Connect with us

Hi, what are you looking for?

TV

Simak Cuplikan THE HANDMAID’S TALE Serial Pemenang Tiga Penghargaan Golden Globe 2018

Simak Cuplikan THE HANDMAID’S TALE Serial Pemenang Tiga Penghargaan Golden Globe 2018

DIADAPTASI DARI BUKU, LAHIRLAH THE HANDMAID’S TALE SEBUAH SERIAL PEMENANG TIGA PENGHARGAAN GOLDEN GLOBE 2018.

Jakarta, Layar.id – Serial The Handmaid’s Tale awal tahun 2018 ini berhasil memenangkan kategori Serial Televisi Terbaik – Drama Golden Globe 2018. Kemenangan The Handmaid’s Tale ini mengalahkan sejumlah serial populer lainnya, seperti Game of Thrones dan Stranger Things.

The Handmaid’s Tale merupakan serial televisi Amerika yang diciptakan Miller berdasarkan novel bertajuk sama karya novelis Kanada, Margaret Atwood.

Sejak dirilis perdana pada 26 April 2017, The Handmaid’s Tale telah memenangkan sejumlah penghargaan prestise, seperti Primetime Emmy Awards 2017 dengan delapan piala, TCA Awards dan Gold Derby TV Awards.

Kini kabar terbarunya adalah kembali meraih penghargaan Emmy Awards 2018 untuk kategori Guest Actress in a Drama Series: Samira Wiley (The Handmaid’s Tale).

PENGGAMBARAN DISTOPIA

Simak Cuplikan THE HANDMAID’S TALE Serial Pemenang Tiga Penghargaan Golden Globe 2018

Novel The Handmaid’s Tale karangan Margaret Atwood yang terbit pada 1985 menempelkan citra ini pada pikiran kita. Mereka menggambarkan distopia masa depan di mana perempuan harus menjalani perbudakan reproduksi. Tujuannya adalah agar mengandung anak-anak kalangan elite. Ciri khas pakaian mantel merah serta topi putih itu adalah seragam tanda tunduk mereka.

Selama lebih dari tiga dekade, citra itu muncul di sampul berbagai buku di seluruh dunia, atau pada poster versi filmnya yang keluar pada 1990. Kemudian, muncul juga pada iklan-iklan untuk serial televisinya yang muncul pada 2017.

SINOPSIS SINGKAT

Simak Cuplikan THE HANDMAID’S TALE Serial Pemenang Tiga Penghargaan Golden Globe 2018

Serial ini mengisahkan kisah di masa depan ketika tingkat kesuburan manusia menurun akibat penyakit seksual dan pencemaran lingkungan.

Handmaid atau pelayan yang kita lihat di balik pakaian itu kemungkinan adalah Offred, narator kisah tersebut.

Sebagai pelayan di Republik Gilead, Offred secara rutin harus menuruti ritual seks dengan seorang komandan, Fred (namanya diambil dari nama si komandan, ‘of Fred’ atau milik Fred).

Dia adalah salah satu perempuan yang masih subur yang dikumpulkan untuk menjalani tugas reproduksi. Setelah banyak perempuan dari kelas yang berkuasa dinyatakan tidak subur karena terpapar racun lingkungan.

Ada perebutan kuasa yang terjadi untuk menggulingkan pemerintahan resmi AS dan mengubahnya menjadi negara teokrasi Gilead. Sebelum terjadi perang itu, dia menikah dengan seorang pria bernama Luke dan punya anak perempuan yang masih kecil.

BUKU NOVEL HANDMAID

Simak Cuplikan THE HANDMAID’S TALE Serial Pemenang Tiga Penghargaan Golden Globe 2018

Buku The Handmaid’s Tale diterbitkan pada 1985 dan langsung sukses mendapat tanggapan positif. Bahkan, masuk dalam salah satu nomine peraih penghargaan Man Booker serta Nebula.

Atwood menyebut novel itu sebagai ‘fiksi spekulatif’, sebuah karya yang membayangkan masa depan yang bisa terjadi jika tak ada kemajuan teknologi dari masa sekarang.

Dengan kata lain, dia menyampaikan, “Fiksi sains punya monster dan pesawat luar angkasa; fiksi spekulatif bisa benar-benar terjadi.”

Setiap aspek dari buku itu terinspirasi dari kejadian sosial dan politik dari awal 1980an, saat dia menulis buku itu.

