Film

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

NAMAMU KATA PERTAMAKU MENGISAHKAN ADIPATI DOLKEN DALAM MEMERANKAN PRIA BISU MENUJU TANA TORAJA UNTUK BERJUANG DAPAT BERBICARA.

Jakarta, Layar.id – Sebuah film NamaMu Kata Pertamaku, adalah film yang sarat pesan moral dibintangi oleh aktor kenamaan Adipati Dolken.

Aktor dengan kemampuan akting tak diragukan lagi. Karena, aktor berusia 27 tahun itu telah banyak memerankan berbagai karakter dalam berbagai film.

Film NamaMu Kata Pertamaku ini disutradari oleh Rere Art2tonic dengan skrip naskah yang ditulis oleh Rere Art2tonic dan M Rizal Saputra.

Film yang sarat dengan nilai lokal Toraja dan Makassar di propinsi Sulawesi Selatan ini berdurasi 94 menit.

NamaMu Kata Pertamaku, diproduseri oleh Hendra Sirajuddin dan diproduksi oleh Paramedia Indonesia.

Dengan mengambil lokasi shooting di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini dibintangi oleh Adipati Dolken yang sudah mulai ditayangkan di bioskop Tanah Air pada Kamis, 29 November 2018.

ADIPATI DOLKEN

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Adipati Dolken adalah karakter sentral sekaligus pemeran utama dalam film NamaMu Kata Pertamaku ini.

Aktor serba bisa ini sudah pernah menjajal berbagai macam karakter yang berbeda-beda dalam berbagai film yang ia bintangi.

Namun, untuk film terbarunya ini Adipati Dolken mendapat peran tak biasa yang belum pernah dijalaninya.

Dalam film NamaMu Kata Pertamaku, Adipati Dolken berperan sebagai seorang pria bisu yang menempuh perjalanan menuju Toraja untuk menjalani ritual ‘Manene’ agar dapat berbicara.

Saat press screening film produksi Paramedia Indonesia itu, sang sutradara, Rere Art2Tonic menjelaskan alasannya memilih Adipati Dolken untuk peran yang tak biasa itu.

Ia mengatakan bahwa mimik wajah dan bahasa tubuh Adipati Dolken memang cocok untuk memerankan si Bisu. “Tatapan matanya cocok,” ungkapnya.

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Rere pun mengatakan, tak butuh waktu lama untuk dirinya meyakinkan Adipati Dolken untuk mau terlibat dalam film arahannya itu.

“Ngerayu Adipati nggak susah, begitu lihat script dia langsung tertarik,” paparnya.

Ia pun menambahkan, film yang sudah mulai diproduksi sejak 2016 itu memang menuntut Adipati Dolken untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya.

Sang aktor pun dibantu oleh beberapa orang untuk mendalami karakternya.

“Adipati Dolken didampingi dua guru SLB (Sekolah Luar Biasa) dan satu orang bisu namanya Akbar. Sedihnya, dia (Akbar) meninggal dunia 4 bulan lalu,” pungkas Rere.

Selain Adipati Dolken, film ini dibintangi oleh Rania Putrisari, Bogel Apriansyah, Akbar Ajudan Pribadi, Awaluddin Tahir, dan masih banyak bintang yang lainnya.

PLOT CERITA

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Film NamaMu Kata Pertamaku menceritakan kisah seorang pria bisu (Adipati Dolken) yang ingin bisa berbicara.

Karena tekadnya itu, pria bisu ini melakukan perjalanan ke Toraja supaya dapat berbicara.

Untuk mewujudkan keinginannya dapat berbicara lagi, ia pun ingin melakukan ritual khas toraja bernama ’Manene’ yang dipercaya bisa membuat orang bisu dapat berbicara lagi.

Namun, dalam perjalanannya menuju ke Toraja, pria bisau ini kehilangan barangnya, yang terbawa oleh bus yang ditumpanginya.

Pria bisu ini pun terpaksa hidup terlunta-lunta, dan menjadi gelandangan di sebuah pasar di desa.

Beruntung, pengurus masjid bernama Yunus (Bogel Apriansyah) menemuinya berniat untuk merawat pria bisu ini.

Tak hanya itu, Yunus juga bertekad untuk memberinya tempat tinggal serta makan untuk sementara waktu.

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Tinggal di lingkungan masjid membuat pria bisu ini mengenal banyak anggota Majelis Taklim di masjid tersebut, salah satunya adalah Nila (Rania Putrisari).

Nila merasa bersimpati kepada Si Bisu dan Nila pun menjadi dekat dengannya.

Oleh Nila, si pria bisu diajari cara mengucapkan kata ‘aku jatuh cinta’ oleh Nila dan berharap si Bisu pertama kali mengucapkan kata tersebut hanya pada Nila.

Namun rupanya, kedekatan diantara mereka berdua, menumbuhkan benih cinta di hati pria bisu, namun rupanya itu cinta bertepuk sebelah tangan.

Pada akhirnya keadaan menjelaskan bahwa iba bukanlah cinta, pria Bisu pun sakit hati. Ujungnya perasaan sakit hati inilah yang mengantarkan pria Bisu benar-benar dapat berbicara.

SARAT PESAN MORAL

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Film ini memberikan pengalaman baru tentang cerita film-film drama di Indonesia.

Rere pandai membuat penonton untuk malas berdiri saat film ini telah usai ditayangkan di bioskop nantinya.

Emosi penonton akan dibuat klimaks di 5 menit terakhir dari film ini. Sehingga, ketika penonton pulang meninggalkan bioskop maka oleh-olehnya adalah linangan air mata.

Sehingga oleh-oleh ini diharapkan menjadi undangan bagi penonton lain untuk dapat merasakannya.

Pesan moralnya adalah memberikan perhatian terhadap orang pun haruslah berhati-hati agar tidak disalah artikan.

Karena, jika cinta sudah bertepuk sebelah tangan, maka bisa saja menyakitkan hati salah satu pihak, yang bisa terbawa dalam waktu yang lama.

Cara Rere mengantar adegan yang tersuguhkan saat si Bisu pertama kali dapat berbicara sungguh memainkan emosi.

Karena beberapa adegan dibuat dan terkondisikan untuk si Bisu harus dipaksa bicara.

Meski jika kita menganalogikan keadaan sesungguhnya akan jarang dijumpai sebuah Masjid dengan makmum semuanya perempuan dan tidak ada jamaah laki-lakinya.

AKTING YANG MUMPUNI

NAMAMU KATA PERTAMAKU – Kisah Perjuangan Pria Bisu Untuk Dapat Berbicara

Film yang ditulis oleh M Rizal Saputra harus diakui, bahwa seorang Adipati dan Rania telah memerankan karakternya dengan apik dan total.

Akting keduanya sungguh menghidupkan film ini.

Penampilan kedua bintang ini bisa menjadi acuan bagi siapa pun yang menonton, termasuk sesame aktor dan aktris Indonesia.

Apa yang telah di sajikan oleh Sutradara Rere melalui film ini membuktikan kalau benar-benar Makassar adalah tempat yang layak dikunjungi.

Bagi para penggemar film-film drama religius, maka film ini layak untuk ditonton bersama keluarga.

Nah.., bagi yang belum sempat menyaksikan di Bioskop bisa disimak dulu trailernya disini.

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top