Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sinetron

Perbedaan Drama Korea dengan Sinetron Indonesia

Last updated on 12 Oktober, 2021

Layar.id – Masih dalam pembahasan drama Korea, kali ini kita berencana untuk mencari perbedaan drama Korea dengan sinetron Indonesia.

Menarik, mengingat keduanya merupakan serial yang secara konsep mirip.

Dalam pencarian, kita temukan setidaknya ada lima perbedaan sinetron lokal dengan sinetron Korea. Penasaran?

Berikut, tim Layar.id mencoba merangkum semuanya dalam bahasan video. Ingat ya ini bukan kekurangan maupun kelebihan, jadi jangan pada baper.

Pelayar misqueen kuota? Yuk simak sedikit rangkumannya:

Perbedaan Sinetron dengan Drama Korea

Judul dan isinya tidak konsisten

Banyak sinetron Indonesia, terutama yang telah tayang bertahun-tahun dengan ratusan bahkan ribuan episode yang isinya semakin jauh dari judul dan cerita pertamanya.

Contohnya saja sinetron Tukang Bubur Naik Haji, yang mengisahkan perjuangan Bang Sulam agar dia dan Ibunya Naik Haji.

Meski keinginannya sudah tercapai dan karakter utama dibuat telah meninggal, sinetron ini masih terus berjalan.

Pemeran karakter yang totalitas

Pemilihan karakter yang cukup ketat dalam drama Korea juga menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi netizen Korea yang bisa dibilang cukup ‘bar-bar’ dalam urusan mengkritik kemampuan akting seorang artis.

Hal ini cukup berbeda bila dibandingkan dengan sinetron, yang kebanyakan orang menganggap perlu peningkatan dalam urusan akting, jangan hanya menang tampang.

Jalan cerita yang itu-itu saja

Kalau yang satu ini standar ya, jatuh cinta, perselingkuhan, perebutan harta, dan yang sempat populer nih… lupa ingatan.

Kurangnya eksplorasi pada sinetron Indonesia terlihat dari jalan cerita yang sudah terbukti berhasil ‘dijual’ yang dibuat berulang-ulang kali.

Meski begitu drama Korea juga kadang terjebak untuk masalah ini, meski begitu mereka masih bisa memberikan bumbu rahasia yang membuatnya labih menarik.

Contohnya saja drama medis yang mengalami perjalanan waktu, ada banyak sekali drama korea dengan plot perjalanan waktu.

Property

Properti seperti lokasi syuting dan dekorasi yang kadang kurang niat bila melihat sinetron Indonesia.

Mungkin ini lebih ke masalah biaya produksi, karena untuk drama Korea biayanya sangat besar.

Contonya saja drama Goblin atau Guardian: The Lonely and Great God (2016) yang berbudget fantastis 15 Milyar Won yang setara Rp 177,8 Milyar (November 2021)

Soundtrack

Dengan industri hiburan yang sudah merambah pasar internasional, musik Korea juga dikenal di seluruh dunia.

Karena itu masuk akal apabila pembuatan soundtrack untuk setiap drama juga spesial karena bisa dijual dan memang banyak penggemarnya.

Di Indonesia konsep ini tidaklah asing, namun kebanyakan sinetron lebih memilih lagu yang sudah populer sebagai OST-nya. (Leo/Crs)

Baca Juga

Berita Hiburan

Jakarta, Layar.id – Sebuah drama dengan cerita yang menegangkan berjudul My Name sedang banyak diperbincangkan sejak tayang di Netflix seminggu yang lalu. Serial ini...

Berita Hiburan

Jakarta, Layar.id – Drama Hometown Cha-Cha-Cha sudah menyelesaikan 16 episode. Dari rangkaian cerita yang ada kita akan menemukan banyak emosi dan isu sosial. Pemeran dari...

Berita Hiburan

Jakarta, Layar.id – ‘Hometown Cha-Cha-Cha’ yang ditayangkan di tvN mencapai rekor pemirsa tertinggi untuk episode terakhirnya di sepanjang masa tayangnya. Pada tanggal 17 Oktober,...

Drama Korea

Jakarta, Layar – Sebagai pemeran utama dari drama terbaru MBC “The Red Sleeve Cuff”, Lee Se Young tampak antusias menceritakan detail karakter yang ia...