Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film Indonesia

Sinopsis Film Dokumenter Banda : The Dark Forgotten Trail

Jakarta, layar.idBanda: The Dark Forgotten Trail merupakan film dokumenter garapan sutradara Jay Subakti. Film dokumenter ini merupakan produksi dari Life Like Pictures. Saat ini film dokumenter dapat disaksikan pada platfrom streaming Netflix. Film Banda berdurasi 1 jam 34 menit juga dinarasikan oleh aktor Ario Bayu dan Reza Rahardian.

Dokumenter ini memberikan visual keindahan Pulau Banda yang menghasilkan rempah-rempah dan membawa kejayaannya pada masa lalu. Banda: The Dark Forgotten Trail menghadirkan catatan sejarah dari persebaran rempah-rempah dunia. Sehingga film ini memfokuskan pada sejarah panjang Kepulauan Banda yang istimewa.

Banda merupakan nama sebuah pulau di Kepulauan Banda, yang terletak di wilayah Provinsi Maluku. Selain Pulau Banda, di kepulauan tersebut juga ada Pulau Lontar, Pulau Gunungapi, Pulau Banda Besar, Pulau Banda Neira, Pulau Hatta, Pulau Ay, Pulau Rhun, dan Pulau Pisang. Selain ini, ada empat pulau yang tidak berpenghuni yaitu Pulau Nailaka, Pulau Manukang, Pulau Karaka, dan Pulau Batu Kapal.

Baca juga : Sinopsis Cinta Dalam Sujudku: Rencana Arya Untuk Menikahi Safira

SINOPSIS BANDA : THE DARK FORGOTTEN TRAIL

Nusantara gugusan kepulauan terbesar yang telah lama menjadi incaran seluruh dunia karena kekayaan dan keindahan alamnya. Pulau Banda menjadi tempat penghasil rempah-rempah yang paling dicari bangsa Eropa. Komoditas utamanya adalah pala, cengkeh dan fuli, komoditas yang paling berharga daripada emas.

Sebelum Bangsa Eropa masuk ke Banda, para pedagang-pedagang Arab dan Cina terlebih dahulu mengetahui keberadaan rempah-rempah ini. Para pedagang Cina membawa rempah-rempah serta menyembunyikannya di balik sutra. Pedagang Arab membawa rempah-rempah serta menyembunyikan di balik berita bohong tentang manusia kanibal pemburu kepala. Kedua pedagang ini tentu mengetahui keuntungan jika menjual komoditas utama dari Pulau Banda.

Kabar daerah penghasil Pala tersebar sampai seluruh penjuru negeri dan bangsa Barat berbondong-bondong ingin mengetahui keberadaan tempat ini. Mulai dari Portugis, Spanyol, dan Belanda ingin memperebutkan perdagangan pala di Banda. Bangsa Eropa berhasil mematahkan perdagangan Arab dan Cina, akhirnya berhasil menguasai perdagangan Pala.

Banda menjadi pusat perdagangan terbesar pada masa itu, dan sekarang hanya menjadi cerita sejarah yang tenggelam dalam buku sejarah. Melalui dokumenter ini, penonton bisa mengetahui sejarah panjang pulau yang pernah menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa.

Banda menjadi saksi bisu tempat perbudakan pertama di Nusantara dan pembantaian massal. Namun, di kepulauan inilah lahir miniatur keberagaman budaya Indonesia. Film dokumenter ini memberikan banyak hal menarik mulai dari narasumber, visual, serta narator yang membuat penonton semakin ingin tahu tentang masa lalu dari kejayaan pulau Banda. Film dokumenter ini bisa dijadikan referensi film sejarah dan peminat sejarah Indonesia.

 

Sumber dan foto: berbagai sumber 

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.

Baca Juga

Film Asia

Last updated on 2 November, 2021 Jakarta, Layar.id – Salah satu film dari House of Secrets: The Burari Deaths menjadi serial dokumenter Netflix yang...

Film

EMPAT FILM PRODUKSI LIFELIKE PICTURES BAKAL SEGERA TAYANG DI NETFLIX. Layar.id – Menanggapi keadaan di Tanah Air yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 dengan berada...

Film

Layar.id  –  Pusat Sejarah Tentara Nasional Indonesia (Pusjarah TNI) telah menggarap sebuah film berjudul, Ayo ke Museum. Pengumuman tentang adanya film ini disampaikan oleh...

Film

Last updated on 31 Agustus, 2021 Pelayar.id – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menayangkan film Kereta Api Terakhir. Film yang bertemakan para pahlawan Indonesia...