
Layar.id – Rumah produksi Falcon Pictures telah merilis film Miracle in Cell No. 7 versi sequelnya ke layar bioskop Indonesia! Film ini menyoroti kisah Kartika alias Ika, anak dari Papa Dodo setelah sang ayah menjalani hukuman mati. Kali ini, tim Layar.id akan memberikan review film 2nd Miracle in Cell No. 7 yang tayang di 25 Desember 2024.
SPOILER ALERT! Artikel ini akan mengandung spoiler untuk kebutuhan review, ya!~

Jadi, film 2nd Miracle in Cell No. 7 sebenarnya adalah film sequel dari film original Korea Selatan berjudul Miracle in Cell No. 7. Namun, negara Indonesia adalah negara pertama di dunia yang menerbitkan sequel dari film ini.
Secara keseluruhan, film kedua akan berfokus pada hidup Kartika pasca hukuman mati yang dijalani oleh Papa Dodo. Tetapi, film ini memberikan sentuhan menarik dengan alur maju-mundur. Penonton akan menyaksikan bagaimana pertemuan Papa Dodo dengan Mama Uwi, ibu dari Kartika, sebelum mereka menikah. Gemes? Bangeeet!
Mulai dari awal Papa Dodo naksir Mama Uwi, hingga mereka PDKT dan menikah. Banyak sentuhan haru yang diberikan oleh film 2nd Miracle in Cell No. 7 dari hubungan Dodo-Uwi. Terutama pada poin-poin dimana karakterisasi dan kebiasaan Mama Uwi turun pada Kartika. Mulai dari rasa terbang di sepeda balon Dodo hingga hitungan “Satu, dua, tiga!” antara Kartika dan sang Ayah.
Hubungan Kartika dengan Hendro (kepala penjara) dan Geng Napi yang dipaksa tarik-ulur oleh kepala penjara baru, Hengky, memberikan dinamika yang mengesalkan sekaligus bikin greget. Tapi, ada plot twist khusus yang menjadi sentuhan “sengit” bagi alurnya.
Frankly speaking, meski film kedua ini sukses menyajikan haru dan tawa bagi penontonnya, namun sequel-nya terasa lebih seru secara plot jika kita bandingkan dengan film pertama. Saking lucu dan gregetnya, rasa tawa itu lebih mendominasi ketimbang haru yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam film Miracle in Cell No. 7. Jujur, jadi seger banget, sih.

Oke, move on ke character reviews! Film 2nd Miracle in Cell No. 7 meng-highlight karakter Kartika, Dodo, Uwi, Hendro dan Hengky yang lebih mendominasi film ini. Khususnya hubungan antara Kartika-Hendro-Hengky yang bagai kucing-kucingan.
Karakter Hengky adalah karakter yang sukses bikin saya gregetan dan berdecak kesal tiap wajahnya nongol. Hengky adalah kepala penjara baru yang menggantikan Hendro setelah ia mengetahui aksi penyelundupan Kartika ke sel nomor 7. Yup, ibaratnya, Hengky ini adalah duri dalam daging Hendro—even Kartika dan Geng Napi. Karakter yang keras kepala dan culas. Totally my favorite.
Kedatangan baru dari karakter Mama Uwi yang lembut membawa kesan keibuan yang kental dalam film. Dari berbagai interaksinya dengan Papa Dodo, meski sekedar dikasih balon bunga dan kupu-kupu saat ia berulangtahun, Mama Uwi tetap menerimanya dengan kerendahan hati—sementara ia sendiri sedang berduka atas kematian suaminya. Jika Uwi adalah sebuah balon, maka Dodo adalah gasnya. Uwi memberikan warna pada Dodo yang membawanya terbang melambung ke puncak kebahagiaan.

Adalagi plot masalah dari Hendro yang menjadi ayah angkat Kartika. Selama ini, Hendro menutupi fakta menyakitkan tentang hukuman mati Dodo dari Kartika. Menurut Hendro, Kartika belum siap untuk mengetahui apa yang menimpa ayahnya. Tetapi, hal ini turut menjadi kritik bagi orang dewasa, bahwa tidak semua hal bisa menjadi white lies. Buktinya, tindakan Hendro berikut sang istri, Linda, justru lebih menyakitkan Kartika dari yang seharusnya.
Memang sih, fakta itu tidak dibongkar oleh Hendro langsung. Tapi yang menjadi perhatian adalah bagaimana cara orangtua atau orang dewasa menyikapi kenyataan pahit yang perlu diketahui oleh seorang anak. Cara Hendro dan Linda tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.
Terkadang, apa yang menjadi pertimbangan penting bagi orang dewasa justru berdampak lebih menusuk pada psikis seorang anak. Namun, permasalahan ini mendapatkan resolusi yang hangat dan merangkul dalam film 2nd Miracle in Cell No. 7. It warms your heart, at the very best way.
Baca Juga: 2nd Miracle in Cell No. 7 Hadir di 25 Desember 2024!
Baik. Dari segi plot dan karakterisasi, tim Layar.id memberikan skor 8/10 untuk film 2nd Miracle in Cell No. 7!~
Saya sudah berekspektasi akan menangis bombay selama menonton. Nyatanya, saya lebih merasa gregetan dan gemas. Plot di film kedua ini jelas lebih seru, tapi tidak sebawang film pertamanya. Juga, treatment yang lebih terasa lokal, membawa keunikan sendiri dalam sequel Miracle in Cell No. 7.
Review 2nd Miracle in Cell No. 7 tayang mulai 25 Desember 2024 di seluruh bioskop Indonesia. Review oleh Isaura Sallsabila dan Adiyasa Prahenda sebagai Editor.






