Film

Dari Gambar Komik Koran Menjadi Film DOA: CARI JODOH

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

PARA SINEAS MUDA INDONESIA RAJIN MELAKUKAN INOVASI. TAK HANYA FILM YANG DIADAPTASI DARI NOVEL ATAU CERPEN, TETAPI JUGA DARI KOMIK KORAN.

Jakarta, Layar.id – Banyak film yang diadaptasi dari novel, cerpen dan bahkan komik. Seperti halnya film ini, dari gambar komik Koran menjadi film DOA: Cari Jodoh.

Sejak pertama kali diluncurkan di layar lebar pada 16 Agustus 2018 yang lalu, film ini cukup menarik perhatian khalayak pecinta film Indonesia.

Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara yang juga mengarahkan film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss.”

Sang sutradara menceritakan bahwa proses syuting film ini memakan waktu kurang dari satu bulan, dan bertempat di beberapa lokasi urban di Jakarta. Seperti yang diungkapkan Anggy, syutingnya selain di dekat rumah dia, juga di Cipinang, Cikeas, Cibubur dan di sekitar Jabodetabek.

Rencananya, film “DOA” akan dibuat menjadi sebuah trilogi. Sekuel pertamanya adalah “DOA: Cari Jodoh” yang berfokus pada cerita di mana Otoy dan Ali Oncom membantu Doyok menemukan jodohnya.

ADAPTASI DARI KOMIK KORAN

Sutradara Anggy Umbara kembali membuat film bergenre komedi yang berjudul “DOA: Cari Jodoh.”

Film tersebut merupakan adaptasi dari sebuah komik di koran Poskota dan eksis sejak tahun 1970-an. “DOA” kependekan dari nama karakter utama dalam film ini, yaitu Doyok, Otoy, dan Ali Oncom.

Poster dan trailernya menjelang perilisannya beberapa waktu lalu, cukup menarik perhatian publik. Apalagi jika melihat transformasi penampilan para pemeran utama yaitu Fedi Nuril, Dwi Sasono, dan Pandji Pragiwaksono, warganet banyak yang tergelak.

Dalam melakukan promosi pun dilakukan dengan cara unik dan berbeda. Mereka menggunakan badut dari tiga tokoh utamanya: Doyok, Otoy, dan Ali Oncom, berkeliling tempat-tempat ramai di Jakarta.

CERITA SINGKAT

Dari Gambar Komik Koran Menjadi Film DOA: CARI JODOH

Dalam film ini menceritakan tentang persahabatan Doyok, Otoy, dan Ali Oncom yang konyol dan usil di lingkungan masyarakat.

Suatu hari, Doyok teringat pesan Ibunya untuk segera mencari pendamping hidup. Karena rasa setia kawan, Otoy dan Ali Oncom pun membantu Doyok mencarikan Doyok jodoh.

Namun, bukan jodoh yang didapat, tetapi justru mereka harus berhadapan dengan kasus kriminalitas.

PARA PEMERAN

Dari Gambar Komik Koran Menjadi Film DOA: CARI JODOH

Tiga karakter utama dalam film ini adalah pria pengangguran. Otoy (Pandji) dan Ali Oncom (Dwi Sasono) dikisahkan membantu Doyok (Fedi Nuril) untuk menemukan jodohnya.

Selain tiga karakter utama dan kekasih Ali Oncom, beberapa aktris beken Tanah Air turut membintangi film ini. Diantaranya Tarzan, Nirina Zubir, Titi Kamal, dan Laura Basuki.

Tarzan memerankan Pak Camat, Ence Bagus sebagai Mang Ujang, dan Opie Kumis sebagai Babe. Aktris Nirina Zubir sebagai Mpok Elly, istri Otoy. Kemudian Titi Kamal sebagai Suci, Laura Basuki sebagai Ayu, dan Jihane Almira sebagai Yuli kekasih Ali Oncom.

CITA-CITA SUTRADARA

Seperti yang diungkapkan Anggy kepada media bahwa ia menggarap film “DOA: Cari Jodoh” adalah cita-cita yang sudah ia impikan sejak masih kecil.

Sutradara yang berusia 37 tahun itu, menyatakan bahwa waktu kecil ia suka berlangganan Pos Kota. Lalu melihat komik lucu, dan berpikir kalau sudah besar akan membuat komik itu menjadi film.

Maka, jadilah “DOA: Cari Jodoh” adalah film pertama Anggy yang diadaptasi dari komik. Akhirnya ia memilih komik ini karena belum pernah difilm-kan.

Seperti sang sutradara Anggy, salah satu pemeran Ali Oncom yaitu aktor Dwi Sasono mengaku bahwa sejak kecil dirinya sudah bermimpi untuk bisa bermain dalam film tersebut. Dan beruntung, impiannya itu menjadi kenyataan.

Dwi Sasono mengatakan bahwa ia suka membaca komik di Pos Kota, dan karakter Ali Oncom yang ia perankan bikin jatuh cinta.

Sementara itu, Fedi Nuril yang memerankan karakter Doyok juga mengatakan kalau dia sudah membaca komik “DOA” sejak kecil. Namun, bintang film “Ayat-ayat Cinta’” itu tak pernah bermimpi untuk memerankan Doyok di kemudian hari.

Sedangkan buat Jihane Almira, pemeran Yuli yang menjadi kekasih Ali Oncom, ini adalah film komedi pertamanya. Ia mengaku bersyukur karena tak harus melakukan adegan-adegan komedi seperti tiga karakter utama lainnya.

REVIEW FILM

Dari Gambar Komik Koran Menjadi Film DOA: CARI JODOH

Dari pemutaran perdananya, tampak bahwa ada beberapa adegan jenaka yang berhasil membuat penonton tergelak. Namun, ada pula beberapa adegan komedi yang “garing” alias tingkat lucunya tidak sampai kepada penonton.

Film DOA ini pun punya pesan moral kepada kaum adam berkaitan dengan isu pelecehan seksual pada wanita. Selain itu juga menunjukkan tentang persahabatan dan kesetiakawanan yang baik.

Film ini berpeluang mendapat perhatian dari banyak penonton karena karakter utama (Doyok, Otoy dan Ali Oncom) sudah dikenal publik lebih dulu melalui lembar bergambar di koran Pos Kota.

Pemilihan karakter Doyok, Otoy, dan Ali Oncom cukup tepat.

Doyok yang diperankan Fedi Nuril, bisa dibawakan dengan apik. Tapi, buat fans Fedi Nuril yang sudah nempel dengan Fahri di film “Ayat-Ayat Cinta” kira-kira lebih suka versi Doyok atau Fahri?

Panji Pragiwaksono yang memerankan Otoy aktingnya sangat kocak dan sukses bikin ngakak para penontonnya. Seolah-olah Panji sedang melakukan stand up comedy sambil berakting.

Sedangkan Ali Oncom yang diperankan Dwi Sasono. Aktor yang satu ini memang luar biasa dalam memerankan karakter Ali Oncom. Penonton bakal tergelak, meski hanya melihat mimik jenakanya dalam keadaan diam. Dua jempol untuk akting Dwi Sasono. Ia adalah man of the match di film “DOA: Cari Jodoh.”

Film berdurasi 93 menit ini cocok buat untuk hiburan di kala penat, dengan melihat trailernya disini.

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top