Connect with us

Hi, what are you looking for?

Entertainment

Mati Diop, Sutradara Kulit Hitam yang Raih Penghargaan Cannes

Layar.id – Pada hari Sabtu (25/05), sutradara Perancis-Senegal, Mati Diop, menjadi sutradara perempuan kulit hitam pertama yang memenangkan penghargaan di Festival Film Cannes. Ini adalah kali pertama dalam sejarah 72 tahun Festival Cannes berlangsung.

Diop mendapatkan penghargaan atas film drama Atlantics, yang diputar perdana pada 16 Mei lalu.

Baca : Film Zach Galifianakis “Between Two Ferns: The Movie” Tayang di Netflix

MATI DIOP

Wanita berusia 36 tahun ini berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah Festival Film Cannes. Tak hanya sebagai sutradara perempuan kulit hitam pertama yang raih penghargaan, dia juga adalah wanita kulit hitam pertama yang filmnya diterima untuk berkompetisi di festival tersebut.

Atlantics di Festival Cannes

Diop membawa pulang hadiah Grand Prix, yang setara hadiah perak/posisi ketiga, atas filmnya berjudul Atlantics. Film ini adalah drama set Senegal yang menggabungkan kesadaran sosial dengan supranatural. Dibumbui dengan kisah politik seksual di kalangan migran muda.

Kisah ini tentu dekat dengan pribadi Diop, sebagai anak yang terlahir dari ayah yang berasal dari Senegal. Sementara ibunya adalah orang Perancis, dan dia sendiri dibesarkan di Paris.

Dalam wawancara dengan Hollywood Reporter, ia menyampaikan bahwa di Paris, Diop tidak disebut hitam, tetapi disebut sebagai wanita Perancis. Tetapi di Amerika, segera setelah Anda memiliki 10 atau 20% kulit gelap, maka Anda disebut orang kulit hitam.

Ia merupakan satu dari empat sutradara wanita, yang ikut berkompetisi dalam 21 film yang ada di Cannes. Persentase sutradara wanita memang masih sangat rendah, tetapi keberhasilannya meraih penghargaan merupakan tonggak sejarah tersendiri.

Mati Diop

Baca : Film Zach Galifianakis “Between Two Ferns: The Movie” Tayang di Netflix

ATLANTICS

Elle Fanning, salah satu juri di Festival Film Cannes, berbicara terkait penghargaan yang diterima oleh Diop lewat film Atlantics. “Film itu menyentuh hati kami. Ini berhubungan dengan masalah, tetapi juga terasa sangat pribadi dan rentan, serta sangat emosional dan berharga,” kata Fanning.

Film ini menceritakan tentang kisah remaja wanita berusia 17 tahun bernama Ada. Ia jatuh pada pada Souleiman, tetapi di sisi lain, ia telah membuat janji dengan pria lain. Suatu malam, Souleiman dan rekan kerjanya meninggalkan Dakar melalui laut, dengan harapan masa depan yang lebih baik.

Film Atlantics

Beberapa hari kemudian, api menghancurkan pernikahan Ada dan hanya sedikit yang tahu bahwa Souleiman telah kembali. Lantas bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka ?

Sepertinya kita harus bersabar untuk menonton film ini, karena baru dirilis pada 2 Oktober mendatang.

Baca : Dialog Margot Robbie dalam Film Tarantino, Hanya Sedikit

Sumber: berbagai sumber

Foto: berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Film Barat

Jakarta, Layar.id – Film Salem’s Lot akan menghantui penonton sedikit lebih lambat dari yang semula direncanakan. Memiliki  jadwal rilis awal pada September tahun ini,...

Film

Last updated on 28 Juni, 2022 Jakarta, Layar.id – Dua aktor tertangkap kamera sedang memainkan adegan perkelahian dalam The Gabby Petito Story. Ini adalah...

Film

Jakarta, Layar.id – Untuk Anda yang rindu dengan penampilan Johnny Depp, karya terbarunya Minamata akan segera rilis streaming di Hulu. Ini saatnya melihat aksi...

Film Barat

Jakarta, Layar.id Chris Hemsworth kembali ke layar dalam fitur terbarunya bersama Netflix, berjudul Spiderhead. Ia memerankan Steve Abnesti, seorang ilmuwan yang menguji obat eksperimentalnya...