
Layar.id – Pesona Davina Karamoy di film ini memang masih bisa imbangin manisnya Azela Putri. Mungkin Kuncen sendiri adalah film dengan konsep cerita menarik tetapi rasanya ada yang kurang sekali. Review Kuncen kali ini bakalan soroti berbagai macam masalah dari cerita sampai sinematografi yang sebenarnya bisa lebih baik lagi.
Review Kuncen kali ini mau gambarin kisah dari seorang penjaga gunung dan beberapa orang yang mencoba untuk melepaskan status kuncen ini untuk mendapatkan ilmu lebih tinggi. Namun, kuncen satu ini harusnya bisa jadi penyeimbang. Sayangnya meninggal tidak wajar, karena apa? Simak dulu deh berikut ini.

Kok begini ceritanya apakah Kuncen itu selalu jadi sasaran empuk para dukun hitam? Mungkin kesannya itu kaya ini lho dukun santet atau dukun apapun itu mau jabatan kuncen. Tujuannya ya supaya bisa menguasai ilmu kah atau memang jadi juru kunci kah? Ini motifnya sendiri jadi dukun ilmu hitam itu beneran membingungkan.
Kemudian bumbu komedinya itu lho beneran ada saja di setiap babak. Bahkan melebihi dari film itu sendiri. Seru sih, tapi lama-kelamaan malah jadi kaya film horor komedi dong. Namun, semua itu bisa teratasi dengan cerita yang sebenarnya lebih unik dan gunakan kesurupan untuk membuka tabir kalau desa ini bisa saja terkena serangan dari makhluk halus tersebut.
Cuma ya saat menit-menit akhir ini rasanya seperti terburu-buru. Karena sosok Nyai ini kurang dapat spotlight banyak, jadinya ya kurang banget. Terus pacarnya muncul dan kenapa bisa jadi kuncen itu prosesnya beneran bikin bingung semua orang.

Ini yang bikin kita mau ketawa dengan tingkah polos Vonzy. Beneran sepolos itu! Coba deh kalau nonton film dan lihat akting polos dari Vonzy, pasti bertanya anak ini pintar tapi lucu banget. Belum lagi celetukannya itu beneran dari hati banget. kemudian Cinta Brian sendiri sebagai Yoga memang punya naluri bagus dan sanggup berikan akting lebih luas.
Davina Karamoy, sukanya ini lebih berani berakting jadi seseorang lebih tegas dan berani menegur seseorang. Ini kita tunggu range akting terbaik Davina dengan sosok yang lebih tegas dan berani! Sedangkan Mojo alias Mikha Herman malah jadi orang paling kocak di film ini.
Sedangkan Azela Putri malah jadi karakte Awindya yang pintar dan juga keras kepala. Tapi lebih keras kepala Awindya ini. Memang keras kepala Awindya ini sangat matang oleh Azela. Cocok sih kalau dari kami.

Kok bisa ya gelap banget! Sumpah kita itu kaya melihat ada kegelapan absolut di beberapa adegan. Kaya terlalu berlebihan bukan sih? Terus beberapa adegan seperti irrelevant dan kurang waktu buat penjelasan. Sebenarnya banyak yang butuh improvement sih.
Setidaknya ini yang jadi penjelasan kami soal Review Kuncen dan nilainya sih 6.5/10! Jadi begitulah kisahnya deh.






