
Layar.id – Kalau saja keluarga harmonis itu bisa saja membuka diri satu sama lain. Itulah yang terjadi di Hanya Namamu Dalam Doaku. Sebuah cerita baru dari Sinemaku Pictures, sebenarnya sih baru kali ini saya buat review sedikit lebih lambat karena mencerna sekali sebuah masalah komplek keluarga. Inilah Review Hanya Namamu Dalam Doaku.
Sebenarnya cerita di film ini punya background kuat soal penyakit ALS namun satu hal yang bikin kami agak terkejut adalah bagaimana mereka mengemas ceritanya tidak menggurui namun balik lagi memutar arah agar tidak terlalu bahas penyakit ini. Okelah kita bahas dari segi cerita dan lain-lain.

Sebenarnya sih kalau mau lebih blak-blakan seh enak. Tapi ya, orang Indonesia kurang greget kalau ceritanya cuma begitu saja. Makanya, ada bumbu drama yang sebenarnya halus banget beloknya. “Perselingkuhan” Entah kenapa bisa belok kesana tapi langsung balik lagi ke masalah utama mereka.
Junisya Aurelita sendiri memang berhasil bikin orang nangis namun terinspirasi. Dari Perayaan Mati Rasa pun, rasanya semakin terasah sekali kemampuan bangun relasi penonton dengan film. Sebenarnya sih kalau bilang perselingkuhan atau punya hubungan dengan teman SMA-nya. Sebenarnya ini lebih menunjukkan kalau hubungan keluarga itu beneran dinamis sekali.
Inilah yang sebenarnya kita suka dengan cerita kali ini. Tidak terlalu menggurui namun coba masuk ke segmen yang paling banyak orang suka. Ya, meskipun ini beneran bertaruh apakah bisa penonton terima cerita seperti ini? Semoga saja bisa terima dengan baik.

Sudahlah Nirina, Vino dan Anantya pun adalah Top Tier Aktor dan Aktris Indonesia. Semuanya punya range akting menawan dan juga mengagumkan. Termasuk Ge Pamungkas yang selalu saja jadi bulan-bulanan. Memang seh kesannya jadi kasihan sama Ge di film ini. Termasuk, Dinda Kanya Dewi bakalan jadi bulan-bulanan orang karena jadi apa? Ya nonton saja deh.
Intinya mereka bertiga adalah a Greatest of Acting ever!

Sebenarnya ini jadi pemikatnya, Sinematografi beneran teduh banget tidak ada intimidatif ataupun menekan kita sama sekali. Semuanya serba memikat deh. Tidak heran, Reka menekankan adanya hubungan humanis antara penonton dengan film dan terlihat jelas dari film ini.
Sudahlah kita langsung saja deh kasih nilai review Hanya Namamu Dalam Doaku ini 8/10 deh!






