
Layar.id – Baru kali ini Hanung Bramantyo punya kemampuan buat film horor rumah tangga. Yap, Perselingkuhan dengan pemain seperti biasa, Deva Mahenra dan kita kenal doi sebagai Bastian di Tetangga Masa Gitu. Namun, di La Tahzan ini barangkali berbeda. Karena lawan mainnya sumpah bikin deg-degan dan jantung berdegup kencang sekali! Yes, Ariel Tatum sebagai pelakor dan Marshanda sebagai istri teraniaya. Inilah dia Review La Tahzan, dari kisah Eliza Sifa.

Sebenarnya sih ceritanya simpel, Alina dan Reza adalah pasangan suami istri dengan bisnis Jastip yang beneran sukses untuk ukuran Alina. Dan Reza adalah kontraktor atau Broker Perumahan yang bisa bilang sukses juga. Namun, suatu hari datang nih si Asih dengan muka manis dan innocent-nya itu lho! Beneran deh, sumpah gregetan mampus.
Kita simpan dulu deh, setidaknya kita bahas La Tahzan ini seperti apa sih ceritanya dan kenapa ambil judul tersebut.

Pastilah isu perselingkuhan rumah tangga itu bikin orang penasaran sekaligus gregetan. Coba deh nonton La Tahzan di awal cerita. Soalnya, dari awal memang ceritanya simpel ada pasutri namanya Alina dan Reza punya dua anak dan kebetulan punya anak yang masih bayi. Jadinya kan, mereka butuh baby sitter neh dan kebetulan ada pembantu dan sopir juga.
Okelah build story beneran bagus tidak ujug-ujug langsung main sergap kanan-kiri terus nyosor gitu saja. Tenang ini bukan Ipar adalah Maut kok. Tapi yang jelas, dari awal Reza dibuat tergila-gila sama Asih dan ini semua jadi real saat mendekati akhir, meskipun ya jatuhnya di ending sendiri terlalu lebay seh.

Tapi enaknya adalah Hanung berikan treatment agama itu tidak terlalu menggurui. Malah cenderung sebagai solusi dari masalah ini. Berbeda dengan Ipar adalah Maut, ya adegan jatuh ke pelukan itu bukan shower melainkan gorden.
Ya inilah kekuatan Hanung selama ini, drama keluarga begitu kuat namun satu sisi juga kelemahannya terlalu obvious di Third Act alias babak ketiga. Selebihnya ya, masih oke kok dengan bumbu drama yang beneran bikin ngaduk emosi.

Mulai dari Ariel Tatum, jelas banget karakternya itu bikin makdeg banget. Asih sendiri bisa bilang menyatu dengan Ariel Tatum. Entahlah, membandingkan akting di Perang kota dengan film ini rasanya sih kaya beneran orang berbeda. Ekspresi menantangnya itu lho bikin ibu-ibu kesel dan menggila di bioskop dan Marshanda lagi-lagi jadi orang teraniaya dan yap, sukses banget! Sedangkan Deva Mahenra sendiri, sudahlah lupakan semua memang arch characternya pun terasa sekali sama saja seperti Ipar adalah Maut.
Namun, Peran Beni sebagai Karyo ini beneran lucu nampol, belum lagi Asri Welas yang beneran jadi Mbak Kar itu lho sanggup imbangi mereka bertiga. Ditambah lagi Patricia Gouw sendiri makin lucu banget.

Kurangnya apa? Sebenarnya terlalu obvious banget dan juga too rush di beberapa akting yang membuat film ini rasanya gak perlu pakai magic juga tetap seru kok. Plus, Cameo dari Manoj Punjabi sudah ada perkembangan dan kali ini bisa interaksi dengan tukang selingkuhnya.
Sebenarnya sih sinematografi film ini oke saja namun apa salahnya sih nonton sambil misuh-misuh? Sebenarnya sih oke saja dan kebetulan selalu grande dari segi sinematografi jadi kita no comment soal sinematografi buat MD.
Okelah kesimpulannya adalah Review La Tahzan 2025 kali ini adalah kita kasih nilai 7/10 deh. Sisanya nonton deh apalagi ada mak-mak semua yang nonton bakalan seru banget!






