Film Barat

Mencekamnya Suasana Survivor yang Terdampar di Greenland

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

BAGAIMANA NASIB TIM EKSPEDISI YANG TERDAMPAR DI TEMPAT YANG HAMPIR SEMUANYA PUTIH TERTUTUP ES? SEMUANYA ADA DALAM AFTERLANDS.

Jakarta, Layar.id – Afterlands merupakan film drama petualangan. Alur ceritanya berdasarkan perkiraan sebenarnya dari ekspedisi tahun 1871, yang dilakukan oleh USS Polaris, yang gagal ke Kutub Utara dan terdampar di Greenland. Tim ekspedisinya terdiri dari belasan orang dengan kebangsaan yang berbeda.

“Afterlands adalah fiksi psikologis historis.”

 

Sagafilm yang merupakan perusahaan produksi terkemuka di Islandia berkolaborasi dengan Garnet Girl untuk menghasilkan proyek film ini. Menurut kabar yang beredar, Sagafilm juga mengembangkan The Minister, sebuah film serial tragis tentang seorang politisi dengan gangguan bipolar yang terpilih sebagai perdana menteri Islandia. Pall Grimsson selaku pembuat film tersebut berkata bahwa dia berharap dapat bekerja sama dengan tim Sagafilm.

“Ini adalah proyek gairah sejati yang telah saya kembangkan selama beberapa tahun dan sekarang saya senang bisa menceritakan kisah nyata penting dan tepat waktu ini.” kata Grimsson.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Pall Grimsson (Zachariah). Cerita dalam film ini diangkat dari novel karya pengarang asal Kanada, Steven Heighton dengan judul yang sama. Nama-nama pemeran yang dipastikan bergabung dengan film ini adalah aktor asal Swedia Johannes Kuhnke sebagai Lundquist (Force Majeure) dan 2 aktor asal Jerman, yaitu Sebastian Hulk sebagai Anthing (Inglourious Basterds) dan Frederick Lau sebagai Kruger(Victoria).

Film ini akan berpusat pada tokoh Roland Kruger, seorang pelaut Jerman yang idealis, bersama dengan 15 orang pria, wanita dan anak-anak dari berbagai latar belakang, etnis dan nasional. Mereka terapung di atas hamparan es, terpisah dari kapal mereka. Seiring berjalannya waktu, bahkan sampai berminggu-minggu, para awak kapal menjadi faksi di sepanjang garis nasional dan etnis.

Afterlands adalah cerita petualangan besar yang ambisius dan penuh dengan darah, rawan dan jiwa.”

Novel Afterlands pertama kali diterbitkan pada tahun 2005 dan telah dipuji dengan suara bulat oleh kritikus sastra internasional. Peter Nichols dari Guardian menyebutnya sebagai “cerita petualangan besar yang ambisius dan penuh dengan darah, rawan dan jiwa.”

Untuk kamu pecinta film petualangan di negeri es tentu harus menantikan datangnya film ini.

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top