
Layar.id -Seyogya-nya memang orang awam berpikir kalau film Lyora sendiri adalah film personal dari seorang Menteri Komdigi Meutya Hafid. Itu salah besar! Karena Lyora adalah buah hati yang mereka tunggu. Sama seperti setiap pasangan yang merindukan akan buah hati yang mereka perjuangkan. Inilah review Lyora dari Layar.id.
Awalnya kami skeptis, mengingat nama Meutya Hafid sendiri sekarang menjabat sebagai Menteri Komdigi. Kemudian sepak terjangnya di dunia politik membuat kami berpikir, apa iya sebuah film ini jadinya propaganda? It turns out tidak seperti itu. Ternyata, film ini malah menguak sisi lain dari Meutya Hafid yang berjuang bersama Suaminya untuk mendapatkan keturunan.

Dan memang, ini kisah dari sebuah buku yang memang ceritanya lebih perlihatkan ini lho perjuangan seorang pasangan bisa sampai di titik ini karena siapa saja dan kenapa. Okelah kita bahas saja deh film ini kaya apa sih.

Sebenarnya film ini lebih ringkas dan padat. Kalau orang lain mungkin cuma bisa lihat, “Oh kalian berjuang demi seorang anak” Selesai! Tapi, Robert Ronny bisa mengemasnya lebih dari itu. Melihat perspektif sebuah hubungan pasangan suami istri namun satu sisi dia perlihatkan prosesnya seperti ini.
Mencari cara program hamil terus bagaimana sisi emosional kedua pasangan ini ia coba kulik. Selain itu, POV dari teman dan Ibunda Meutya sendiri justru bukan sekedar filler saja. Melainkan tambahan kekuatan dari kisah ini. Meskipun kedua pasangan ini, Meutya dan Fajrie sendiri memang tunjukkan sisi emosionalnya.

Inilah yang membuat ceritanya tidak sekedar program hamil lewat bayi tabung saja. Melainkan ada beberapa proses termasuk tradisional pun mereka coba. Sayangnya, dari proses ini mungkin masalah finansial bakalan jadi sebuah pertanyaan sulit bagi orang-orang. Tapi ya, program hamil sendiri adalah jalan panjang untuk kalian perjuangkan lagi bukan?
Overall seh kami melihat dari segi cerita cukup bagus kok.

Marsha Timothy dan Darius Sinathrya sendiri memang bisa bangun chemistry sebagai Meutya dan Fajrie. Namun, satu sisi mereka bisa menjadi sosok pasangan yang mencari jawaban akan buah hati. Meskipun mereka berdua sudah memiliki anak. Namun, kemampuan akting mereka delivery perasaan dan juga emosional sudah pasti jadi perhatian kita semua.
Selain itu, peran pendukung dari Hanna Al Rashid, Widyawati dan lain-lain malah jadi support lebih jelas dan on detail dalam perjalanan ini. Jadinya tidak ada karakter yang beneran cuma jadi lewat aja gitu lho! Inilah yang bikin cerita dari film ini bisa kasih perspektif dari mana saja.
Mungkin inilah gambaran kuat kalaupun bisa kenapa tidak?

Jadi ini kesimpulannya, Review Lyora sendiri menurut kami lebih dari sebuah perjalanan batin, emosional dan panjang sekali perjalanannya. Jadi Review Lyora sendiri kita kasih angka 8/10 deh!






