Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film Barat

Resensi Film Pacific Rim Uprising – Pertempuran Epik dengan Kaiju yang Lebih Besar

Pacific Rim Uprising mampu menampilkan perpaduan beragam karakter dan wajah baru yang menarik, film ini juga mampu menyatukan persatuan dalam kemanusiaan, tanpa menindas, ras atau latar belakang lainnya, dan sutradara DeKnight dan para produser ingin merefleksikan etos tersebut dalam film ini.

Jakarta, Layar.id – Pacific Rim Uprising melanjutkan mitologi sebuah ragam alam semesta sci-fi yang sangat rinci dan lengkap. Dengan fokus pada karakter yang kompleks dan beragam, film ini adalah petualangan global yang mampu membawa penonton terhanyut dalam pertempuran sang Jeager. Ini adalah film yang bisa dibilang secara emosional sangat menarik secara visual tentang pertempuran antara robot raksasa yang dikendalikan oleh manusia dan monster Kaiju.

Sinopsis

10 tahun setelah peristiwa film pertama, di mana umat manusia dianggap telah berhasil mengalahkan ancaman sang monster Kaiju. Namun ketakutan akan ancaman monster-monster lain selalu menghantui para pejuang robot.

Kewaspadaan telah menjadi gaya hidup para pejuang robot, dan PPDC (The Pan Pacific Defense Corps) telah terlahir kembali sebagai kekuatan global pejuang robot yang sangat maju, dengan generasi baru pilot muda di pucuk pimpinan. Ketika ancaman Kaiju yang lebih mematikan muncul, para pejuang muda ini  dijuluki si Kadet  yang didukung oleh dorongan untuk membalas serangan dan melindungi apa yang tersisa dari dunia yang akan mereka warisi.

Saat itu Bumi memiliki kesempatan untuk berbenah setelah berhasil menaklukan Kaiju dan menutup celah didasar laut. Jake Pentecost, putra Stacker Pentecost, menjadi pemulung di pasar gelap untuk menjual bagian jeroan Jaeger. Ketika mencoba untuk mencuri kapasitator perguruan tinggi yang sangat berharga, dia bertemu Amara, seorang anak yatim yang mampu merakit jaeger. Amara pun memberi nama jaegaer ciptaannya sebagai Scrapper.

Namun sial, Jake tertangkap bersama Amara, dan Jake diberikan pilihan oleh kakak angkatnya dengan   satu syarat: dia harus setuju untuk membantu melatih Kadet Kadet (pilot) muda di Moyulan Shatterdome di China, bersama mantan temannya dan telah menjadi saingannya, Nate Lambert. Dua pria yang pernah lebih dekat daripada saudara, hubungan mereka rusak ketika Jake berjalan menjauh dari takdir mereka sebagai pilot Jaeger.

PPDC ( The Pan Pacific Defense Corps )  tidak hanya melatih kadet ini, tetapi juga membangun generasi baru bagi para pilot Jaegers untuk mengantisipasi kehadiran Kaiju kembali. Sementara kedatangan sebuah program dari shone Jaejoong, yang dikembangkan oleh Liwen Shao dan perusahaannya Shao Industries menyebabkan konflik dan kebencian untuk pilot dan kadet, dikarenakan program tersebut adalah program kendali jarak jauh untuk para Jaeger (Robot Raksasa) dan tidak membutuhkan pilot.

Sementara Kadet masih berlatih untuk melawan Kaiju, namun musuh baru muncul di akhir perayaan perang 10 tahun di Sydney dalam bentuk Obsidian Fury yang memicu konflik Jaeger-versus-Jaeger yang tak terduga dan mengirim PPDC dan Kadet dalam sebuah pencarian untuk mencari tahu siapa yang berkhianat dan mesabotase dan memberi ancaman baru yang ingin memusnahkan dunia yang membuatnya hampir mustahil untuk dikalahkan.

Ketika para Jaeger pergi berperang, sebuah ancaman tersembunyi muncul dalam upaya membuka celah di Lingkar Pasific untuk memunculkan Kaiju kembali yang lebih besar dan lebih berbahaya dari sebelumnya. Jake dan Lambert harus menentukan langkah mekanisme pertempuran sebelum terlambat, karena Amara dan rekan-rekan rekrutannya harus turun di medan perang meskipun mereka belum ada pengalaman di pertempuran.

Dalam sekuel kedua di serial ini, Legendary ingin memastikan bahwa mereka menyusun visi yang inovatif yang mampu menyajikan interpretasi baru yang berani mengenai alam semesta Pacific Rim. Produser Cale Boyter menyatakan: “Legendaris selalu memiliki sikap dalam segala hal yang kita lakukan, dan ini adalah kesempatan untuk menciptakan representasi sempurna dari apa yang diwakili oleh mereka.”

Baca Juga: Durasi Lebih Pendek, Ini Jawaban Steve DeKnight Tentang Film Pacific Rim Uprising

Nah, bagi kalian yang masih penasaran sama film bergenre fiksi ilmiah ini langsung aja nonton di bioskop kesayangan anda. Karena di Amerika Serikat sendiri film ini baru mendebut di tanggal 23 Maret.

Pemeran: 

JOHN BOYEGA
SCOTT EASTWOOD
JING TIAN
CAILEE SPAENY
RINKO KIKUCHI
BURN GORMAN
ADRIA ARJONA
with
MAX ZHANG
and
CHARLIE DAY

Executive Producer
ERIC MCLEOD

Produced by
MARY PARENT, p.g.a.
CALE BOYTER, p.g.a.
GUILLERMO DEL TORO
JOHN BOYEGA
FEMI OGUNS
THOMAS TULL
JON JASHNI

Based on the Characters Created by
TRAVIS BEACHAM

Written by
STEVEN S. DEKNIGHT & EMILY CARMICHAEL & KIRA SNYDER
and
T.S. NOWLIN

Directed by
STEVEN S. DEKNIGHT

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Film Indonesia

Last updated on 29 Juni, 2022 Layar.id – Reza Rahadian baru saja tampil dalam film terbarunya berjudul Garis Waktu dengan lawan main Michelle Ziudith,...

Jadwal Tayang

Layar.id – Ada banyak film dan acara TV yang segera tayang di aplikasi Viu, pada Juni ini akan hadir beberapa film Korea dan acara...

TV Series

Layar.id – Serial Netflix terbaru, Stranger Things season 4 volume 1 mengungkap banyak misteri dari season 1. Sebanyak 6 misteri yang terjawab yang melengkapi...

Film

Jakarta, Layar.id – Trailer teaser Pinocchio pertama yang baru saja tiba mengungkapkan tampilan pertama adaptasi film live-action terbaru Disney. Film baru ini akan didasarkan...