Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film Indonesia

Sinopsis Women From Rote Island, Pemenang FFI 2023

Sinopsis Women From Rote Island, Pemenang FFI 2023
Sinopsis Women From Rote Island, Pemenang FFI 2023

Layar.id – Pemenang Festival Film Indonesia 2023 mungkin secara mengejutkan bikin semua orang tercengang. Kali ini Women From Rote Island menjadi sorotan publik karena berhasil meraih Piala Citra FFI 2023 kategori Film Panjang Terbaik. Mungkin penasaran sinopsis women from rote island adalah jawabannya.

Film seperti Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja dan 24 Jam Bersama Gaspar karya Yosep Anggi Noen telah dikalahkan oleh film tersebut. Film yang konon diangkat dari kisah nyata ini juga akan diputar di berbagai festival film internasional, termasuk Busan International Film Festival 2023.

Jeremias Nyangoen adalah penulis dan sutradara dari film Women From Rote Island. Situs Busan International Film Festival mengabarkan bahwa film tersebut merupakan film pertama yang digarap oleh aktor asal Institut Kesenian Jakarta.

Linda Adoe, Irma Rihi dan Sallum Ratu berperan sebagai wanita asal Pulau Merah. Jeremias mengatakan, sebagian besar aktor film adalah pemain baru.

Pada 7 Oktober lalu, film Women From Rote Island pertama kali tampil di Festival Film Internasional Busan 2023. Film ini juga mengikuti Jakarta Film Week pada Oktober 2023 dan mendapat Direction Award. Film ini juga akan tayang di Festival Film Asia Barcelona 2023 pada 4 November 1923 dan Festival Film Internasional QCinema 2023 di Filipina.

Berdasarkan informasi tersebut, jelas membuat penonton penasaran seperti apa filmnya. Sembari menunggu film ini tayang di bioskop Indonesia, simak sinopsisnya di bawah ini.

Baca Lagi: Nominasi Film Cerita Panjang Terbaik Piala Citra FFI 2023

Sinopsis Women From Rote Island

Sinopsis Women From Rote Island, Pemenang FFI 2023

Sinopsis Women From Rote Island, Pemenang FFI 2023

Women From Rote Island menceritakan kisah Orpha, seorang wanita dari Pulau Rote. Ia adalah seorang TKI ilegal yang akhirnya terpaksa pulangkan dari Sabah, Malaysia. Kepulangan Orpha juga bersamaan untuk menghadiri pemakaman ayahnya. Kepulangan Martha juga menyakitkan karena ia trauma menjadi korban pelecehan seksual.

Tak hanya itu, selama dua tahun bekerja di perkebunan kelapa sawit, ia merasa sangat tertekan setelah kejadian pemerkosaan yang ia alami saat di perantauan. Ia berjuang melawan trauma di kampung halamannya. Orpha juga berjuang melawan kekerasan verbal dan non-verbal.

Orpha harus menghadapi praktik diskriminatif dan tradisi kuno yang selalu memandang perempuan sebagai gender kelas dua di masyarakat.

Lalu apakah Orpha mampu untuk menegakkan keadilan bagi perempuan di pulau tempatnya tinggal?

Baca Lagi: Pemenang Festival Film Indonesia 2023, Ringkasannya Dulu

 

Sumber: Berbagai sumber

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Berita Hiburan

Layar.id –¬†Film Like & Share berhasil memenangi tiga Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2023, yaitu Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, dan Penata...