Review 5 Centimeters per Second (2025) Live Action: Gagal Move On!

Adiyasa PrahendaFilm Jepang5 months ago4K Views

Review 5 Centimeters per Second Live Action

Layar.id – Bayangkan menunggu seseorang selama bertahun-tahun. Ketika akhirnya bertemu lagi, perasaan itu ternyata tidak ke mana-mana atau justru makin menyakitkan. Film 5 Centimeters per Second live action seperti mewakili semua orang yang pernah jatuh cinta, tapi harus bertepuk sebelah tangan.

Secara garis besar, ceritanya masih setia pada versi anime. Kisah dibagi ke dalam tiga era: Cherry Blossom, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Fokus tetap pada Takaki, yang dalam perjalanannya dekat dengan tiga perempuan berbeda. Penonton yang sudah familiar dengan animenya tentu tahu arah ceritanya akan ke mana. Namun, menariknya, versi live action ini menghadirkan pengalaman emosional yang terasa berbeda.

Cerita Sama Tapi Emosional Berbeda

Film 5 Centimeters per Second live action

(sumber: Toho)

Keunggulan utama versi live action justru ada pada pendekatan emosinya. Ada semacam “pesan magis” yang terasa kuat saat menonton. Meski begitu, bagi penonton yang jarang atau belum terbiasa dengan film Jepang, ritme ceritanya mungkin terasa lambat dan membosankan.

Alurnya seperti bergerak mundur lalu maju, kemudian mundur lagi dan maju lagi. Pola ini membuat kisah Takaki lebih banyak menggali relasinya dengan ketiga perempuan dalam hidupnya. Dari sini, terlihat jelas bahwa banyak hal yang terjadi bukan semata takdir, tapi juga akibat dari pilihan dan sikap Takaki sendiri.

Apakah ini penyesalan? Atau sekadar bukti bahwa Takaki tak pernah benar-benar bisa melepaskan masa lalu? Di titik inilah film berhasil membuat penonton gemas. Ya, gemas pada Takaki.

Akting Beneran Campur Aduk

Film 5 Centimeters per Second versi live action

(sumber: Toho)

Hokuto Matsumura sebagai Takaki menampilkan akting yang cukup kompleks. Dalam satu waktu, ia bisa membuat penonton kesal, lalu iba, kemudian tersentuh. Emosi senang dan sedih bercampur jadi satu.

Menariknya, justru karena aktingnya terasa hidup, rasa greget terhadap cara Takaki memperlakukan perempuan-perempuan di sekitarnya jadi makin kuat. Matsumura tampak sangat piawai menyampaikan emosi ke penonton, sementara Akari Shinohara hadir sebagai representasi cinta pertama—bukan hanya bagi Takaki, tapi juga bagi penonton.

Sinematografi Lebih Indah

5 Centimeters per Second versi live action

(sumber: Toho)

Dari sisi visual, live action ini terasa lebih runut dan emosional. Sinematografinya mampu menggambarkan kebahagiaan sekaligus kepedihan yang dialami Takaki, mulai dari lokasi-lokasi ikonik hingga detail sederhana seperti palang pintu kereta.

Kolaborasi antara cerita, akting, dan visual membuat film ini terasa pas sebagai adaptasi anime ke live action. Kisah perempuan-perempuan yang hadir dalam hidup Takaki semakin menegaskan betapa indah sekaligus menyakitkannya cerita ini.

Review 5 Centimeters Per Second

(sumber: Toho)

Pada akhirnya, film ini bertanya pada penonton, kamu mau move on atau tetap terjebak di masa lalu?

Secara cerita, 5 Centimeters per Second live action tergolong kuat. Meski mungkin agak sulit dicerna oleh penonton awam, bagi pencinta film Jepang, versi ini justru terasa lebih dalam dan menyentuh.

Rating Layar.id: 9/10.

Kamu mungkin tertarik membaca Review 5 Centimeters Per Second: Anime Penyayat Hati

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...