Film

Keren! Film BUFFALO BOYS Dipilih Singapura Di Ajang Oscar 2019

Film BUFFALO BOYS Dipilih Singapura Di Ajang Oscar 2019
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

BUFFALO BOYS ADALAH FILM APIK YANG BISA DISEBUT SEBAGAI FILM KOLABORASI ASIA TENGGARA. FILM INI DIPILIH SINGAPURA DI AJANG OSCAR 2019.

Jakarta, Layar.id – Berbagai macam judul film dengan genre drama, komedi dan horor sedang tumbuh mewarnai industri perfilman di Tanah Air saat ini. Salah satunya adalah besutan sutradara Mike Wiluan yang berjudul Buffalo Boys.

Mike Wiluan mencoba menampilkan hal yang baru mulai dari plot cerita hingga atmosfer yang berbeda saat dituangkan ke dalam sebuah film.
Film ini mengambil latar kehidupan di Jawa pada abad ke-19 yang ditampilkan dengan gaya Wild West. Kisahnya mengusung tentang sejarah dan budaya Indonesia di era penjajahan Belanda.

Mike selaku sutradara sekaligus produser menyampaikan bahwa film itu dibuat untuk mengingatkan generasi milenial tentang sejarah di masa penjajahan Belanda. Dimana, masa itu penuh dengan tantangan dan ketidaksetaraan yang harus dilawan orang Indonesia.

Meski ceritanya lokal, namun pengarapan film ini dilakukan ala Barat. Bisa dibilang bahwa Buffalo Boys, adalah film gabungan era Wild West dan Kolonial Belanda yang kental.

RINGKASAN CERITA

Film BUFFALO BOYS Dipilih Singapura Di Ajang Oscar 2019

Buffalo Boys mengisahkan dua bersaudara anak Sultan, yaitu Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso). Mereka ingin membalaskan dendam ayahnya setelah bertahun-tahun diasingkan di Amerika Serikat. Padahal ayah mereka adalah seorang Sultan.

Bersama sang paman, Arana (Tio Pakusadewo) mereka pulang kampung untuk merebut keadilan di Tanah Jawa, tempat mereka dilahirkan. Pembalasan dendam ditujukan pada Van Trach (Reinout Bussemaker), Kepala VOC yang bertindak kejam dan semena-mena di daerah tersebut.
Misi mereka pun bersamaan dengan Kiona (Pevita Pearce), putri kepada desa.

Selain Ario dan Yoshi, film itu juga dibintangi oleh Mikha Tambayong (Sri), Happy Salma (Seruni), Zack Lee, Hannah Al Rasyid, serta Alex Abbad (Fakar).

TAYANG PERDANA DI KANADA

Film BUFFALO BOYS Dipilih Singapura Di Ajang Oscar 2019

Buffalo Boys diputar world premiere pada Festival Fantasia di Auditorium Des Diplomes de la SGWU, 1455 Boulevard de Maisonneuve O, Montreal, Kanada.

Pada bulan yang sama, film ini juga menghiasi Festival Film Asia New York. Sedangkan di Indonesia film ini telah tayang pada 19 Juli lalu.

DIPILIH SINGAPURA UNTUK AJANG OSCAR 2019

Kabarnya, film drama laga Buffalo Boys dipilih untuk mewakili Singapura di ajang Academy Awards atau Oscar 2019 dalam kategori Film Berbahasa Asing.

Film ini adalah hasil kerja sama dengan Indonesia.

Seperti yang diungkapkan Mike, “Buffalo Boys adalah sebuah film lintas budaya tidak hanya dalam genre dan naratif tetapi juga dalam semangat kolaborasi karena ini adalah usaha antara Singapura dan ekonomi kreatif Indonesia.”

Mengutip Variety, produksi film itu berada di bawah naungan Infinite Studios. Dengan mitra lain termasuk SFC (Singapore Film Commission) melalui hibah Production Assistance, Eric Khoo dari Zhao Wei Pictures, dan Bert Pictures.

Direktur Komisi Film Singapura, Joachim Ng menyatakan kepada Variety, “Buffalo Boys mengeksplorasi tema universal ikatan keluarga dan keadilan, yang secara kreatif diungkapkan oleh pembuat film Singapura.”

