Connect with us

Film Indonesia

Setelah Lama Menghilang, Film Drama Musikal Kembali di Luncurkan dengan Judul “Buku Harianku”

Hai para Pelayar di seluruh Tanah Air, siapa di antara kalian yang dulu sampai sekarang suka sekali dengan film Sherina? Film dengan drama musikal ini menceritakan mengenai 2 anak remaja yang diculik saat sedang berpetualang di tengah hutan, lho! Karena ceritanya yang seru dan dikombinasikan dengan para pemain yang menyanyi, membuat masyarakat Indonesia jatuh cinta dengan film ini. Nah, untuk itulah, Bro’s Studio bekerja sama dengan Bluesheep Entertaiment kembali membuat drama musikal untuk mengobati rasa rindu para masyarakat terhadap film Sherina. Film yang dibuat oleh Bro’s Studio dan Bluesheep Entertaiment ini berjudul Buku Harianku.

Pada hari Senin, 9 Maret 2020, Bro’s Studio dan Bluesheep Entertaiment telah menggelar press screening dan press conference untuk para rekan-rekan media. Acara ini dihadiri oleh para crew serta pemain film ini yaitu Kila Putri Alam (Kila), Slamet Rahardjo (Kakek Prapto), Widuri Puteri (Rintik), Widi Mulia (Riska), Dwi Sasono (Arya Winoyo), Gary Iskak (Samsudi), dan masih banyak lagi pemain-pemain yang lainnya.

Film Buku Harianku ini sendiri menceritakan tentang seorang anak yang tinggal dengan ibunya saja karena ia telah kehilangan ayahnya saat gugur bertugas. Lalu, sang ibu mengajaknya untuk pergi ke rumah sang kakek untuk liburan sementara di Sukabumi, Jawa Barat. Lalu, seorang anak yang bernama Kila ini bertemu dengan seorang anak asisten rumah tangga di rumah kakek Prapto yaitu Rintik, ia adalah anak berkebutuhan khusus karena tidak bisa berbicara. Walaupun Rintik berkebutuhan khusus, Kila tetap menjadikan Rintik sahabatnya.

Sebenarnya, dari cerita di atas ini kita bisa melihat bahwa film ini banyak sekali mengedukasi kita, lho! Salah satunya yaitu jangan memilih-milih teman sekalipun ia berkebutuhan khusus. Untuk itu, karena banyak sekali edukasi yang bisa diambil, Slamet Rahardjo yang berperan sebagai kakek Prapto mengatakan “Film ini bukanlah film anak-anak! Melainkan film ini adalah film untuk semua umur. Mengapa? Karena di sini kita bisa melihat, betapa polosnya seorang anak kecil dan mereka melakukan apa yang mereka saat itu. Tidak ada pembohongan. Maka dari itu, film ini sangat mengedukasi agar berperilakukan seperti anak kecil, yang melakukan apapun dengan apa adanya” ujarnya.

Selain Slamet Raharjo, sutradara Angling Sagaran juga berkomentar mengenai film ini, “ada konflik antara mertua dengan menantu, kakek dengan cucu, ibu dengan anak, suami dengan istrinya, juga konflik-konflik sesama anak. Ada kesedihan dan perasaan haru. Sangat menyentuh. Cocok sebagai tontonan anak dan dewasa. Jadi secara singkat, film Buku Harianku ini bahan dasarnya adalah keluarga, sementara bumbunya adalah musikal” tuturnya. Andri Putra selaku salah satu eksekutif produser film ini juga ikut berkomentar “bahwa film ini yang menjadi unsur utamanya adalah lagu, di mana lagu-lagu tersebut ditulis untuk anak-anak dengan bahasa anak-anak, dan aransemennya tetap dibuat menghibur untuk anak-anak. Setelah menonton filmnya, orang masih bisa menikmati lagu-lagunya. Hal tersebut membuat pengalaman menikmati Buku Harianku tidak berhenti lewat film saja” ungkapnya.

Untuk para Pelayar yang ingin menonton bersama keluarga, teman, sepupu, adik, atau anggota keluarga kalian yang lainnya, datanglah ke bioskop pada tanggal 12 Maret 2020. Jangan sampai ketinggalan dan jangan spoiler juga yah Pelayar! See you!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Jangan patah hati! Tom Holland punya pacar baru, lho!

Gosip Artis

Netizen Penasaran! Reza Rahardian dan Prilly Latuconsina Tunangan?

Film Indonesia

Bioskop gagal buka lagi? Ernest Prakasa Batal Rilis Film Akhir Tahun Ini!

Film Indonesia

Bersiaplah! Putri Marino dan Angga Yunanda Bersanding di Film “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga”!

Film Indonesia

Advertisement
Connect
Newsletter Signup