
Layar.id – Mau bilang film Shutter (Versi Thailand) adalah versi terseram dan menakutkan dari beberapa versi yang ada. Malah versi US tidak menyeramkan malah cenderung ke cerita yang sangat berbeda dari apa yang terjadi di Thailand. Setidaknya, Review Shutter ini jadi gambaran buat generasi sekarang yang baru kenal Shutter Thailand.

Soalnya, belum banyak yang kenal dengan film aslinya atau memang belum tahu kalau horor pada masa-nya itu terutama di Thailand sendiri paling bagus ya ini, Shutter. Inilah yang membuat banyak penggemar horor Asia itu paling suka dan tergila-gila dengan film tersebut.
Seperti apa sih filmnya dan kenapa bisa seseru itu filmnya? Simak dulu berikut.
Memang, kekuatan jumpscare di film ini rasanya lebih menarik. Pasalnya, di era tersebut film horor masih pakai cerita nyata. Selain itu, kekuatan cerita dan jumpscare-nya tidak berlebihan sama sekali. Secara cerita juga masih relevan. Bayangin coba arwah perempuan yang pernah kalian perkosa itu muncul dan hantui seluruh orang yang terlibat.

Termasuk saat Jane sendiri mencari tahu lewat foto dan menemukan sosok Natre yang selama ini dekat dengan Tun. Setelah itu, semua teror muncul dan mengenai sosok Tun. Memang, ceritanya lebih natural tapi tensi horornya itu lho bikin jantung berdegup kencang dari biasanya.
Selain itu, masih sama dengan formula film horor asia adalah kematian dari seluruh temannya. Ini yang membuat nalar orang semakin yakin kalau itu semua adalah karma atau balas dendam dari hantu tersebut. Sedangkan Tun? jelas lebih tidak mengenakkan sekali.

Jelas soal ini mah Gambar dan tata suara Film Shutter adalah gambaran kalau film Asia sendiri memang bagusnya seperti inilah. Jadinya bukan berarti lebih menakutkan tapi fascinating pada zamannya. Bahkan kami saja saat nonton remastered pun lebih kacau lagi suaranya beneran lebih mantap!
Bukan kami underestimate tapi merasa kalau film ini sudah 20 tahun dan sepertinya memang lebih cocok sebagai cult horor Asia paling keren setelah Pocong dan Jelangkung. Selebihnya, menarik untuk kita tonton sih film ini, apalagi buat yang penasaran sama horor Thailand era 2000-an. Jadi, Review Shutter kali ini agak berbeda bukan?