Usai dipilih untuk mewakili Singapura, film ini akan ditayangkan di bioskop Singapura mulai pekan ini. Hal ini dilakukan untuk mengejar syarat kualifikasi pendaftaran Film Berbahasa Asing di Oscar.

Persyaratan menyebutkan film yang didaftarkan harus sudah tayang di negara yang diwakili setidaknya tujuh hari di bioskop. Di Indonesia, Buffalo Boys sudah rilis sejak Juli lalu.

Singapura telah mendaftar dalam kategori Film Berbahasa Asing hampir setiap tahun sejak 2005. Namun sejak itu belum pernah berhasil menembus nominasi.

TERINSPIRASI DARI FILM WILD WEST

Film BUFFALO BOYS Dipilih Singapura Di Ajang Oscar 2019

Dilihat dari judulnya saja memang tampak unik. Penonton pun akan terbayang dengan adegan tembak menembak layaknya dunia koboi.

Mike Wiluan selaku sutradara dan penulis naskah mengaku terinspirasi dengan film wild west. Ia gemar menonton film bergenre wild west, sehingga pria yang menetap di Batam itu mendapat inspirasi dari sutradara-sutradara era 60an.

Ia mengungkapkan bahwa, “Film dari genre film wild west sudah dari dulu menyukai. Film dari Clint Eastwood, dari tahun 1960-an yang seperti western, sepertinya saya sudah banyak nonton film-film tapi genrenya itu.”

Dalam pembuatan film yang memakan waktu hampir tiga tahun ini, Mike Wiluan selaku sutradara menggabungkan antara fiksi dan fakta sampai akhirnya lahir Buffalo Boys.

LATAR BELAKANG SEJARAH

Masa penjajahan Belanda menjadi salah satu sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Perbudakan, kerja paksa, hingga perampasan mewarnai kehidupan penduduk Indonesia di masa itu.

Potret zaman itu kemudian diadopsi oleh Mike Wiluan untuk membuat film fiksi tentang sejarah Indonesia. Kemudian dipadukan dengan genre klasik western dan diberi judul Buffalo Boys. Mike Wiluan bertindak sebagai sutradara, produser, sekaligus penulis naskah.

SEKILAS PANDANG FILM BUFFALO BOYS

Film BUFFALO BOYS Dipilih Singapura Di Ajang Oscar 2019

Mike Wiluan membangun alur cerita Buffalo Boys yang ringan dan cukup mudah ditebak. Yaitu, kondisi ketika yang lemah tersakiti, yang kuat bertindak semena-mena. Pada akhirnya kebaikan mengalahkan kejahatan.

Deretan pemainnya punya rekam jejak yang top. Ada beberapa yang bahkan sudah jadi bintang internasional. Penggarapannya pun bak film laga Hollywood. Koreografi pada adegan-adegan laga tampak apik dan dipersiapkan dengan baik.

Hal yang menjadi sorotan publik dari Buffalo Boys adalah penggunaan bahasa dan dialog yang dituturkan. Karena, alih-alih menggunakan bahasa Belanda atau Jawa yang biasa digunakan penduduk di masa itu. Para pemeran dalam film ini justru berdialog dengan bahasa Indonesia dan Inggris, termasuk beberapa pribumi tampak fasih berbahasa Inggris.

INFINITE STUDIOS

Film yang menggabungkan sejarah Indonesia dan klasik western ini merupakan produksi Infinite Studios yang bekerja sama dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films.

Ditulis Mike Wiluan dan Rayya Makarim, Buffalo Boys didukung karakter-karakter yang  mampu menarik simpati.

Secara garis besar, Buffalo Boys menceritakan kisah universal tentang cinta, kehormatan, kebencian, balas dendam dan harapan.

Buffalo Boys digarap tim produksi dan talenta kreatif yang berasal dari Singapura, Indonesia, Thailand, dan Australia. Dipimpin sutradara Mike Wiluan, Buffalo Boys merupakan suatu kolaborasi berjiwa Asia Tenggara.

Maka, pantaslah jika kemudian Singapura memilih film ini untuk mewakili di ajang Oscar 2019. Patut bangga.

COMMENT
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top