Review Phi Phong, Ada yang Hilang dari Film ini

Adiyasa PrahendaFilm Asia2 hours ago43 Views

Layar.id – Baru kali ini Film dari Vietnam masuk ke Indonesia. Dan gebrakan pertama adalah Folklore Horor pertama mereka. Kebetulan sekali Legacy Picture bawa film ini dan banyak sekali kemiripan dengan Indonesia. Apa sih yang membuat Phi Phong sendiri jadi film dengan horor dan drama yang terasa berbeda. Seperti apa Review Phi Phong kali ini? Simak saja dulu deh.

Phi Phong: The Blood Demon mengisahkan tentang sebuah desa pegunungan terpencil di Vietnam yang dicekam ketakutan akibat serangkaian kematian misterius dan mengerikan. Ketika malam tiba, sesosok iblis legendaris penghisap darah yang menyamar sebagai warga biasa pada siang hari mulai berburu dan memangsa para penduduk. Teror semakin mencekam saat rahasia kelam di balik asal-usul kutukan kuno tersebut perlahan terungkap dan mengancam keselamatan seluruh desa.

Cerita Unik Tapi Seperti Ada Yang Hilang

Namun masalah terbesar Phi Phong bukan terletak pada sosok iblis penghisap darahnya, melainkan pada cara film menjelaskan dunia yang dihuni para karakternya. Film berkali-kali menampilkan ritual, tradisi, hingga lokasi-lokasi sakral yang memiliki peran penting dalam cerita, tetapi minim konteks yang membuat penonton memahami mengapa semua itu penting.

Akibatnya, banyak momen yang seharusnya terasa mengerikan justru berubah menjadi membingungkan. Kematian sang dukun di awal film. Misalkan, nasib ibu Con yang menjadi salah satu pemicu konflik. Film seolah mengisyaratkan bahwa ada hubungan erat antara tragedi tersebut dengan sejarah desa. Kepercayaan masyarakat, dan kemunculan Phi Phong. Sayangnya, hubungan itu tidak pernah jelas secara utuh.

Hal serupa terjadi pada berbagai elemen budaya yang terus mereka perlihatkan sepanjang film. Keberadaan makam di dalam gua, ritual-ritual tertentu, hingga hubungan masyarakat desa dengan kutukan yang mereka yakini lebih sering muncul sebagai ornamen ketimbang bagian penting yang membantu penonton memahami cerita.

Informasi yang seharusnya menjadi fondasi justru tersimpan terlalu lama atau tidak menjelaskan masalah dengan cukup jelas. Akibatnya, mitologi Phi Phong yang seharusnya menjadi pusat cerita malah kalah menonjol daripada drama dendam dan tuduhan palsu antar karakter. Film pun terasa terlalu panjang untuk konflik yang sebenarnya bisa selesai lebih ringkas apabila aspek folklorenya mendapat porsi pengembangan yang lebih baik.

Phi Phong terasa seperti film yang memiliki mitologi menarik tetapi terlalu sibuk menyembunyikan penjelasannya sendiri. Ketika penonton lebih banyak bertanya tentang aturan dunia yang sedang mereka lihat daripada merasa takut terhadap ancamannya. Maka horor yang mereka bangun pun kehilangan sebagian kekuatannya.

Akting Bagus Tapi Belum Cukup

Untungnya, kebingungan yang muncul dari naskah tidak sepenuhnya menular ke para pemainnya. Kieu Minh sebagai Con, Đoàn Minh Anh sebagai Duong, dan Diệp Bảo Ngọc sebagai Mon mampu menjaga emosi cerita tetap berjalan meski dunia yang mereka huni tidak selalu mereka jelaskan dengan baik. Ketiganya berhasil membuat hubungan antar karakter terasa meyakinkan sehingga penonton masih memiliki pegangan ketika lapisan mitologi dan ritual mulai terasa membingungkan.

Kalau melihat dari sisi ini, Akting merekalah penyelamat film ini karena mereka berhasil menyampaikan apa yang terjadi di dalam film ke penonton.

Visual lebih engaging

Yang menarik, Phi Phong justru terasa lebih hidup ketika tidak sedang menjelaskan mitologinya. Film ini mampu membangun rasa tidak nyaman melalui suasana, ekspresi para pemain, dan lingkungan desa yang terasa terisolasi. Ada perasaan bahwa ancaman bisa datang dari mana saja, bahkan sebelum sosok Phi Phong benar-benar menjadi pusat perhatian. Dalam momen-momen seperti ini, film berhasil menunjukkan bahwa horor tidak selalu lahir dari kemunculan monster, melainkan dari atmosfer yang perlahan menekan penontonnya.

Kesimpulan

Review Phi Phong ini beneran memperlihatkan kalau cerita tanpa ada sedikit penjelasan pun soal budaya ini akan terasa membingungkan. Namun, kesan dari Phi Phong adalah membuka cakrawala baru soal budaya Vietnam dan suku pedalaman yang memiliki satu garis kesamaan, soal entitas penghisap darah. Nilai-nya 7/10 deh.

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...