Connect with us

Film Indonesia

The Night Comes for Us Pertemukan Joe Taslim dan Iko Uwais

Joe Taslim akan kembali menyapa penggemar melalui Film The Night Comes for Us yang telah memasuki tahap paska produksi. Film yang hak siarnya telah dibeli oleh Radius The Weinstein Company, distributor Amerika ini juga dibintangi sederet aktor dan aktris papan atas Indonesia.

Lantas seperti apa proses pembuatan The Night Comes for Us?

Sinopsis Singkat

Film ini bercerita tentang seseorang yang harus mencari jawaban mengenai kebenaran yang selama ini ia cari.

Maya Barack Evans, Managing Director Films mengatakan bahwa meski bergenre action, tetapi film ini berbeda dari film Merantau, The Raid 1 dan 2.

“Setelah The Raid 2, kami akan segera memproduksi film berjudul The Night Comes for Us dengan genre action. Walau terus memproduksi action, bukan berarti film ini akan sama seperti Merantau, The Raid dan The Raid 2: Berandal dan tentu saja akan tampil beda,” kata Maya.

Joe Taslim

Para Pemain Tengah Latihan dan Reading

Pemilihan sutradara Timo Tjahjanto yang dikenal ahli dalam genre thriller bukan tanpa pertimbangan.

“Timo memang sutradara yang bagus ketika membuat thriller. Namun, di sini lah letak perbedaannya, di mana kami ingin sutradara thriller meracik film action. Saya yakin Timo akan membawa sesuatu yang special di The Night Come for Us,” jelas Maya.

Maya pun membeberkan mengapa pihaknya lebih memilih untuk tetap fokus di genre action.

“Genre ini disukai publik luar Indonesia dan bisa dijual secara global. Setelah The Night for Us juga kami masih ada judul lain yang direncanakan diproduksi. Sementara The Raid 3 ceritanya masih ada di kepala saya dan Gareth dan tidak akan rilis mengikuti siklus dua tahunan seperti halnya The Raid dan The Raid 2: Berandal,” beber istri Gareth Evans.

Joe Taslim Bangga Gabung dalam The Night Comes for Us

Joe Taslim mengatakan bahwa ia bangga hak siar film besutan Timo Tjahjanto ini dibeli distributor Amerika padahal kala itu film belum mulai proses produksi.

Dalam film ini Joe akan kembali beradu akting dengan Iko Uwais. Namun, Iko hanya berperan sebagai aktor pendukung sementara Joe menjadi pemeran utama.

“Film terbaruku dari Merantau Films. Kolaborasi dengan Iko Uwais, Kang Yayan Ruhian, juga Gareth,” kata Joe.

Joe Taslim

Joe Taslim

Joe mengatakan bahwa filmnya bergenre action thriller. Penggarapan film ini pun tidak main-main sebab sejak jauh hari para pemain sudah latihan koreografi untuk adegan action.

Dalam film ini Joe akan berkolaborasi bersama aktor dan aktris lainnya seperti Prisia Nasution, Julie Estelle dan Arifin Putra.

Iko Uwais sebut The Night Comes for Us Lebih Gelap

Iko mengatakan bahwa film ini memiliki banyak adegan kekerasan yang jauh lebih bengis dibanding film yang pernah dibintanginya, Headshot.

Iko Uwais bersama Julie Estelle

“Di sini malah lebih kompleks. Lebih violent daripada Headshot. Makanya produser Indonesia dari Screenplay Films, dia kayaknya memberikan kebebasan buat saya dan Timo. Kalau kemarin Headshot sih jujur aja, saya agak ngerem untuk adegan kekerasan,” kata Iko.

Iko pun menceritakan sedikit tentang perannya sebagai Arian yang menjadi seorang pemberontak setelah terjadi kisruh internal dalam sindikat kejahatan Asia yang dipegang oleh petinggi geng, Ito.

“Saya sebagai Arian. Saya jadi anak muda yang ambisi ingin mengambil salah satu posisi dari Ito.”

Joe Taslim

Joe Taslim dan Iko Uwais

Iko mengatakan bahwa film ini masih dalam paska produksi, termasuk keperluan Automated Dialogue Replacement (suluh suara ulang) dan penyuntingan gambar ekstra. Di mana aslinya film tersebut berdurasi 3.5 jam dan harus diringkas jadi 2 jam saja.

“Kami harus lebih selektif untuk pilah adegan per adegan. Kayak film Headshot, banyak yang nanya ke saya kok ceritanya begini, banyak detail momen dilewati. Kalau kami perlihatkan deleted scene panjang. Itu salah satu tuntutan produser Hollywood untuk bisa diringkas ceritanya, yang penting nyambung,” beber Iko.

Arifin Putra jadi Penjahat

Film The Night Comes for Us bukanlah film action pertama Arifin Putra. Ia sebelumnya turut bergabung dalam The Raid 2: Berandal. Arifin mengaku bahwa di film terbarunya ini ia diharuskan berpenampilan beda dengan rambut panjang dan brewokan.

Arifin Putra

“Aku harus panjangin rambut. Brewokan dan harus belajar bahasa baru. Ada beberapa hal yang belum bisa aku ceritakan. Peran aku sih sedikit ambigu dan misterius. Cuma aku nggak bisa cerita banyak,” kata Arifin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Rekomendasi Film-Film Disney+ Untuk Menemani Kamu Ngabuburit Saat Berpuasa!

Film

Melihat Franchise Duo Detektif Detective Chinatown

Film

The Man From Toronto Dijadwalkan Tayang 2022

Film

Film Adapatasi Novel Karya Rintik Sedu, “Geez & Ann” Akan Segera Tayang di Netflix!

Film

Advertisement
Connect
Newsletter Signup