
Layar.id – Inilah yang jadi pertanyaan di kita semua. Kenapa Shutter asli bisa kalah jauh dari Shutter versi Indonesia. Bahkan Banjong sendiri malah kasih jempol ke Falcon berhasil bawa pesan yang Banjong maksud ke remake terbaru ini. Okelah ini adalah sebuah hidden message yang tidak tersampaikan di versi asli maupun remake Amerika Serikat. Inilah Review Shutter Remake Indonesia.
Ceritanya masih sama, ada seorang fotografer ternama dengan nama mentereng namun ia sendiri mendapatkan teror dari seseorang masa lalunya. Kemudian, teror ini merembet ke sahabatnya namun itu semua berakhir tragis. Lantas apakah ini lebih berhasil dari segi penceritaan ataukah ada yang mengganggu? Simak berikut ini, yuk.

Sebenarnya ini yang jadi kelemahan Shutter asli. Dari awal kisahnya pun masih berkutat di dunia kampus namun saat itu masih jauh dari kata isu kekerasan seksual dan pelecehan. Karena memang tahun itu social media belum terlalu booming. Bahkan efek jumpscare-nya pun masih belum banyak kepake.
Alhasil jadi film paling menyeramkan dan juga sangat menakutkan. kalau begitu bagaimana dengan Indonesia? Jelas penceritaannya pun solid karena bisa bawa kisah ini sedikit mundur waktunya. Tidak ikuti plek banget versi Thailand, malah coba dengan karakter tersendiri.
Hal tersebut membuat penceritaan ini lebih kena dan pesannya pun terkirim dengan mulus tanpa ada namanya menggurui. Dan saat flashback pun rasanya seperti punya satu bagian tersendiri dan tidak mengganggu sama sekali!

Sebenarnya sih Niken Anjani di film ini beneran menakutkan. Soalnya sosoknya ia sendiri jadi Lilies itu beneran lebih dari seorang perempuan gila yang tergila-gila dengan Darwin. Alias belum selesai hubungannya sama Darwin.
Sedangkan Darwin oleh Vino seperti kembali ke masa muda. Nakal tapi bertanggung jawab namun satu sisi masih bisa kita bilang ini Top Notch deh! Sedangkan Anya Geraldine menunjukkan kesan kalau Anya itu bukan lagi aktris pendatang baru. Lebih matang dan wise, cukup unik!
Donny Alamsyah adalah pion dari film ini. Desperate namun nakal adalah karakter paling terbaik. Desperate aktingnya pun sudah jadi pilihan tepat. Sungguh masterpiece sekali!

Entahlah apakah ini percobaan namun rasanya ganjalan itu ada di soundtrack. Mungkin saja bisa letakkan lagu OST-nya di akhir film atau ganti dengan ensemble lagu agar lebih dramatis saat Darwin dan Lilies bareng.
Dan bagian ini beneran lebih kena gong! Bahkan bisa bikin drama makin menyentuh apabila ensemble song dari soundtrack bisa lebih mendayu. Selebihnya sih suka dan mereka berusaha menyamai kondisi dari setiap potongan film versi aslinya.
Kesimpulannya adalah Shutter Remake Indonesia adalah Film dengan remake berhasil dan bikin copot jantung saja! Okelah ini review Shutter Remake Indonesia hanya 7/10!






