Review Qorin 2, Sisi Gelap Fedi Nuril Terkuak

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia5 months ago564 Views

Layar.id – Mungkin sebagian orang penasaran apakah Qorin dengan Qorin 2 ini bakalan jadi satu kisah yang berbeda? Jawabannya adalah, Iya. Qorin 2 sendiri memang berdiri sendiri namun alur cerita sampai persoalan yang ada pun sebenarnya lebih pas bisa bilang mirip. Bahkan, Qorin 2 ini seperti punya jembatan yang hampir mirip dengan Qorin sebelumnya. Penasaran bukan review Qorin 2?

Okelah bercerita tentang seorang anak bernama Jaya selalu jadi target perundungan. Membuat Makmur, ayahnya lakukan ritual yang sebenarnya mengganggu semua orang. Bahkan ia sendiri menargetkan orang yang tidak sudi membantu Jaya untuk bisa keluar dari jerat bullying tersebut. Soal cerita seperti apa? Simak dulu berikut ini.

Cerita Solid Tapi Agak Draggy

Ini yang bikin kita mikir apakah Lele Laila selalu memasukkan unsur agama dalam setiap penulisan? Jawabannya adalah IYA! Tapi apakah menjelang akhir terasa draggy? Jawabannya IYA juga! Entah kenapa, Lele Laila selalu saja mencoba untuk memasukkan unsur dramatis namun Act 3 ini terasa lebih draggy. Padahal depan mata, penyelesaian dari sebuah masalah pun terlihat jelas.

Bahkan kami seperti melihat Makmur harus melewati fase penghakiman yang sebenarnya tidak perlu ada dan sepatutnya kurang tepat saja. Ibaratnya, Ayahnya lakukan apapun itu namun satu sisi ini semua demi anak bukan?

Tetapi kehebatan Lele dalam membangun kisah di Act 1 dan Act 2 sungguh menakutkan. Bagaimana tidak, semuanya itu terasa Slow Burn alias bikin lama tapi beneran menakutkan. Kemudian, situasi mencekam dan ketidaktahuan pemeran utama soal sosok Ibu-nya itu bikin kita setengah tidak percaya. Bahkan Kepala Sekolah pun juga jadi korban dari ugal-ugalan Makmur.

Jelasnya, Lele Laila masih on the track dalam meskipun kali ini ia sendiri masih berusaha jelaskan penyelesaian di akhir saja.

Akting Menakutkan dari Fedi Nuril

Kembalinya Fedi Nuril namun bukan jadi pemeran pria dengan karakter punya istri lebih dari satu. Membuat kita berpikir, apakah gebrakannya adalah jadi orang jahat? Jawabannya, IYA! Memang jadi orang jahat itu adalah sisi kelam Fedi yang belum pernah kita lihat. Satu sisi, jalani hidup dan satu sisi lagi bisa jadi penjahat. Sumpah ini orang beneran beda banget!

Kemudian ada Wavi Zihan dengan karakternya sebagai Fitri dan suprisingly sangat apik dan rapih dalam mencari jawaban di tengah masalah yang ada. Kemudian Muzakki Ramdhan juga memang, anak ini kalau mau bilang the rising star ya bakalan jadi rising star di kemudian hari.

Tidak lupa, penghormatan terakhir Epy Kusnandar sebagai Pak Guntur. Beda level sebagai kepala sekolah namun seolah berikan penampilan terakhir yang sangat mulus dan selalu saja menampilkan sosok dengan ekspresi yang lebih menakutkan namun membekas di hati kita.

Satu sisi, Quentin Stanislavni adalah penerus Epy Kusnandar yang beneran terjun ke industri film. Tongkat Estafet yang beneran membuat sosok ini jadi karakter yang lebih mashygul.

Sinematografi Lebih berasa Tone Down

Tidak seperti film horor lainnya, Qorin 2 bawa angin segar kalau film ini lebih cocok jadi horor yang agak terang. Bayangin saja, semuanya masih bisa terlihat jelas namun kesan horornya itu lebih cocok jadi film dengan aura misterius.

Okelah, review Qorin 2 sendiri kita kasih nilai 7.5/10 deh.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...