Connect with us

Berita Hiburan

Joko Anwar, “Realitas Pembuatan Film Tak Seglamor Yang Terlihat!”

Drama Korea hingga saat ini masih menjadi primadona bagi banyak warga Indonesia. Apa saja drama terbaru, pasti informasinya bisa langsung sampai ke telinga-telinga penonton setia di tanah air. Akibatnya, akses akan hiburan itu pun menjadi lahan basah bagi orang-orang yang mencoba mencari keuntungan di internet. Tidak sedikit situs yang menyediakan perifilman secara illegal di Internet. Suburnya pertumbuhan situs-situs itu disokong oleh besarnya keinginan menonton namun enggan untuk mengeluarkan duit. Hal ini menjadi pembahasan bagi semua sineas, utamanya di tanah air, sebab bukan hanya drama dari Korea yang dibajak, film dari negara lain, bahkan dalam negeri pun ikut dibajak.

Kebiasaan buruk ini memang terasa menguntungkan bagi penonton, utamanya penyedia situs illegal tersebut, namun bagi kru yang bekerja membuat film, ini adalah mimpi buruk. Salah satu yang cukup keras bersuara adalah Joko Anwar. Lewat akun instagram pribadinya, Joko Anwar mengunggah kolase foto dari suasana syuting filmnya. Di antara banyak situasi dan kondisi yang cukup ekstrim itu, terlihat Tara Basro sedang terlelap di trotoar. Dari busana yang dikenakan, bisa dipastikan bahwa itu adalah situasi saat proses syuting Perempuan Tanah Jahanam.

Joko Anwar juga menjelaskan dalam keterangan foto bahwa dunia film bukanlah seglamor yang dibayangkan. Justru sebaliknya, pekerjaan dalam perfilman cenderung ekstrim dan tidak kenal waktu. “Ada yang jatuh kecapean, ada yang masuk rumah sakit, semua kerja keras demi karya,” jelas Joko Anwar. Hal ini berkaitan dengan banyaknya adegan bahaya dan kondisi yang tidak layak hingga pemain harus makan debu. Tak jarang, pemain dan kru bisa istirahat di mana saja, termasuk di trotoar. “Tarohlah kalian nggak ada alokasi uang untuk nonton secara legal. Merasa lucu bilang kopi kalian murah lah. Tapi, kalau lalu kalian curi hasil kerja kami, kalian bajak dengan ketawa-ketawa? Di mana kemanusiaan kalian?”

Hal ini cukup mengkhawatirkan, sebab saat penonton terbiasa menikmati film bajakan, industry perfilman bisa jadi mati suri karena kekurangan pendapatan sementara untuk satu film pengeluarannya tidak main-main. Untuk itu, Pelayar sebaiknya saat menonton diharapkan juga menyadari dampak dari tontonan illegal itu secara tidak langsung ke para pembuat karya. Bayangkan, entah sudah berapa kali kita merasa terhibur oleh karya sineas-sineas tersebut, setidaknya kita bisa berterima kasih dengan membeli karya yang asli atau menonton ke bioskop. “Lagi pula, sekarang sudah banyak jasa streaming film yang terjangkau,” tambah Joko Anwar. [cel/ech]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

“Money Heist” Bakal Dibuat Ulang Versi Korea

Film Barat

“Pennyworth”, Pelayan Batman yang Ceritanya Berdiri Sendiri

Film Barat

Misteri Besar “Batman V Superman Terjawab! Berikut Penjelasannya!

Film Barat

Film “Dear Nathan: Thank You Salma” siap dilanjutkan!

Film Indonesia

Advertisement
Connect
Newsletter Signup