Review Film Us (2019): Kembaran ada di Atas Sana

Isaura SalsabillaFilm Barat1 year ago742 Views

Layar.id – Pernah nggak sih nonton satu film yang bener-bener bikin capek pikiran, mata dan batin? Itulah bentuk review sesingkat-singkatnya buat film Us (2019): nguras energi. Film Us adalah sebuah psychological horror yang merupakan karya sutradara sekaligus penulis Jordan Peele. Karakter utama dalam film Us, Lupita Nyong’o, akan bergulat dengan sosoknya sendiri. Alias dopperganger-nya!

Berikut review Film Us (2019) dari Layar.id. Artikel ini akan berisi spoiler demi kebutuhan review, ya.

Mirror Mirror on the Wall

Kaca. Suatu hal yang jadi poin utama dari cerita film Us. Karakter utama, Adelaide, adalah seorang gadis yang saat itu tengah berada di sebuah festival. Mirip-mirip pasar malem, gitu. Letaknya di suatu pantai di Santa Cruz.

Pada hari itu, Adelaide masuk ke satu wahana funhouse yang isinya adalah rumah kaca. Namun, salah satu refleksi kaca itu justru menghantui hidup Adelaide selama ia hidup. Bahkan sampai Adelaide menikah.

Unsur kaca dalam film ini (secara harfiah) menggambarkan posisi Adelaide yang punya doppelganger dan ketemu si Red, alias doppelganger-nya, lewat cermin tersebut. Nggak cuma Adelaide, satu keluarganya di masa yang akan datang turut bermasalah sama urusan doppelganger ini.

The Tethered-Twins

Kemunculan Red dan seluruh keluarganya—Abraham, Umbrae, Pluto—jadi mimpi buruk bagi keluarga Wilson. Menariknya, kata sutradara Jordan Peele, film Us sebenarnya punya keterkaitan erat antara kepercayaan agamis dan dunia nyata.

Pada akhir film, Us sejatinya menceritakan bentuk kritik sosial antara orang-orang yang punya akses terhadap berbagai kesempatan (privileged) dan mereka yang hidupnya serasa berujung tembok.

Adelaide Wilson (Lupita Nyong’o) and her doppelgänger Red (Lupita Nyong’o) in “Us,” written, produced and directed by Jordan Peele.

Di awal film, sebuah televise menunjukkan tayangan Hands Across America. Sebuah gerakan dari orang-orang untuk bergandengan tangan (tanda solidaritas) guna mengumpulkan uang bagi fakir miskin. Menariknya, logo pegangan tangan itu merefleksikan para doppelgangers yang muncul dengan setelan berwarna merah.

Tujuan mereka pun sama: merubah dunia supaya menjadi lebih “baik”. Untuk maksud dari dunia mana yang jadi lebih baik, itu balik ke mereka masing-masing, sih.

Be Careful of What You Wished For

Petunjuk lain muncul dari seorang tunawisma dengan papan kayu bertuliskan Jeremiah 11:11. Dalam satu adegan, Adelaide bercakap kecil anaknya, Jason, pada jam 11:11 PM. Jadi, apa arti dari 11:11 ini?

Mungkin kalian pernah dengar kepercayaan kalau 11:11 merupakan waktu ajaib—waktu malaikat, atau angka malaikat—yang membuat orang-orang kerap memanjakan doa mereka di menit tersebut.

Review Film US

 

Jadi, angka 11:11 dipercaya memberi tanda atau artian terkait suatu nasib yang baik. Namun, bagaimana dengan surah Alkitab yang tertera di papan sang tunawisma? Jeremiah 11:11 berbunyi: “Sebab itu, begini firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepada mereka, yang tidak dapat mereka hindari, dan sekalipun mereka berseru-seru kepada-Ku, Aku tidak akan mendengarkan mereka.

Di sisi lain, Jason adalah anak yang sangat suka bermain korek api. Sedangkan twins-nya, Pluto, mengenakan masker karena setengah wajahnya terbakar. Apakah luka bakar milik Pluto berkaitan dengan angka 11:11 yang muncul di kamar Jason?

Review Film US

Atau, angka tersebut adalah bentuk “warning” akan kedatangan para Tethered yang menghukum para pendosa dengan sebilah gunting sebagai konsekuensi.

Mungkin itu juga yang membuat Jason bisa mengalahkan Pluto dengan kecerdikan triknya.

Overall Review

Film Us adalah film yang sukses bikin kepala sakit. Sakit karena mikir, dagdigdug serr, sekaligus gregetan! Rasanya udah nggak kehitung berapa kali saya mengerutkan dahi atau menarik ekspresi saking capeknya nonton film yang satu ini. Truly recommended.

Jordan Peele dengan cerdiknya mengaduk-aduk emosi penonton lewat ekspresi wajah setiap peran. Perbedaan ekspresi ini justru ngebuat filmnya lebih menakutkan. Di saat karakter aslinya menangis ketakutan, doppelganger mereka hanya tersenyum lebar dengan tatapan tajam.

 

Review Film US

Doppelganger terseram? Tentu saja karakter Umbrae milik Zora Wilson, seorang remaja yang terus sibuk dengan ponselnya. Berbeda dengan ayahnya, Abraham (doppelganger milik Gabe) yang lebih terlihat submissive, Umbrae justru sama dominannya dengan sang ibu, Red. Sedangkan karakter Pluto bertingkah seperti kera yang aktif kesana kemari.

Layar.id memberikan skor 9/10 untuk film Us yang thrilling, gregetin, dan pusingin!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...