Review Mother Mary, Susahnya Minta Maaf

Adiyasa PrahendaFilm Barat1 month ago1.8K Views

Layar.id — Saat maaf terasa terlalu sulit untuk diucapkan, hubungan dua sahabat ini menjadi pusat emosi dalam Mother Mary. Mary dan Sam Anselm dulunya begitu dekat, tetapi jarak mulai tercipta ketika Mary menjelma menjadi penyanyi terkenal. Lalu, seperti apa sebenarnya kekuatan Mother Mary? Simak Review Mother Mary berikut ini.

Mother Mary bukan film yang bermain aman. David Lowery meracik kisah non-linear yang tidak hanya membahas persahabatan, tetapi juga dunia glamour, luka batin, dan jarak emosional yang tumbuh diam-diam. Lewat visual yang kuat dan narasi yang tidak biasa, film ini berhasil menjadi pengalaman yang menarik sekaligus emosional.

Kata Maaf yang Berputar Jauh

Pada dasarnya, Mother Mary adalah refleksi tentang betapa beratnya sebuah permintaan maaf ketika sudah terlambat. Film ini menyorot relasi Mary dan Sam yang perlahan retak. Mary terus menjauh, sementara Sam menyimpan harapan bahwa sahabat lamanya itu masih akan hadir dalam hidupnya. Dari situ, muncul rasa hampa yang pelan-pelan menggerogoti Sam.

Di awal, film ini memang bisa membuat penonton bertanya-tanya ke mana arahnya. Namun justru di situlah letak kekuatannya. Mother Mary membangun emosi sedikit demi sedikit, hingga pada akhirnya penonton sadar bahwa semua ini memang mereka rancang sebagai ruang refleksi. Meski berformat slow-burn dan mungkin terasa lamban bagi sebagian orang, pendekatan itu justru membuat pesan film ini terasa lebih dalam.

Ada beberapa bagian yang memang terasa terlalu panjang dan kurang memberi dorongan dramatik yang kuat. Tetapi ketika film memasuki babak ketiga, semua emosi yang ditahan akhirnya pecah dalam bentuk permintaan maaf yang menyakitkan sekaligus indah. Momen itu menjadi salah satu bagian paling kuat dalam film ini.

Anne Hathaway Tampil Berbeda

Anne Hathaway tampil jauh dari citra yang biasa melekat padanya. Dalam Mother Mary, ia memerankan sosok yang penuh tekanan, rapuh, dan dipenuhi penyesalan. Karakternya terasa seperti seseorang yang hidup dalam lingkaran rasa bersalah yang tidak selesai-selesai, sampai karier dan hidup pribadinya ikut mandek.

Sementara itu, Michaela Coel justru muncul sebagai pusat perhatian lain yang sangat kuat. Penampilannya tajam, unik, dan memikat. Di sisi lain, FKA Twigs lewat karakter Imogen juga berhasil mencuri perhatian sebagai sosok yang memberi warna berbeda dalam film ini.

Visual yang Memikat

Salah satu kekuatan terbesar Mother Mary ada pada visualnya. Film ini tampil besar, elegan, dan sangat memanjakan mata. Pendekatan non-linear yang digunakan juga terasa menyatu dengan tema cerita, sehingga emosi dua tokohnya bisa lebih mudah tersampaikan. Hasilnya, penonton bukan hanya mengikuti cerita, tetapi ikut tenggelam di dalam suasana yang dibangun film ini.

Mother Mary adalah film yang tidak cocok untuk semua orang, tetapi justru itulah daya tariknya. Ini bukan tontonan yang ramai dan mudah kalian cerna, melainkan film yang meminta penonton untuk sabar, membaca emosi, dan menerima bahwa tidak semua luka bisa selesai begitu saja. Karena itu, Layar.id memberi Review Mother Mary nilai 8,7/10.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...