Box Office Minions & Monsters Lesu di AS, Pasar Global Jadi Penyelamat

BoyFilm59 minutes ago22 Views

Box office Minions & Monsters

Layar.id – Meski berhasil menjadi film nomor satu di box office Amerika Utara pada akhir pekan libur 4 Juli 2026, Minions & Monsters mencatat awal yang kurang menggembirakan.

Film animasi terbaru dari Universal dan Illumination ini hanya meraup sekitar US$62 juta (setara Rp1,1 triliun) dalam lima hari penayangan di Amerika Utara, menjadikannya pembukaan terendah sepanjang sejarah franchise Despicable Me dan Minions.

Berdasarkan laporan box office terbaru, Minions & Monsters mengumpulkan sekitar US$36 juta (setara Rp646 miliar) pada akhir pekan dan sekitar US$62 juta sejak mulai tayang pada Rabu. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi awal yang memperkirakan pendapatan bisa menembus US$80 juta (setara Rp1,43 triliun) selama periode libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Performa ini juga tertinggal cukup jauh dibandingkan film-film sebelumnya dalam franchise. Sebagai perbandingan, Minions: The Rise of Gru membuka penayangan lima harinya dengan pendapatan sekitar US$123 juta, sedangkan Despicable Me 4 mengumpulkan sekitar US$122 juta pada periode yang sama. Bahkan film pertama Despicable Me masih mencatat pembukaan yang lebih baik.

Meski demikian, hasil di pasar domestik tidak sepenuhnya mencerminkan performa film secara global. Minions & Monsters justru tampil lebih kuat di pasar internasional dengan pendapatan sekitar US$98,4 juta (satara Rp1,76 triliun) dari 72 wilayah. Secara keseluruhan, film yang disutradarai Pierre Coffin tersebut telah mengumpulkan sekitar US$160,6 juta (setara Rp2,88 triliun) di box office dunia hanya dalam pekan pertamanya.

Sambutan positif terhadap film ini juga terlihat di Indonesia. Minions & Monsters mulai tayang di bioskop pada 30 Juni 2026 dan terus menarik penonton selama pekan pertamanya. Berdasarkan data Cinepoint, hingga 6 Juli 2026 film ini telah mengumpulkan 498.332 penonton.

film Minions & Monsters

(sumber: Illumination)

Analis menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan performa Minions & Monsters di Amerika Utara tidak sekuat pendahulunya. Salah satunya adalah libur 4 Juli yang jatuh pada akhir pekan sehingga banyak masyarakat memilih menghadiri perayaan atau pesta daripada pergi ke bioskop. Selain itu, perhatian penonton keluarga juga terbagi dengan kehadiran Toy Story 5 yang masih tampil kuat pada pekan ketiganya.

Faktor lain yang banyak disorot adalah mulai munculnya gejala franchise fatigue atau kejenuhan terhadap seri Minions. Sejak film pertama Despicable Me dirilis pada 2010, Universal dan Illumination telah menghadirkan tujuh film dalam kurun 16 tahun. Frekuensi perilisan yang relatif rutin dinilai membuat antusiasme penonton tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu.

Meski pembukaannya menjadi yang terendah dalam sejarah franchise, Universal belum menganggap Minions & Monsters sebagai kegagalan. Dengan biaya produksi sekitar US$85 juta (setara Rp1,52 triliun), film ini masih memiliki peluang besar menghasilkan keuntungan berkat kuatnya pasar internasional serta pendapatan dari lisensi dan penjualan merchandise yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama franchise Minions.

Respon terhadap kualitas film juga tergolong positif. Minions & Monsters memperoleh skor 91 persen di Rotten Tomatoes, tertinggi sepanjang sejarah franchise, serta nilai A- dari CinemaScore. Capaian tersebut memberi harapan film ini dapat bertahan lebih lama di bioskop melalui promosi dari mulut ke mulut.

Cerita Minions & Monsters sendiri membawa penonton ke Hollywood era 1920-an ketika para Minions berusaha menjadi bintang film. Namun kemunculan era film bersuara membuat mereka kesulitan mempertahankan karier karena bahasa Minionese yang mereka gunakan tidak dipahami oleh manusia.

Pendekatan cerita yang berbeda dari film-film Minions sebelumnya juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat penonton di pasar domestik.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Previous Post

Next Post

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...