Review Power Ballad, Bapak Gaul Vs Anak Muda

Adiyasa PrahendaFilm Barat8 hours ago53 Views

Layar.id – Entah jadinya kalau Bapak Gaul melawan anak muda, malah jadinya sebuah perkelahian tanpa dasar dan ujungnya cuma adu ego antara keduanya. Mungkin sih ini bentuk dari lucunya kedua orang ini di dalam film. Okelah, Review Power Ballad kali ini bakalan bahas betapa absurdnya hubungan antara kedua orang beda generasi musik tersebut.

Menceritakan Rick Powell yang terkenal dengan sebuah band Rock. Kemudian menetap karena bertemu dengan istrinya di Irlandia. Suatu hari, ia bermain dengan Band Weddingnya bertemu dengan Danny Wilson. Namun pertemuan itu justru membuat Rick terasa seperti cuma mainan atau tidak mentahannya Danny. Lantas, apa yang terjadi setelah lagu itu meledak?

Ceritanya sih Ringan dan Lucu

Namun di sinilah film mulai terasa gamang. Setelah rahasia dari balik lagu tersebut akhirnya terungkap, John Carney seolah lebih tertarik pada kepuasan emosional Rick Powell ketimbang konsekuensi dari Kebenaran itu sendiri.

Lantas, apakah hubungan Rick dan Danny benar-benar membaik? Bagaimana dampaknya terhadap karier Danny Wilson? Adakah kesepakatan baru yang lahir dari konflik tersebut? Rasanya itu semua tidak pernah berikan jawaban yang jelas banget di Power Ballad.

Memang bisa saja Carney sengaja banget memilih ambiguitas. Bagi Rick, mungkin pengakuan atas karya dan makna lagu itu sudah cukup menjadi penutup perjalanan emosionalnya. Karena tujuannya adalah bukan uang, namun pengakuan dan penjelasan arti dari lagu tersebut. Namun pendekatan ini membuat konflik utama terasa menggantung. Terkesan film ini berhenti tepat ketika penonton mulai melihat adanya konsekuensi atau kekacauan yang terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, dominasi komedi membuat kelemahan tersebut semakin terasa. Lelucon khas bapak-bapak, interaksi absurd antara Rick dan Danny, hingga berbagai momen chaos yang menghibur justru lebih membekas daripada perkembangan dramanya sendiri. Akibatnya, Power Ballad jadinya tetap ringan dan menyenangkan untuk kalian ikuti. Tetapi tidak sepenuhnya berhasil memberikan penutup emosional yang sekuat perjalanan karakternya.

Soal Akting Lucu dan Serius Keduanya

Paul Rudd mungkin salah satu aktor dengan gaya wajah paling susah untuk serius. Sekalipun dia serius rasanya banyak sekali gimmick-gimmick tidak penting itu malah lucu sekali. Memang Paul Rudd itu secara penampilan suka banget lucu.

Berbeda dengan Paul Rudd yang bahkan saat serius masih punya energi komedi alami yang membuat karakternya tetap hidup, Nick Jonas justru terasa datar dan terlalu sadar kamera. Aktingnya seperti belum benar-benar menyeberang ke wilayah karakter; yang terlihat lebih dulu adalah persona Nick Jonas ketimbang Danny Wilson. Hasilnya, performanya terasa malas, aman, dan kurang punya daya ubah.

Visual-nya Indah Banget

Carney tampaknya paling kuat saat mempertemukan optimisme musik dengan kegagapan hidup sehari-hari. Masalahnya, di film ini ia terlalu nyaman bermain di area hangat itu sampai konflik utamanya tidak pernah benar-benar mengeras.

Rasanya itu melihat Carney mencoba penonton untuk tidak terlalu serius di filmnya. Hangat dan penuh solusi meskipun terasa cukup aneh untuk ukuran film sih.

Kesimpulan

Pada akhirnya, film ini tetap menjadi tontonan yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang mencintai musik dan cerita tentang orang-orang yang sedang mencari arti hidupnya sendiri. John Carney sekali lagi menunjukkan kemampuannya meramu humor, musik, dan kegelisahan hidup menjadi sebuah sajian yang hangat sekaligus sedikit melankolis.

Memang ada beberapa bagian yang terasa kurang tuntas, terutama dalam penyelesaian konflik yang dibangun sepanjang film. Namun kekurangan tersebut tidak sampai merusak pengalaman menonton secara keseluruhan. Justru chemistry para karakternya, dialog yang ringan, serta nuansa musik yang kuat membuat film ini tetap mudah dinikmati dari awal hingga akhir.

Bukan film terbaik John Carney, tetapi tetap sebuah drama komedi musikal yang santai, menghibur, dan punya hati. Film ini layak masuk daftar tontonan. Nilai 7/10 untuk Review Power Ballad terasa cukup adil untuk film yang nyaman dinikmati, meski belum sepenuhnya memaksimalkan potensi dramanya.

 

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...