
Manado, Layar.id – Ajang penghargaan Festival Film Indonesia 2017 telah usai digelar pada Sabtu (11/11/2017) di Kota Manado, Sulawesi Utara. Pada malam penghargaan tersebut ada 2 film yang mendapat penghargaan terbanyak, yakni Pengabdi Setan dan Night Bus.

Para Pemenang FFI 2017
Bahkan Night Bus mengalahkan nominasi lain dan keluar sebagai film terbaik FFI 2017. Sementara Pengabdi Setan berhasil memenangkan 7 nominasi FFI 2017.
Lantas seperti apa daftar pemenang Piala Citra FFI 2017? Ini dia!
Film yang diproduseri Darius Sinathrya ini bercerita tentang sekelompok orang yang menumpang sebuah bus menuju ke kota yang kaya akan sumber daya alamnya, Sampar. Namun, kota tersebut dijaga oleh sekelompok tentara yang selalu siaga untuk melawan para militan pemberontak yang menuntut kemerdekaan.
Setiap penumpang datang dengan tujuan masing-masing. Ada yang berniat untuk mencari penghidupan layak, memenuhi kebutuhan keluarga, menyelesaikan masalah sampai keinginan besar untuk pulang kampung.

Mulanya, para penumpang hanya berpikir bahwa niatnya tersebut akan berjalan mulus, tanpa menyadari bahwa ada seorang penyusup yang tengah bertugas untuk membawa pesan penting. Konon, pesan tersebut akan mengakhiri konflik yang terjadi di kota itu.
Kendati demikian, kehadiran penyusup tersebut berpotensi membahayakan penumpang lain mengingat dia menjadi orang paling dicari oleh kedua kubu yang tengah bertikai. Hidup para penumpang tak seindah bayangan, mereka harus berjuang untuk tetap hidup di sela-sela desingan suara peluru. Nyawa para penumpang bus semakin terancam dengan kehadiran kaum oportunis.
Dimitri Delacovias yang pernah terlibat dalam film Hollywood Captain America: The First Avenger ternyata menjadi salah satu kru yang ikut dalam proses pembuatan film Night Bus besutan Emil Rahardi.
Dimitri bertugas menangani efek visual film sehingga tampilan dalam film tersebut lebih tajam, lebih hidup dan tampak natural.
Film Night Bus menjadi salah satu film yang menggunakan teknologi CGI dan disebut sebagai film pertama Asia Tenggara yang menggunakan teknologi tersebut. Meski CGI sudah biasa digunakan di Hollywood. Sedikitnya ada 48 scene dari 128 scene yang menggunakan efek CGI bahkan ada 3 adegan yang full 3D animation.
Dari sisi penonton, raihan Night Bus kalah dibandingkan rivalnya, Pengabdi Setan, yang menjadi film paling laris di tahun 2017 ini. Penayangannya pun tergolong singkat, hanya seminggu saja. Kemenangan tersebut membuat penonton meminta film ini kembali ditayangkan di bioskop.
“Banyak yang minta ke kami untuk ‘Ayo dong ditayangkan lagi, screening lagi’, tapi kami agak-agak menahan diri karena menurut kami harusnya bisa lebih baik di beberapa bagian visual effects yang rasanya memang belum sesuai dengan harapan kami. Jadi akan diperbaiki dari segi visual effect,” kata Darius.

Night Bus Raih 11 Nominasi FFI 2017
Pencapaian Night Bus membuat Darius Sinathrya terharu, ia bahkan sampai menangis saking bahagianya. Darius mengatakan bahwa film yang diproduserinya tersebut masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
“Night Bus masih banyak pekerjaan rumah yang belum dikerjakan. Banyak juga yang meminta untuk ditayangkan lagi, tapi kita sedang menahan diri karena kita harus lebih baik di beberapa bagian. Lalu visual effect juga yang belum sesuai dengan harapan kita. Rencananya akan diperbaiki dulu,” kata Darius.
Well, sekali lagi congrats untuk film Night Bus! (Edit/Claudia)






