
Layar.id – Entah kenapa Film Rumah untuk Alie ini lebih condong ke drama keluarga penuh amarah. Karena semuanya terlihat jelas kalau Alie sendiri adalah yang terlemah di antara mereka. Bahkan Alie sendiri jadi sasaran atau samsak tinju dari orang sekitarnya. Sedih seh tapi kita bahas deh review rumah untuk alie itu sendiri.

Sebenarnya kita mau bahas seberapa besar bullying itu terjadi dimana saja. Entahlah apakah Alie bisa bahagia atau hanya sebuah fatamorgana saja? Okelah kita bahas detail dari Rumah untuk Alie kali ini.

Ini bicara cerita dari Alie sendiri bagaimana Alie bisa bertahan dari gempuran Bullying. Apalagi ini kisah dari novel sendiri. Memang seh awalnya agak membingungkan karena ayahnya sendiri menikah dengan adiknya dari istrinya?
Setelah kematian istri-nya akibat liputan perang membuat istrinya ini meninggal di medan liputan. Membuat Abimanyu linglung dan menikahi Dewi. Kemudian lahir seorang anak perempuan bernama Alie Samantha. Dari sini okelah semua berjalan lancar sampai akhirnya Dewi kecelakaan dan berakhir dengan keluarga ini alami kesialan terus menerus.
Tetapi yang jadi pertanyaan adalah Kenapa Abimanyu menikah dengan Dewi setelah istrinya meninggal? Cukup membingungkan karena cerita soal masalah mereka pun kurang relevan. Okelah kembali ke masalah Alie, ternyata penggambaran cerita kelam Alie di film beneran bikin orang gregetan sekaligus much triggering. Baru kali ini kami merasa kok film ini sangat menonjok banget dari segala sisi. Satu sisi geram dan marah ke kakak-kakak Alie, satu sisi Ayahnya Alie juga punya temperamental sama juga.

Berujung Alie sendiri merasa tidak punya rumah dong. Nah dari sinilah kita beneran dipertontonkan cerita Alie yang beneran menderita sekali. Okelah dari segi cerita beneran bagus banget dan bikin emosi orang aduh mix-feeling banget deh. Pokoknya, nilainya 8/10 deh.
Ini beneran pertanyaan buat semua cast disini? Apakah benar akting mereka itu beneran sekuat ini? Sumpah demi tuhan! Anantya Kirana sendiri berhasil bawa karakter Alie ini ke level tertinggi. Meskipun beberapa akting kakak-nya sendiri terasa feel overrated bahkan Rizki Hanggono pun malah terlalu over react pada saat marahnya itu lho.
Namun semua itu terobati dengan karakter-karakter baik di film ini. Mulai dari temannya sampai Ibunya sendiri. Okelah balance pastinya seh. Untuk nilai dari Review Rumah untuk Alie sendiri ada di 8/10.

Soal sinematografi seh sebenarnya bicara dari segi tata ruang apapun itu beneran jauh berbeda. Falcon berarti menerapkan Rumah untuk Alie jadi percobaan mereka keluar dari pakem itu. Mencoba buat semuanya lebih real tanpa perlu ada warna kuning atau apapun itu. Entah kenapa malah kesannya berbeda jauh kali ini.
Meskipun beberapa adegan masih terlihat kasar potongannya malah ini jadi hal baik toh kalau melihat perkembangan ini. Selain itu scoring juga beneran menyayat hati tidak berlebihan. Selebihnya masih lumayan oke lah. Untuk nilai sendiri 7/10.
Kesimpulannya bagaimana? Review Rumah untuk Alie sendiri kita kasih angka 8/10 deh. Pokoknya nonton aja dulu deh ya!






