
Layar.id – Kalau kalian pikir The Devil Wears Prada cuma bahas fashion dan drama kantor redaksi. Rasanya itu bukan yang kamu bahas secara mendalam. Karena film ini malah bahas tentang kekuasaan, dan apapun itu yang berkaitan dengan dunia fashion.
Dan sekarang, sekuelnya siap menggebrak kembali. Namun, bukankah Miranda Priestly masih jadi power icon? Atau siapakah yang Gen-Z pilih jadi mega power di sekuelnya kali ini. Karena jujur, belum tentu selain Miranda Priestly di The Devil Wears Prada 2!

Dulu banget, Figur seperti Anna Wintour adalah pusat gravitasi dari Industri Fashion. Kalau kalian masuk halaman Vogue, pasti karir akan naik level. Karena editor saat itu adalah “Dewa” di dunia fashion. Karir kalian sebagai model naik kelas, Fashion Brand langsung melejit kencang ke brand kelas atas. Karena mereka tahu siapa yang layak tampil dan siapa yang tidak.
Kalau di dunia Miranda Priestly, semuanya terjemahkan secara ekstreme sekali. Hanya dia yang ambil keputusan dan semua orang harus ikuti keputusannya. Dan tidak ada yang bisa membantah sama sekali. Tentu saja, validasi itu datang dari Miranda sendiri.
Sekarang? Tidak semudah itu! Karena semua orang punya akses sama dan bisa bersinar tanpa campur tangan seorang editor ternama.
Seperti hal-nya Gen Z, tidak perlu menunggu validasi dari seorang editor majalah Fashion. Tetapi, sebuah validasi dari followers mapun penonton di social media. Karena mereka bisa saja jadi konten kreator Tiktok, kemudian menjual brand fashion mereka di Live dan terjual lebih dari 1.000 pakaian. Semudah itu mendapatkan validasi dari pengguna sosmed.
Sebenarnya dengan kehadiran sosmed saat ini. Memperlihatkan kemampuan dari seorang editor itu sendiri memang tidak seberpengaruh itu.

Masalahnya bukan sekedar “Miranda Galak banget! Karena Gen-Z santai!” Bukan itu, terlalu dangkal sekali. Masalahnya adalah karakter dari Miranda yang memang terkenal dengan kontrol, kurasi ketat dan juga elitisme yang selalu mereka gaungkan di Film pertama. Sedangkan di film kedua ini ada rasa gamang ketika bertemu dengan anka Gen-Z dan mantan karyawannya yang sepertinya lebih mencoba untuk ikuti mereka.
Sebenarnya ini menunjukkan dunia yang sesungguhnya berubah selama 20 tahun terakhir. Meskipun gaya Miranda ini bakalan viral di X (Twitter) atau Tiktok. Namun, apakah berlaku untuk Anna Wintour?
Justru uniknya adalah Anna Wintour sendiri masih punya kendali di event besar. Kontrol terhadap Met Gala, sebuah fshion event skala besar dengan undangan yang beneran strict banget. Kemudian ia pun masih berhubungan para influencer, pembalap, politikus sampai para atlit. Semua ini beneran ia jaga hubungannya.
Artinya apa? Jelas Anna Wintour itu lebih fleksibel namun Miranda Priestly belum bisa fleksibel seperti Anna. Entahlah apa yang terjadi The Devil Wears Prada 2.

Sekuel ini bakalan punya pekerjaan rumah terbesar. Bagaimana Miranda membuktikan ia masih eksis di kalangan Gen-Z. Dan juga menerima Andi kembali bekerja di Runway. Sebenarnya sih, ada beberapa hal yang akan muncul di Devils Wear Prada 2 namun itu masih sebatas ramalan doang.
Pertama, Miranda dominan dan out of touch. Mungkin itu yang bisa terlihat dari Miranda di sekuel kali ini. Namun, yang kedua justru memperlihatkan bagaimana Miranda terpaksa beradaptasi dengan dunia digital dan influencer.
Atau Power shift ke generasi baru lewat Andy yang memang bisa jadi penerus Miranda selanjutnya. Ini terjadi di dunia nyata. Ketika Anna menyerahkan jabatannya ke salah satu penerusnya yang memang mengerti pasar Millenial dan Gen-Z bahkan Gen-A beneran berubah total secara pandangan dan juga hal lainnya.
Kalau melihat saat ini, mereka itu mirip. Tapi ya, semirip apakah itu masih abu-abu. Secara filmnya pun akan segera tayang akhir April 2026 nanti. Karena Anna Wintour dan Miranda Priestly ini punya kemiripan.
Jadi bersiap untuk nostalgia dan kembali jadi Fashion stylist di The Devil Wears Prada 2?






