Review IP Man The Kungfu Legend, Terlalu Legend!

Adiyasa PrahendaFilm Asia21 hours ago79 Views

Layar.id – Selama hampir dua dekade, franchise Ip Man identik dengan sosok guru Wing Chun yang tenang dengan konflik yang sederhana, tetapi kuat secara emosional. Berbeda dengan film-film sebelumnya, Ip Man: Kung Fu Legend mencoba menghadirkan skala cerita yang lebih besar dengan memadukan konflik kolonial Inggris, perebutan tanah, organisasi Triad, hingga perjuangan Ip Man membangun perguruan Wing Chun di Hong Kong. Inilah Review Ip Man Kung Fu Legend

Dalam film ini, Master Ip berada di Hong Kong dan berusaha mendirikan perguruan Wing Chun. Namun, sebelum cita-citanya terwujud, ia harus mengikuti ujian dari komunitas perguruan bela diri setempat. Di saat yang sama, muncul Parker, seorang pengusaha asal Inggris yang ingin menguasai kawasan perguruan bela diri sekaligus menghadirkan sasana tinju sebagai simbol dominasi olahraga Barat di Hong Kong.

Premis tersebut sebenarnya cukup menarik. Konflik bela diri Kung Fu dengan budaya barat ini sering bertabrakan.

Cerita Kebanyakan Masalah

Permasalahan utama film sebenarnya cukup sederhana. Ip Man hanya ingin mendirikan perguruan Wing Chun, sementara Parker berusaha menguasai kawasan perguruan bela diri dan dermaga demi kepentingan bisnisnya. Dari sini, film memiliki fondasi cerita yang kuat untuk mengeksplorasi benturan budaya sekaligus mempertahankan warisan bela diri Tiongkok.

Sayangnya, naskah justru terus menambahkan konflik baru. Mulai dari perseteruan dengan Triad, fitnah pembunuhan, kehidupan di penjara, hingga konflik keluarga yang datang silih berganti. Alih-alih memperkuat cerita, semua konflik tersebut justru saling berebut perhatian.

Akibatnya, tidak ada satu pun konflik yang berkembang secara maksimal. Film seperti terus berpindah dari satu persoalan ke persoalan lain tanpa benar-benar memberikan penyelesaian yang memuaskan. Dengan durasi sekitar 90 menit, ruang untuk mengembangkan setiap konflik terasa terlalu sempit sehingga perjalanan cerita kehilangan fokus.

Steven Dasz Lebih Mencuri Perhatian

Dennis To kembali memerankan Master Ip dengan karakter yang tenang, disiplin, dan penuh pengendalian diri. Namun, naskah membuatnya lebih sering bereaksi terhadap berbagai persoalan bila membandingkan dengan membangun perkembangan emosional karakternya sendiri.

Sebaliknya, Steven Dasz justru tampil lebih mencuri perhatian sebagai Parker. Ia menghadirkan sosok antagonis yang arogan, berwibawa, sekaligus memiliki ancaman fisik yang cukup meyakinkan. Karisma yang tampilkan oleh Dasz membuat setiap kemunculannya terasa penting dan bahkan mampu mengimbangi kehadiran Dennis To di layar.

Sayangnya, potensi konflik antara keduanya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dengan durasi yang relatif singkat, hubungan rivalitas Ip Man dan Parker terasa berkembang terlalu cepat sehingga duel mereka di akhir film tidak memiliki dampak emosional sebesar yang seharusnya.

Visual Menarik, Tetapi Kehilangan Nuansa Hong Kong

Dari sisi visual, Review Ip Man: Kung Fu Legend menghadirkan tampilan yang lebih bersih dan modern dibandingkan film-film Ip Man sebelumnya. Nuansa Hong Kong era 1950-an memang masih terasa melalui desain produksi dan latar kota, tetapi atmosfernya justru terlihat terlalu rapi sehingga kehilangan kesan hidup yang selama ini menjadi ciri khas film-film Hong Kong.

Hal lain yang cukup mengganggu adalah penggunaan bahasa Mandarin sebagai bahasa utama. Padahal, latar cerita berada di Hong Kong yang pada era tersebut didominasi penutur bahasa Kanton. Detail ini memang tidak mengganggu jalannya cerita, tetapi sedikit mengurangi kesan autentik bagi penonton yang terbiasa dengan film-film bela diri klasik Hong Kong.

Kesimpulan

Review Ip Man: Kung Fu Legend bukanlah film kung fu yang buruk. Adegan aksinya tetap menghibur, sementara Steven Dasz berhasil menghadirkan sosok antagonis yang cukup berkesan. Namun, naskah yang terlalu ambisius membuat film ini kehilangan fokus karena mencoba memasukkan terlalu banyak konflik dalam durasi yang terbatas.

Bagi penggemar film bela diri, film ini masih layak kalian saksikan berkat aksi dan koreografi pertarungannya. Namun, jika dibandingkan dengan empat film Ip Man yang dibintangi Donnie Yen, Kung Fu Legend belum mampu menyamai kekuatan narasi maupun kedalaman dramanya.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...