Joko Anwar Dapat Penghargaan dari Pemerintah Perancis

Adiyasa PrahendaFilm7 months ago353 Views

Layar.id – Kabar membanggakan datang dari Paris. Sutradara dan penulis skenario Indonesia, Joko Anwar dapat penghargaan dan juga tanda kehormatan Chevalier (Knight) of the Ordre des Arts et des Lettres oleh Pemerintah Prancis. Penghargaan prestisius ini tersematkan dalam sebuah upacara resmi yang mereka gelar di Gedung Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris, pada Kamis malam, 11 Desember 2025.

Joko Anwar dapat penghargaan tersebut sebagai bentuk hormat dedikasi dan kontribusi Joko Anwar dalam dunia sinema. Selama dua dekade ini, lewat karya-nya banyak berikan dampak signifikan sekali. Bukan untuk Film Indonesia namun lanskap sinema global.

Film-filmnya kerap mendapat apresiasi secara artistik maupun komersial, terputar di berbagai festival internasional, sekaligus mencatatkan prestasi box office di sejumlah negara.

Penghargaan Langsung oleh Kebudayaan Perancis

Penganugerahan Chevalier ini mereka lakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati. Dalam sambutannya, ia menyoroti pendekatan khas Joko Anwar yang memanfaatkan genre sebagai pintu masuk yang mudah dapatkan akses penonton luas, tanpa meninggalkan kedalaman tema sosial.

Karya Joko Anwar sendiri jadi bukti kalau sinema populer itu bisa jadi medium refleksi atas isu penting di masyarakat.  “Dedikasi dan komitmennya telah berkontribusi pada kemajuan perfilman Indonesia, sekaligus memperkaya dialog sinema dunia,” ujar Rachida Dati.

Nama besar seperti Martin Scorsese, David Lynch, Tim Burton, Pedro Almodovar dan Hayao Miyazaki pun membuat Joko Anwar bisa berjejer dengan nama tersebut di atas.

Joko Anwar Bilang Hal Sulit Bisa diungkapkan

Joko Anwar pun berteima kasih dalam pidatonya. Ia ucapkan rasa terimakasih mendalam. Serta, refleksikan perjalanan kreatifnya sebagai pembuat film yang tumbuh di Indonesia. Dan ia selalu gunakan pendekatan horor, thriller maupun komedi dalam penyampaian soal ketidakadilan, kekuasaan dan relasi manusia dengan lingkungan.

Dengan penghargaan ini dan juga menyempatkan hadir di tengah persiapan rilis film terbaru-nya, Ghost in the Cell. Rasanya ini akan jadi film ke-12 sekaligus pendekatan horor komedi berbeda dan penuh dengan metafora maupun angkat isu-isu paling sensitif sekalipun. Bagi Joko Anwar, film ini bagaikan kelanjutan hidup dari percakapan tematik yang selama ini ia bangun. Terutama sinema dan hiburan yang tetap ajak penonton berpikir lebih.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...