Margaret Atwood, saat ini berusia 78 tahun. Ia pernah memenangkan Man Booker pada 2000 lewat The Blind Assassin. Bahkan beberapa karyanya yang lain juga sudah diadaptasi untuk televisi dan film, seperti Alias Grace.

Inilah yang membuat novel Atwood punya cara yang sedikit menyeramkan dalam menggambarkan suatu masa, bahkan sejak pertama kali terbit, ada banyak kejadian yang mirip.

Saat pertama terbit pada tahun 1985, Atwood mengambil kliping koran dari wawancaranya tentang buku itu. Ia ingin menunjukkan kebetulan-kebetulan di dunia nyata yang mirip dengan plot novel tersebut.

Karakter Serena Joy di The Handmaid’s Tale dulunya adalah seorang televangelis yang menjabarkan kebijakan teokratis yang kini memaksanya, dan perempuan lain, untuk hidup di rumah.

Atwood menulis soal Serena Joy, “Dia tidak lagi menulis pidato. Dia tak bisa lagi bersuara. Dia tinggal di rumah, tapi dia tak mendapat kepuasan di sana. Pasti dia merasa begitu marah, saat kata-katanya, apa yang dia inginkan, jadi kenyataan.”

MELALUI BERBAGAI RINTANGAN SEBELUM SUKSES

Simak Cuplikan THE HANDMAID’S TALE Serial Pemenang Tiga Penghargaan Golden Globe 2018

Film The Handmaid’s Tale, rupanya melalui berbagai fase perjalanan sebelum akhirnya berhasil menyabet berbagai macam penghargaan prestisius di bidang industri perfilman.

Pada saat muncul rencana difilmkan, sebagian besar studio tak mau meluncurkan film yang begitu penuh dengan tema perempuan, bahkan banyak aktris takut akan materi yang radikal itu.

Versi filmnya yang keluar pada 1990 kadang serius, kadang seksi, tapi juga menghambur-hamburkan talenta aktris sekelas Natasha Richardson dan Faye Dunaway.

Sutradara Jerman Volker Schlöndorff membayangkannya sebagai thriller seksual, jelas sebuah pemahaman yang salah akan materi aslinya.

Richardson yang memerankan Offred tak hanya kehilangan kekuatannya, bahkan naskah film menghapus narasinya, dan menghapus makna penting buku itu – namun dia diobjektifikasi.

Penilaian dari para kritikus pun sebagian besar negatif, dan film ini gagal di pasaran, dan hanya meraih $5 juta dari total anggaran $13 juta.

Sampai akhirnya tahun lalu, saat The Handmaid’s Tale mulai diputar di Hulu sebagai adaptasi serial televisi, maka novel itu diakui di budaya pop.

Produser serial itu mengubah beberapa detail untuk membawa ke masa kini. Contohnya dengan penggunaan teknologi modern seperti Uber, Tinder, cappuccino, dan situs Craiglist, dalam kilas balik ke kehidupan Offred sebelum menjadi handmaid.

MERAIH BEBERAPA PENGHARGAAN

Serial The Handmaid’s Tale ini berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi.

Di Golden Globe Awards 2018, The Handmaid’s Tale mendapatkan tiga nominasi. Yaitu Best Television Series – Drama, Best Actress – Television Series Drama untuk Elisabeth Moss. Kemudian Best Supporting Actress – Series Miniseries or Television Film.

Untuk kategori Serial Televisi Terbaik – Drama, The Handmaid’s Tale mengalahkan The Crown (Netflix), Game of Thrones (HBO), Stranger Things (Netflix), dan This Is Us (NBC).

Nah.., supaya tidak terlalu penasaran seperti apa serial The Handmaid’s Tale, simak dulu cuplikannya disini.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Film India

Jakarta, Layar.id – Bhool Bhulaiyaa 2 mengejutkan semua orang, dirilis di bioskop pada 20 Mei 2022, film ini telah mencetak rekor mengejutkan di box...

Film Animasi

Jakarta, Layar.id – Pada hari Rabu, situs resmi adaptasi anime televisi Kinsou no Vermeil telah memperlihatkan video promosi terbarunya. Video tersebut mengungkap lagu tema,...

Berita Hiburan

Jakarta, Layar.id – Dalam sekejap mata, bulan April akan segera terlewati, dan memasuki bulan berikutnya Mei. Meskipun produktivitas adalah kunci kesuksesan, namun jangan lupa...

Drama Korea

Jakarta, Layar.id – Yumi’s Cells akan kembali menampilkan Kim Go Eun sebagai Yumi. Serial TVING asli Yumi’s Cells musim kedua bahkan telah merilis poster...