Film Indonesia

Danur vs Pengabdi Setan, Ini Tanggapan Prilly Latuconsina

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Sukses dengan perannya sebagai Risa, Prilly Latuconsina akan kembali menyapa penggemarnya lewat film Maddah, sekuel Danur.

Prilly mengatakan jika film Maddah jauh lebih seram ketimbang pendahulunya lantaran ceritanya yang kompleks.

“Kalau ditanya bedanya, 180 derajat beda. Pastinya lebih seram, lebih gila ceritanya dan pastinya lebih susah,” katanya.

Prilly Latuconsina

Prilly dalam film Danur

Bahkan saking seramnya, Prilly menyebut jika Maddah 10 kali lipat lebih mengerikan dibanding Danur.

“Jauh banget seramnya. Kalau penonton Danur satu nganggep itu seram, berarti ini mungkin bisa 10 kali lipatnya Danur satu. Karena aku sendiri pun pas lagi adegan, deg-degan. Seram banget,” aku Prilly.

Lantas bagaimana komentar Prilly Latuconsina mengenai perbandingan antara Danur dengan Pengabdi Setan?

Danur vs Pengabdi Setan

Sebelum Pengabdi Setan tayang di seluruh bioskop Indonesia, Danur lebih dulu unggul sebagai film horror terlaris. Namun, kemunculan Pengabdi Setan menggeser kedudukan Danur. Pengabdi Setan sukses menyabet gelar sebagai film horror terlaris sepanjang masa. Bahkan tidak hanya tayang di Indonesia saja, beberapa negara tetangga di Asia, Eropa, dan Amerika turut menayangkan karya Joko Anwar ini.

Sebagai film horror yang sukses di pasaran, tak heran jika Danur dan Pengabdi Setan kerap dibandingkan. Lantas bagaimana tanggapan Prilly?

“Yang aku tahu, Pengabdi Setan adalah film yang sangat bagus banget. Jadi ya aku nggak tahu deh,” katanya.

Pengabdi Setan

Prilly pun tak menganggap bahwa Pengabdi Setan adalah saingan bagi filmnya. Baginya, pencapaian Danur sudah bagus.

“Kalau nggak ngelebihin Pengabdi Setan pun nggak kenapa-kenapa. Maksudnya kita pun nggak menjadikan film lain itu adalah competitor kita. Film lain itu sebagai pacuan kita. Itu sebagai referensi dan acuan untuk berkarya.”

Ia pun berharap bahwa sekuel Danur, akan jauh lebih baik lagi sehingga bisa menjadi film terhorror yang pernah ada.

“Semoga dari segi seram bisa lebih dari film-film lainnya,” harap Prilly.

Beda Danur dengan Maddah

Film yang disutradai oleh Awi Suryadi ini dianggap memiliki peredaan yang mencolok antara film pertama dengan kedua.

“Kalau Danur satu itu kan baru perkenalan ya. Ada gadis namanya Risa. Baru tahu kalau dia itu bisa lihat makhluk halus dan akhirnya berteman sama hantu. Kalau ini kan lanjutannya.”

Prilly Latuconsina

Menurut Prilly, perbedaannya terletak pada pengetahuan Risa mengenai mahkluk tak kasat mata di sekitarnya.

“Dia udah tahu punya kemampuan itu dan akhirnya ini adalah pengalaman-pengalaman Risa setelah dia tahu dia bisa lihat hantu.”

Adegan Tersulit Bagi Prilly Latuconsina

Prilly mengaku bahwa selama menjalani syuting Maddah, dirinya merasa kesulitan di beberapa adegan.

“Ada satu adegan yang susah banget, banget. Satu adegan enam jam, dengan shoot yang memang banyak.”

Lantaran melakukan adegan tersebut, badan Prilly mengalami kesakitan di beberapa bagian.

“Di saat reading kami fokusnya di sini aja, pas kemarin dijalanin duh deg-degan terus sampai badan tuh sakit-sakit. Sampai akhirnya aku diurut karena badan aku sakit semua.”

Prilly Latuconsina

Prilly Latuconsina dalam film Maddah

Prilly pun mengaku kaget saat Risa Saraswati mengatakan selama proses syuting berlangsung ada makhulk halus yang menempel pada dirinya.

“Aku terima WhatsApp dari kak Risa. Jadi memang sebelum shooting adegan itu aku minta doa sama kak Risa. Besoknya dia bilang, “Kamu ngerasa nggak dia datang? Aku suruh dia masukin kamu.”

Kendati demikian,  Prilly merasa tidak dimasuki oleh makhluk halus.

“Pantesan badan aku pada sakit, biru-biru. Cuma memang aku tipenya susah banget dimasukin, karena waktu itu aku fokus banget kan. Aku sih nggak ngerasa dimasukin.”

“Memang energi aku sama dia bertolak belakang jadi jatuhnya dia nempelin aku supaya energinya berasa.”

Buka Mata Batin

Demi mendalami karakter, Prilly sengaja membuka mata batinnya. Ia mengaku dengan membuka mata batin, dia lebih mudah berinteraksi dengan makhluk halus.

“Aku kan sekolah akting, ada metode-metode yang harus aku pakai. Salah satunya lewat observasi, tapi bagaimana aku observasi kalau aku nggak bisa lihat hantu? Satu-satunya yang aku lakuin adalah aku harus buka mata batin.”

Setelah mata batin dibuka, Prilly mengaku dirinya meminta agar didampingi seorang paranormal untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan.

“Aku minta didampingi sama paranormal yang membuka batin aku. Soalnya aku ngeri aja di lokasi syuting banyak makhluk halus. Soalnya takut nggak konsen aktingnya.”

Seperti apa kengerian Maddah? Nantikan filmnya pada 29 Maret 2018 mendatang di bioskop kesayangan Anda.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top