
Layar.id – Setelah dua dekade penuh film-film mencekam dan atmosfer serius, Joko Anwar akhirnya balik ke akar komedinya lewat film terbarunya, Ghost in the Cell (alias Hantu di Penjara). Yap, setelah terakhir kali menggarap komedi lewat Janji Joni (2005), kali ini sutradara serbabisa ini hadir dengan sajian horor-komedi yang bakal beda dari karya-karya sebelumnya!
Ghost in the Cell menceritakan tentang kehidupan para narapidana di Lapas Labuhan Angsana yang penuh tekanan, kekerasan, dan ketidakadilan. Situasi semakin mencekam ketika seorang napi baru datang, diikuti kematian demi kematian yang terjadi secara misterius dan mengerikan.
Teror tersebut ternyata berasal dari sosok hantu yang membunuh siapa saja dengan aura paling negatif. Hal ini membuat para napi berusaha berubah, berlomba melakukan kebaikan demi menjaga diri mereka tetap hidup. Namun, di lingkungan penjara yang keras, mempertahankan aura positif bukan hal yang mudah.
Seiring waktu, para napi menyadari bahwa satu-satunya cara untuk bertahan bukan hanya dengan berubah secara pribadi, tetapi juga dengan bersatu. Mereka harus melawan sistem yang menindas sekaligus menghadapi ancaman supranatural yang terus membayangi.
Baca juga: Review Ghost in The Cell

Endy Arfian – Pemain Ghost in the Cell (sumber: Come and See Pictures)

Bront Palarae – Pemeran Ghost in the Cell (sumber: Come and See Pictures)
Satu hal yang bikin hype film ini makin tinggi adalah kehadiran Abimana Aryasatya sebagai pemeran utama. Terakhir kali tampil di bioskop lewat Gundala (2019), Abimana kini siap menghibur dan bikin tegang bareng jajaran aktor papan atas lainnya.
“Setelah enam tahun absen, akhirnya bisa balik ke layar lebar di film yang fresh dan kerja bareng sutradara keren seperti Joko Anwar. Ini momen yang seru banget buat saya,” ujar Abimana.
Serunya lagi, film ini jadi ajang reuni beberapa pemain Quickie Express (2007) seperti Tora, Lukman, dan Aming. Bahkan, Jaisal Tanjung, biasanya kerja di balik layar, kali ini tampil perdana sebagai aktor.
Plus, ada debut dari Magistus Miftah, penari sekaligus pembaca tarot yang lolos open casting!

Abimana Aryasatya (sumber: Come and See Pictures)
Diproduksi oleh rumah produksi Come and See Pictures milik Joko Anwar dan Tia Hasibuan, Ghost in The Cell menandai pencapaian baru mereka setelah sukses dengan Pengepungan di Bukit Duri dan Nightmares and Daydreams. Tia menyebut film ini sebagai “pencapaian terbaik sejauh ini”, karena menggabungkan komedi dan horror, dua genre yang butuh presisi dan timing tinggi.
Ghost in The Cell akan tayang di bioskop pada 16 April 2026. Jadi, sabar-sabar dulu ya, Kawanz!~






