Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film

Samson dan Delilah (1987): Aksi Malah Jadi Komedi

Paul Hay Sebagai Samson

Layar.id – Kisah tentang Simson atau lebih dikenal dengan Samson ada dalam Perjanjian Lama di Kitab Hakim-Hakim 13-16.

Dikisahkan seorang pemuda dengan kekuatan layaknya Hercules. Dan dengan kekuatannya tersebut, Samson gunakan untuk kebaikan terutama melawan penjajah. Namun berkat tipu daya wanita bernama Delilah, rahasia kekuatan Samson terbongkar. Samson kemudian dibutakan matanya, disuruh kerja paksa menggiling gandum.

Hingga akhirnya dia bertobat pada Tuhan. Kekuatannya muncul kembali. Dan dapat membalaskan perlakuan penjajah pada dirinya dan bangsanya meski pada akhirnya harus kehilangan nyawanya sendiri.

Cerita tentang Samson dan Delilah sendiri sudah banyak diadaptasi. Yang paling masyhur adalah film adaptasi Hollywood berjudul Samson and Delilah (1949).

Di Indonesia sendiri, kisah tentang Samson pernah diadaptasi. Salah satunya bertema komedi garapan sutradara Nawi Ismail, Samson Betawi (1975) yang diperankan oleh aktor legendaris Benyamin S.

Dan ada pula satu film lagi, garapan sutradara Naryono Prayitno dengan judul Samson dan Delilah yang lebih mengocok perut. Sebuah komedi kelas tinggi yang membuat anda mengernyitkan dahi.

 

Film rilisan 1987 ini mengadaptasi kisah Samson dengan latar belakang zaman kolonial.

Alur Cerita

Paiman (Paul Hay) adalah anak dari seorang serdadu VOC dengan perempuan pribumi. Masa kecil Paiman tidaklah bahagia. Dirinya kerap mendapatkan perundungan dari anak seusianya karena berambut pirang dan bermata biru. Sementara ibunya tewas di tangan tentara VOC.

Paiman lantas dibesarkan oleh kakeknya. Dirinya dibekali ilmu bela diri dan agama. Kekuatannya luar biasa. Dia bertekad untuk melepaskan desanya dari cengkraman penjajah. Paiman lantas ditakuti oleh tentara VOC.

VOC sendiri tidak tinggal diam, diadakannya sayembara bagi siapa saja yang berhasil mengalahkan Paiman. Namun semua jawara kampung tidak mampu melawan keperkasaan Paiman.

Hingga akhirnya Delilah (Suzzanna), putri tunggal residen VOC, menantang ayahnya. Delilah bisa mengalahkan Paiman yang ditemuinya di tepi pantai saat Delilah hampir celaka saat naik kuda.

Menurut Delilah, Paiman tidak dapat dikalahkan dengan kekuatan, melainkan dengan tipu muslihat. Agak ragu, akhirnya sang ayah mengizinkan Delilah untuk menangkap Samson.

Delilah dan Tangan Kanan Papa

 

Ulasan Film

Bagi para movie snob, film Samson dan Delilah ini tak lebih dari film sampah. Tapi tahukah mereka jika dialog bahasa Belanda antara Delilah dengan ayahnya dapat membuat minder Ibu Dara di film Rumah Dara yang mereka puja setinggi langit itu.  Dan jika dalam Samson Betawi,yang memang merupakan film komedi kita benar-benar disuguhi celetukan dan dialog lucu nan jenius khas Benyamin S, Mansyur, dan Hamid Arief, maka dalam Samson dan Delilah dialog atau quote-nya lebih dari itu.Seperti quote super jenius dari Paiman yang berkata bahwa dirinya sama sekali tidak membenci bangsa Belanda. Dirinya hanya membenci penjajahan yang tidak manusiawi.

Dan jangan lupakan perkataan Paiman saat menyelamatkan Delilah saat naik kuda yang menjadi quote andalan penggemar berat film ini:

“Kuda nona terlalu binal”

Juga bagaimana Paiman menolak dipanggil Samson oleh Delilah. Atau saat Paiman yang akhirnya terpedaya tipu daya duniawi padahal dalam beberapa detik sebelumnya, Paiman menegaskan menolak tipu daya tersebut.

Samson tidak mampu melawan godaan

Musuh-musuh Paiman pun sangat komikal. Ada yang berbentuk ajaib seperti manusia dengan satu mata, atau dukun ilmu hitam dengan topi menjulang yang diperankan oleh HIM Damsyik.

Aksi Ratu Horror, Suzzanna sebagai Delilah juga luar biasa. Selain dengan kostum dan penampilan yang selalu heboh, Suzzanna yang jarang-jarang tampil sebagai manusia sungguhan mampu memerankan Delilah dengan baik. Karakter penggoda namun ternyata masih anak papa.

Resensi Perjanjian Di Malam Keramat: Spektakuler!

Mungkin terlalu berlebihan jika menyebut Samson dan Delilah ini merupakan salah satu karya cult classic dan disandingkan dengan Golok Setan (1983) garapan Ratno Timoer.

Namun bagi yang ingin bersantai menyaksikan aksi dan komedi (sebenarnya tanpa maksud), maka Samson dan Delilah bisa menjadi pilihan tepat.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Film Indonesia

Layar.id – Pemerintah pada era Orde Baru memang secara halus melakukan propaganda lewat film ataupun sinetron.  Misalnya saja tentang gambaran keluarga rukun bahagia dengan...

Film Indonesia

Layar.id – Film dengan hantu baik hati sebagai pemeran utama cukup banyak jumlahnya. Casper misalnya. Sebagai hantu dia sangat friendly meski kemunculannya selalu membuat...

Film

Layar.id – Film action saat ngabuburit di Bulan puasa memang menjadi salah satu bagian yang penting untuk mengisi waktu luang. Selain mengisi dengan beragam...

Berita Hiburan

Terakhir diperbarui 11 Mei, 2022 Jakarta, Layar.id- Setelah meramaikan dunia kreatif dengan event Kompetisi Novel & Webton Total Hadiah 500Juta rupiah, Kwikku bekerjasama dengan...