Connect with us

TV

Review TV: “Black Mirror 5”

MUSIM KELIMA “BLACK MIRROR”, MELIHAT TEKNOLOGI TANPA KOMPLEKSITAS

Layar.id Keunikan Black Mirror dari serial TV pada umumnya adalah ketidakpeduliannya pada batas. Tak ada yang tak mungkin dalam dunia naskah Charlie Brooker. Oleh sebab itu, sangat disayangkan musim kelima Black Mirror tidak mengambil langkah yang mampu meninggalkan kesan lebih dalam.

Black Mirror musim kelima terdiri dari 3 episode yang, seperti semua kisah Black Mirror, masing-masing berdiri sendiri. Episode pertama, Striking Vipers, mengisahkan dua sahabat (Anthony Mackie dan Yahya Abdul Mateen II) yang mempertanyakan seksualitas mereka akibat sebuah video game.

Baca: “Stranger Things” Pecahkan Rekor Penonton Netflix

Image result for black mirror season 5

Smithereens mengikuti kisah seorang pria depresi (Andrew Scott) yang kehilangan kekasihnya karena media sosial dan pemilik korporasi teknologi (Topher Grace). Episode ketiga, Rachel, Jack and Ashley Too, menampilkan dua saudara dan seorang penyanyi musik pop (Miley Cyrus) yang merasa terjebak dalam industri tanpa memiliki kontrol atas hidupnya.

Image result for smithereens black mirror

Episode-episode terbaik Black Mirror terjadi ketika cerita melangkah ke area yang tak terduga. Bukanlah tanpa alasan bila episode seperti San Junipero dan USS Callister menjadi favorit penonton.

Ketidakterdugaan adalah hal yang tidak tampak dalam musim kelima Black Mirror. Mungkin beberapa menit pertama dari tiap episode mampu membuat kita menduga ke mana arah cerita akan berjalan. Namun, pada titik tertentu jalan cerita episode pun terungkap. Sayangnya tidak ada kejutan lain yang membalikkan cerita ke arah lain, seperti yang diharapkan pada episode Black Mirror.

Baca: Nominasi Emmy Awards 2019 Dirilis, “Game of Thrones” Mendominasi

Image result for ashley o black mirror

Bukan berarti musim ini benar-benar mengecewakan. Black Mirror tetaplah salah satu serial TV unik yang menyajikan sudut pandang tentang teknologi dari sisi menarik. Namun, akan jauh meninggalkan kesan bila dampak yang diangkat tidak hanya surface level belaka.

Contohnya, dalam episode Striking Vipers akan sangat menarik bila kita dapat melihat lebih jauh bagaimana pandangan Black Mirror tentang seksualitas digital dan fisik serta kebingungan yang dialami dua tokoh kita. Smithereens akan lebih menggairahkan bila masalah yang dialami sang pria dengan teknologi tidak begitu umum dan mudah ditebak. Begitu pula dengan kisah Rachel, Jack and Ashley Too yang terasa masih banyak menyimpan ruang eksplorasi.

Sumber: berbagai sumber
Foto: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

“The Irishman” – Penantian 4 Tahun yang Menuai Pujian

Film

Segera! Serial “You” Musim Kedua Tayang di Netflix Segera! Serial “You” Musim Kedua Tayang di Netflix

Segera! Serial “You” Musim Kedua Tayang di Netflix

Film

“Hush” – Film Netflix Pilihan Saat Halloween

Film

“Earthquake Bird” – Film Barat-Asia Dibintangi Alicia Vikander

Film

Advertisement
Connect
Newsletter Signup