
Layar.id – Film The Most Beautiful Girl in the World adalah salah satu rom-com Indonesia yang WAJIB kamu tonton! To all my ladies, you don’t wanna miss this this one for sure. Film karya sutradara Robert Ronny ini ringan banget buat ditonton, tapi tetep kental sama isu-isu sosial yang ada di masyarakat kita. Berikut review film The Most Beautiful Girl in the World dari Layar.id!
SPOILER ALERT! Artikel ini akan mengandung spoiler demi kebutuhan review, ya.
Secara garis besarnya, cerita film membahas tentang sebuah acara televisi berjudul The Most Beautiful Girl in the World. Acara ini adalah sebuah program dating show dari WinTV milik Gunadi Wiraatmadja yang jadi program unggulan di saluran TV tersebut.
Jadi, sejumlah wanita akan berkompetisi dan mendapat “hadiah” seorang laki-laki jomblo (or you could say, bachelor). Nah, meski namanya “reality show”, sebenernya acara ini tuh settingan! Dari berbagai season yang udah lewat, gak ada satu pun pasangan terbitan acara ini yang bener-bener menikah dan jadi pasangan sejati.
Ya gimana enggak? Pesertanya aja rata-rata udah taken alias punya pacar. Yang terpilih jadi 10 besar juga wanita-wanita yang katanya qualified—which means, good looking & attractive—buat jadi tontonan. Semua dramanya hasil skenario para kru TV supaya lebih hot dan menarik.
Kenapa dibuat settingan? Karena ada rating yang harus dikejar sama WinTV. Apakah alasannya bagus? Iya. Buat perusahaan. Lalu jeleknya dimana? Kalau kata Kiara, asisten produser di acara ini, show-nya sangat misoginistik.
Why though? Soalnya, meskipun udah settingan, para peserta yang ikutan—and they are MOSTLY women—bisa dapet hujatan sana sini dari penonton. Yup, jadi ladang hujatan. Realistis aja, pasti kita pernah ngeliat komentar-komentar yang degrading orang lain (in this case: women) karena penonton menganggap yang satu lebih good looking dari yang lainnya. Atau si A dinilai kurang cocok sama si B karena si C lebih memenuhi beauty standard yang udah kepatri di kepala penonton.
Yang cantik-cantik aja pada kena hujat, mansplaining, even bodyshamed. Gimana kalau show-nya beneran realistis dan open for public, coba?

Review film The Most Beautiful Girl in the World (sumber: Netflix)
The Most Beautiful Girl in the World sejatinya adalah film berbasis kritikan pada dunia patriarki yang masih lekat banget di Indonesia. Terkhususnya di media-media televisi dan konten acara yang secara nggak langsung menjadi ladang kebencian bagi para wanita.
Bukan berarti para wanita yang ikutan itu nggak ber-value, ya. Tapi akibat dari acaranya justru bagai pedang bermata dua. Memang sih, yang menang dapet titel sebagai “Wanita Tercantik di Dunia” dan dapet pasangan baru alias si Mr. Jomblo. Tapi, titel versi siapa? Versi pemenang? Versi WinTV? Atau versi penonton? Hasilnya aja settingan, terus mau liat value-nya darimana?
Sutradara Robert Ronny bener-bener nge-highlight kalau perempuan seharusnya nggak dapet tuntutan untuk selalu tampil sempurna di mata penonton cuma buat ngejar nilai, apalagi rating. Highlight itu keliatan dari interaksinya karakter Kiara dengan orang-orang di sekitarnya.
Dari karakter Kiara yang super-badass dan manis di satu waktu, film ini nunjukin kalau perempuan itu bisa ngelakuin apa aja. Bisa bangun shelter, bertahan hidup pas terdampar, bahkan berpikir logis dan tetap pakai perasaannya. Sayangnya, sering didiskreditkan sama lingkungan yang segitu mendambakan sosok laki-laki.
Semua perempuan itu cantik dengan caranya masing-masing. Ada Kiara yang jutek, tapi ambisius dan inisiatif. Lalu Helen Kusuma, seorang wanita yang sederhana dan classy at the same time (and that’s so attractive!). Yang jadi pemenang sekaligus biang masalahnya adalah karakter Reuben, seorang playboy pewaris WinTV.
Dua main character di film The Most Beautiful Girl in the World (selanjutnya kita sebut Tembigiw) ngambil salah satu trope rom-com yang paling seru: enemies to lovers! Hehehe, memang klise. Tapi gak pernah gagal buat bikin kupu-kupu berterbangan di hati, kan?
Jujur, kombinasi Sheila Dara & Reza Rahadian sebagai Kiara & Reuben jadi salah satu pasangan enemies to lovers favorit saya! Chemistry dapet banget, sinisnya kerasa, bencinya apalagi. Tapi pas udah klop justru jadi gemeees banget! Karakter Kiara yang pemberani ketemu sama Reuben yang rada pongah tapi jadi babyish dan sedikit manja setiap ada Kiara.
Kalau dibilang menye-menye, cerita rom-com itu nyawanya di dialog-dialog cringe yang bikin penontonnya nyeletuk “APAAN, SIH?” tapi bisa ngundang ketawa. Surprisingly, rom-com versi Tembigiw sukses ngalir dengan lancarnya. Beberapa kalimat yang, seharusnya, kedengeran cheesy malah nggak kaku sama sekali. BEST!

Review The Most Beautiful Girl in the World (sumber: Netflix)
Kalau saya sampe buat subjudul gini, udah tau lah ya karakter favorit saya di Tembigiw jatuh kepada siapa..
Karakter Kiara memang jadi pionir penggerak cerita yang mendobrak isu-isu perempuan. Bagus banget ya idenya. Kalau di show-nya WinTV, judulnya aja “THE MOST BEAUTIFUL GIRL IN THE WORLD”, tapi yang jadi sorotan utamanya tetep si Mr. Jomblo alias seorang laki-laki.
Same thing happened with Reuben yang mengajukan diri sebagai bachelor di musim selanjutnya dalam acara tersebut (untuk selengkapnya, nonton di Netflix aja ya!~). But, di versi realitanya? Tembigiw ngasih contoh kalau perempuan juga bisa jadi pemimpin. Bisa juga ada di posisi yang setara sama laki-laki. Bisa jadi pencetus dan berani ngambil langkahnya sendiri. And that’s what makes them beautiful.

Review The Most Beautiful Girl in the World (sumber: Netflix)
Berikut juga dengan Helen Kusuma, karakter tujuan utamanya ikut show adalah untuk cari kesempatan demi kedua orangtuanya. Helen Kusuma ini versi perempuan yang lebih calm. Jujur saya naksir banget, malah makin penasaran sama ceritanya Helen. Sedikit berharap ada spin-off versi Helen atau Jimmy, produsernya Kiara.
Oke. Dari segi karakter dan cerita, film The Most Beautiful Girl in the World wajib banget masuk watchlist! Very much recommended. Selain ringan, isu yang jadi poin utama ceritanya tersindir dan tersampaikan dengan gamblang dalam kemasan yang dibuat semanis mungkin. Rating 9/10.
Udah, gak perlu ragu. Buka Netflix sekarang, langsung nonton The Most Beautiful Girl in the World!






