Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film Barat

Resensi Film Ghost in The Shell : Perjuangan Mencari Identitas Manusia Robot

Ghost in the Shell

Film Ghost in the Shell menceritakan bagaimana kemajuan teknologi jika ditangan yang salah mampu menciptakan kejahatan yang mengancam dunia.

Perkembangan dunia digital telah mampu menembus batas rasionalitas manusia. Namun loncatan ini tidak melulu positif. Kejahatan karena ambisi untuk menguasai sesuatu kerap memanfaatkan kemajuan teknologi.

Film Ghost in the Shell garapan Dreamsworks secara gamblang menggambarkan hal tersebut. Rupert Sanders sebagai sutradara membedah satuan bernama Section 9, yang menjalankan sebuah misi top secret dalam penanganan kejahatan di Jepang yang dipimpin oleh Mayor Motoko (Scarlett Johansson).

“Film Ghost in the Shell yang resmi di rilis, Rabu (29/3) bisa menjadi tontotan scientific digital yang membawa Anda pada aplikasi super modern yang bisa mengubah manusia menjadi alat kejahatan”

Mayor Motoko, adalah manusia robot atau cyborg yang mengemban tugas ini. Bersama temannya seperti Bato (Pilou Asbæk) menjadi jantung misi sebuah perusahaan robotic bernama Hanka Robotics. Dalam operasinya mereka ditugaskan untuk mencari dan melenyapkan Hideo Kuze. Hal ini karena Kuze memberontak ingin lepas dari kekangan eksperimen manusia yang diupayakan untuk menjadi robot yang bisa diperintah sesuai dengan cip yang disematkan pasang pada otaknya.

Ghost in the Shell

Manusia Digantikan Robot

Padahal Motoko sendiri merupakan bagian dari eksperimen yang berhasil dilakukan oleh tim saintis perusahaan ini. Kisah ini semakin seru tatkala, Mayor Motoko yang mengincar Hideo Kuze, justru disadarkan bahwa mereka hanya dimanfaatkan untuk memuluskan napsu Cutter (Peter Ferdinando) sang pemilik Hanka Robotics, yang ingin menguasai kota tersebut.

Berbekal pencerahan dari Kuze, Motoko kemudian secara komprehensif mencari identitasnya. Dalam pencariannya. Motoko akhirnya berhasil menemukan identitasnya melalui pengorbanan ekstrim yang dibantu oleh dr Oulet (Juliette Binoche) yang sejak awal memindai data palsu di kepala Motoko dan mengoperasikan seluruh aplikasi di kepala Motoko.

Setelah mengumpulkan kepingan cerita dibantu data ‘ingatan’ dari dr Oulet, Motoko menemukan bahwa dirinya merupakan eksperimen robotical yang digunakan untuk kepentingan Hanka Robotics, Motoko pun menjadi pemberontak sehingga terjadilah pertempuran sengit antara Hanka Robotics dan kelompok Motoko.

Ghost in the Shell

Film Fiksi Ilmiah yang Menegangkan

Ingin memahami bagaimana dunia digtal dalam sistem robotic yang bisa memanfaatkan manusia sebagai alat tempur tanpa kompromi dan hati? Film Ghost in the Shell yang resmi di rilis, Rabu (29/3) bisa menjadi tontotan scientific digital yang membawa Anda pada aplikasi super modern yang bisa mengubah manusia menjadi alat kejahatan.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Jadwal Tayang

Layar.id – Di bulan Juli ini, Netflix banyak menghadirkan film terbaru, film dokumenter, reality show dan film-film dari berbagai genre dan negara yang siap...

Jadwal Tayang

Layar.id – Di bulan Juli, Viu akan menghadirkan banyak film dan drama Korea, variety show dan banyak anime Jepang yang segera tayang di Viu....

Film Indonesia

Last updated on 29 Juni, 2022 Layar.id – Reza Rahadian baru saja tampil dalam film terbarunya berjudul Garis Waktu dengan lawan main Michelle Ziudith,...

Jadwal Tayang

Last updated on 2 Juli, 2022 Layar.id – Ada banyak film dan acara TV yang segera tayang di aplikasi Viu, pada Juni ini akan...