Film Barat

Potret Motherhood Masa Kini di Film Tully

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41

Sudah nonton film Tully? Marlo, seorang ibu di usia 40-an dengan tiga anak. Kewalahan dengan bayinya yang baru lahir, Ia pun menerima saran kakaknya untuk mempekerjakan night nanny. Hadirlah Tully, wanita 26-tahun yang mulai menyelamatkan hidup Marlo namun juga membuatnya merindukan masa mudanya.

Film yang rilis di bulan Mei kemarin ini merupakan hasil kolaborasi antara sutradara Jason Reitman dan penulis naskah Diablo Cody yang ketiga kalinya, setelah Junno dan Young Adult. Membuat kita teringat dengan film Young Adult, sutradara Jason Reitman kembali menggandeng Charlize Theron untuk memerankan Marlo. Saat Juno lebih focus pada remaja yang menemukan kedewasaan setelah hamil di luar nikah, film ketiga mereka ini menyajikan potret kehidupan Marlo yang jatuh ke dalam realitas kehidupan seorang ibu dari tiga anak yang berantakan dan melelahkan.

Pesona Charlize Theron Dalam Potret Dilema Hidup Para Ibu di Usia 40-an

Bukan hal yang mudah bagi Marlo saat ia melahirkan bayi perempuan di usia-nya yang sudah memasuki kepala empat dengan dua anak yang juga masih kecil. Anak laki-lakinya sering bermasalah di sekolah dan membutuhkan perhatian khusus , selain itu ia hampir tidak punya waktu untuk anak perempuannya. Drew, suami Marlo yang diperankan oleh Ron Livingston, adalah sosok suami pada umumnya yang penyayang namun lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja siang malam dan jarang hadir untuk istri dan anak-anaknya. Drew sama sekali tidak memiliki gambaran tentang depresi yang sedang dialami istrinya.

Kakak Marlo (diperankan oleh Mark Duplass), Craig, yang kemudian menawarkan Marlo untuk mempekerjakan night nanny, pengasuh bayi yang datang pada malam hari dan menjaga bayi tersebut sepanjang malam hingga pagi sementara ibunya tidur. Setelah kelahiran bayinya, Marlo semakin tidak memiliki waktu untuk mengurus putranya yang terus bermasalah di sekolah dan putrinya yang selalu tidak puas dengan dirinya. Kewalahan dan kelelahan dengan ketiga anaknya, Marlo yang awalnya menolak keras untuk menggunakan pengasuh akhirnya luluh dan menerima tawaran dari kakaknya, hingga datanglah Tully.

Mackenzie Davis Memukau Penonton Sebagai Tully

Tully yang diperankan oleh Mackenzie Davis membuat penonton terpukan dengan kehadirannya. Wanita berusia 26 tahun ini memiliki kepribadian yang sangat menarik dan semangat yang luar biasa. Ia pun mulai menyelamatkan kehidupan Marlo perlahan-lahan, dimulai dengan Marlo yang dapat beristirahat di malam hari sejak kedatangannya. Tak hanya membantu Marlo dengan bayi perempuannya, Tully pun membantu Marlo dengan anak-anaknya yang lain. Pernah pada suatu pagi, Marlo menemukan Tully meninggalkan cupcake buatannya untuk putranya. Marlo pun membagi-bagikan cupcake itu pada teman-teman kelas putranya. Hal ini membuatnya merasa lebih baik setelah sebelumnya banyak masalah yang menyangkut anaknya.

Plot film ini menjadi jauh lebih menarik setelah kehadiran Tully yang membangkitkan kembali semangat dan sinar di wajah Marlo. Kepribadian Tully yang bebas dan menyenangkan membuat Marlo teringat pada dirinya di masa lalu sebelum ia memutuskan untuk menikah dan memiliki tiga anak. Mackenzie Davis tampil luar biasa dengan aktingnya yang hidup. Sang sutradara, Reitman, pertama kali tertarik dengan acting Davis di film Breathe In dan Halt. Davis sendiri mengakui ia sangat menikmati perannya sebagai Tully sekalipun ini cukup berbeda dengan peran-peran yang pernah ia mainkan sebelumnya.

Chemistry Kuat Theron-Davis

Akting kedua pemeran utama yang luar biasa tidak dapat terlepas dari chemistry yang terbentuk di antara keduanya. Reitman mengatakan Charlize Theron dan Mackenzie Davis merupakan dua aktris brilian yang secara kebetulan memiliki chemistry yang begitu natural.

Jason Reitman dan Diablo Cody telah berusaha untuk membuat film yang mengkonfrontasi kegelisahan seorang ibu, bukan hanya tuntutan fisik dan kelelahan, namun perjalanan keseharian ibu yang pada titik tergelapnya dapat merasa kehilangan jati dirinya.

Secara tanpa disadari, Tully menjadi film yang membawa kembali sentuhan indah sutradara Jason Reitman, mewakili karya terbaik penulis Diablo Cody setelah Juno dan mengingatkan kita mengapa Charlize Theron pantas untuk mendapatkan Oscar di tahun 2004 lalu. Tully merupakan salah satu film wajib tonton di 2018 ini. Jadi, jangan sampai kelewatan!

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top