Fakta Dibalik Proses Pembuatannya!

Potret Keluarga di Pengabdi Setan

Pernah sukses di masa lalu yakni sekitar tahun 1980-an, kini film Pengabdi Setan kembali diproduksi dengan format yang berbeda. Namun tidak menghilangkan kesan klasik dan kengerian dari versi sebelumnya.

Adalah rumah produksi Rapi Films yang berani untuk membawa film horror tersebut kembali ke layar lebar. Dengan mengandeng sutradara kondang Joko Anwar, film yang pada masa jayanya dulu digarap oleh Sisworo Gautama Putra ini akan sedikit berbeda dengan versi lawas. Versi terbaru akan mengisahkan cerita tentang sosok ibu yang tiba-tiba meninggal setelah menderita sakit parah selama 3 tahun, penggunaan bel, sumur dan radio tua yang tidak ada di Pengabdi Setan 80-an.

Film yang berkolaborasi dengan rumah produksi asal Korea Selatan, CJ Entertainment ini rencananya akan dirilis pada 28 September mendatang. Sebelum tayang yuk kita intip fakta-fakta seputar film Pengabdi Setan ini!

Pernah Jadi Box Office

Potret Keluarga di Pengabdi Setan Remake

Di era 80-an film Pengabdi Setan ini sukses di pasaran bahkan menjadi box office. Saking suksesnya film yang dulu dibintangi oleh W.D Mocthar, Siska Karebety, Fachrul Rozy ini juga dirilis ke beberapa negafa di Amerika Serikat, Eropa dan juga Jepang.

Butuh Waktu Lama untuk Meyakinkan

Menyutradarai film Pengabdi Setan merupakan impian Joko Anwar yang memang memiliki kecintaan pada film horror sejak kecil. Ia membutuhkan waktu selama 10 tahun hanya untuk meyakinkan Rapi Films agar mau memberikannya kesempatan.

Sulitnya Menciptakan Set Rumah

Rumah Syuting Pengabdi Setan

Tidak mudah menemukan rumah yang pas untuk lokasi syuting pada film ini dan menciptakan set agar sesuai dengan jalan cerita. Rumah pun harus direnovasi lebih dulu lantaran tidak layak huni, bagian lantai rumah jebol dan banyak ruangan yang dijadikan sarang hewan seperti burung dan kelelawar. Alhasil perlu waktu selama 2 bulan untuk mempersiapkan set rumah.

Syuting Kurang dari Sebulan

Berbanding terbalik dengan pembuatan set rumah yang menghabiskan waktu lama, pengambilan gambar di film ini hanya memerlukan waktu selama 18 hari saja.

Seleksi Pemain Sangat Ketat

Para Pemain Pengabdi Setan

Joko Anwar tidak main-main saat menyeleksi satu demi satu karakter di film ini. Konon setiap karakter tim harus mengaudisi hingga 30-an orang.

“Proses audisi ini memakan waktu 3 bulan lamanya dan yang paling sulit untuk ditemukan adalah karakter sang bapak.”

Ada Pemain Malaysia

Ada kisah unik sebelum karakter bapak ditemukan. Awalnya Joko meminta Bront Palarae mencarikan karakter sang bapak. Pada akhirnya justru Joko sendirilah yang memintanya untuk memerankan karakter bapak.

Bront yang notabenenya adalah artis Malaysia pernah bermain dalam serial Halfworld yang juga disutradarai oleh Jokon Anwar dan ditayangkan HBO Asia.

Seniman Bali Ikut Terlibat

Ayu Laksmi bisa dibilang merupakan wajah baru di dunia perfilman Indonesia. Maklum saja karena Ayu sebenarnya seorang seniman dan penyanyi asala Pulau Dewata Bali. Ayu yang baru kali ini menjajal kemampuan aktingnya direkomendasikan oleh Happy Salma. Wanita berusia 49 tahun tersebut  merupakan seniman favorit Joko Anwar. Ayu lolos audisi dan mendapatkan peran sebagai Mawarni Suwono, sang Ibu yang menjadi hantu.

Tara Basro Seorang Penakut

Tara Basro Terlibat Lagi Dalam Film Bergenre Horror

Jika bukan karena jatuh hati pada jalan cerita Pengabdi Setan, Tara Basro mungkin tidak akan mau untuk main dalam film horror. Meski sebelumnya ia juga pernah terlibat dalam film bergenre sama, tetapi ia mengaku dirinya adalah sosok penakut dan akan berkali-kali berpikir sebelum mengiyakan tawaran film horror.

Dimas Aditya Alami Kejadian Aneh

Syuting film horror selalu saja ada kejadian aneh yang terjadi. Dimas Aditya yang berperan sebagai anak Pak Ustad. Ia mengaku selalu sakit saat berada di lokasi syuting di Pangalengan, Jawa Barat, tapi rasa sakitnya tiba-tiba lenyap begitu ia sampai di hotel.

Raditya Dika Saat Mendengarkan Rekaman yang Diduga Suara Makhluk Halus

“Ada juga suara mahkluk halus yang tak sengaja terekam oleh kru saat sedang menunggu proses syuting. Keanehan tersebut baru disadari setelah diunggah ke Instagram.”

Tidak Ada Efek CGI

Salah Satu Adegan di Pengabdi Setan

Teknologi CGI adalah hal yang lazim digunakan dalam proses pembuatan film. Namun Joko Anwar menolak menggunakannya dalam film ini. Alasannya agar efek seram dan kengerian terlihat lebih realistis. Ia pun lebih memilih menggunakan Practical Effect.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Film “A Quiet Place Part II” Kembali Mengalami Perubahan Jadwal Tayang?

Film

Film Adapatasi Novel Karya Rintik Sedu, “Geez & Ann” Akan Segera Tayang di Netflix!

Film

4 Film Indonesia Terbaru Siap Hadir di Netflix

Film

“The Empty Man”, Kisah Sekelompok Remaja Yang Hilang Secara Misterius!

Film

Advertisement
Connect
Newsletter Signup