Connect with us

Berita Hiburan

New Normal, Produksi Film Harus Menggunakan Masker

Presiden Jokowi baru saja mengumumkan bahwa kita sudah memasuki era New Normal. Ini adalah aturan baru yang mengganti PSBB sebelumnya. Pusat-pusat berkumpul yang awalnya dianjurkan ditutup, sekarang dibuka kembali dengan aturan-aturan khusus. Kabar ini tentu saja memberi dampak yang cukup besar bagi perekonomian dan sektor lainnya. Kabar ini juga tentu memberi angina segar bagi dunia perfilman lokal. Setelah sebelumnya kewalahan dengan jadwal syuting dan berbagai kegiatan produksi film yang menyangkut banyak orang ditunda, sekarang semuanya bisa kembali berjalan. Ini pastinya berita baik bagi para pekerja film yang mendapatkan penghasilan dari produksi langsung dalam film. Namun dalam masa New Normal ini, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi agar di saat bersamaan tetap bisa menekan laju penyebaran virus corona.

Satu di antara beberapa aturan itu tergolong umum, yakni mengenakan masker bagi tiap orang. Pemakaian masker menjadi protocol utama yang harus dipatuhi oleh semua kru. Selain itu, ada juga aturan khusus yang berkenan dengan profesi yang bersentuhan langsung dengan orang lain seperti penata rias atau kru yang aktif dalam masa produksi. Protokol-protokol khusus untuk perfilman ini sengaja dibentuk agar kegiatan atau produksi film bisa tetap berlanjut. Menurut Chand Parwesz, produser dari rumah produksi Starvision Plus, protokol sejenis sudah berlaku di negara lain. Sistem-sistem yang diberlakukan adalah termasak karantina. “Nah, sekarang kita di Indonesia mencoba menyusun protokol baru,” ujarnya.

Penyusunan protokol ini masih akan terus didiskusikan. Diharapkan protokol ini mampu membangkitkan kembali industry perfilman lokal yang sempat mati suri tanpa harus mengorbankan banyak aspek. “Harapannya, produksi bisa berjalan dengan mengutamakan keselamatan kru,” ujar produser kawakan ini. Dia juga menjelaskan bahwa ada harapan besar akan fase pertama dari New normal ini bisa berjalan sesuai yang direncakanan tanpa ada dampak yang tak diinginkan. Bukan hanya sineas dan para kru film yang berdiskusi untuk menerapkan protokol ini. Dari pihak pemerintah, kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun ikut ambil peran. “Bidang pendidikan, bidang kreatif, juga ada pemangku kepentingan di bidang usaha perfilman, semuanya ikut brediskusi,” ujar Chand Parwez. Dia juga berharap semuanya bisa berjalan di bulan Juni ini. [cel/ech]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

“Money Heist” Bakal Dibuat Ulang Versi Korea

Film Barat

“Pennyworth”, Pelayan Batman yang Ceritanya Berdiri Sendiri

Film Barat

Misteri Besar “Batman V Superman Terjawab! Berikut Penjelasannya!

Film Barat

Film “Dear Nathan: Thank You Salma” siap dilanjutkan!

Film Indonesia

Advertisement
Connect
Newsletter Signup