
Layar.id – Film musical fantasy berjudul Wicked dari Universal Pictures telah tayang di bioskop sejak 20 November 2024. Kali ini, tim Layar.id akan memberikan review film Wicked: Part 1. Anyhoo, film ini mengangkat cerita yang berfokus pada Penyihir Jahat dari Barat a.k.a the Wicked Witch of the West dari Land of Oz.
Berikut review film Wicked: Part 1 dari Layar.id, dan mungkin akan mengadung spoiler demi kebutuhan review.

Kalau ada 1 kata yang tepat untuk menggambarkan film Wicked, it’s MAGICAL. Mungkin kamu bakal berpikir, “Ya namanya juga film fantasi!”. Yes, but it’s more than just a fantasy movie. Wicked menunjukkan sisi gelap dan terang dari dua cerita yang berbeda dan membalutnya dengan sentuhan musikal. Magis, ironis, dan harmonis.
“There are two sides of every story.” Kalimat tersebut adalah tagline yang tepat untuk mendeskripsikan plot cerita Wicked. Film ini menyajikan awal kisah dari sisi gelap, yaitu the Wicked Witch, sebelum dia benar-benar menjadi orang jahat. Or so we thought.
Perpaduan warna yang kontras yaitu pink dan hijau—warna representasi dua karakter utama Wicked, Glinda dan Elphaba—adalah cara yang tepat dalam menceritakan kisah pertemuan sekaligus perpisahan dari para penyihir. Di sisi lain, warna pink dan hijau yang sering dikaitkan sebagai the Good and the Bad tak jarang terasa ironis di berbagai part. Glinda yang gagal mendapatkan keinginannya, atau Elphaba yang justru mendapatkan privilege atas kemampuannya.

Selanjutnya, koreografi! It is safe to say, film Wicked benar-benar menggambarkan keajaiban yang ada di atas panggung musikalnya. Tambah lagi, Wicked menghadirkan sejumlah lagu-lagu ikonik seperti Defying Gravity, Popular, dan No One Mourns the Wicked. Perpaduan koreografi dan lagu yang mengiringi plot ceritanya membuat penonton seolah menyaksikan panggung musikal yang colorful dalam bentuk film layar lebar.
Namun, untuk film Part 1 ini, durasinya terlalu lama. Ada beberapa bagian dalam film yang rasanya sudah cukup untuk membuat adegan atau filmnya selesai, tapi masih ada lagu yang harus dinyanyikan lagi. Omong-omong soal lagu, kami merasa lagu-lagu yang dibawakan dalam film Wicked juga kurang membekas. Terkecuali lagu Popular milik Glinda yang superfun and catchy. It takes time to take it in.
Tetapi, untuk kamu yang suka banget sama lagu-lagu musikal, deretan soundtracks dari film ini bakal menuhin imajinasi kamu tentang bagaimana perjalanan enemies-to-friends Elphaba dan Glinda yang manis.

Pertama-tama, let’s talk about our sweet and strong the so-called Wicked Witch of the West, Elphaba.
Aktris Cynthia Erivo memerankan karakter Elphaba dengan sangat sukses. Elphaba yang lahir dengan kulit berwarna hijau rupanya mendapat suatu kelebihan dalam jari jemarinya. Ia memiliki ilmu sihir dalam tubuhnya sejak lahir. Usut punya usut, katanya sihir dari tangan Elphaba itu berkaitan dengan kejadian yang melibatkan ibu kandungnya dulu. Dan.. masih ada kaitannya dengan the Wizard of Oz.

Yang benar-benar kami suka mengenai karakter Elphaba adalah sifatnya yang teguh pendirian, perasa, dan masih sangat emosional. Semua sifat-sifat itu terbentuk karena perundungan yang didapatkan Elphaba sejak masih belia. Namun, sifat Elphaba yang defensif dan belum bisa mengontrol emosinya justru menjadikan ia sebagai murid favorit Madam Morrible.
Oh, ya, awalnya Elphaba tidak mendaftarkan diri di Shiz University. Sebuah sekolah tempatnya akan bertemu dengan orang-orang baru. Elphaba hanya datang mengantar adiknya, Nessarose. Namun karena suatu hal, Elphaba tidak bisa mengontrol emosinya. Hal itu membuat Elphaba tidak sengaja mengeluarkan kemampuan sihirnya dan menarik perhatian salah satu ahli sihir di sekolah bernama Madam Morrible.
Well- turns out, being green wasn’t that bad, huh?
Now, to Gggg-linda! FYI, nama asli Glinda adalah Galinda. Namun, Dr. Dillamond, seorang pengajar di Shiz, tidak bisa menyebutkan namanya dengan benar. Sejak hilangnya sang pengajar, Galinda mengubah namanya menjadi Glinda sebagai bentuk tribute atas perjuangan dan ilmu dari Dr. Dillamond. Thus, Glinda is best known as Glinda the Good Witch of the North.

Ariana Grande sempat menuai kontroversi megenai kabarnya yang memerankan karakter Glinda. Setelah menonton film Wicked, justru Ariana sangat cocok memerankan karakter yang begitu centil, popular, dan punya targetnya sendiri. Penonton bisa melihat gimana Glinda sangat suka menjadi terkenal dan bagaimana kerasnya ia mempertahankan kepopulerannya di publik.
She’s not just a school sweetheart, she’s a person with a vision!
Awal-awalnya, karakter Glinda ini kerasa banget kayak sosok pick me. Tapi rasanya tuh.. you can’t be mad at her! Pembawaan Glinda yang centil, lovely, dan pinky abis justru membawa warna yang solid pada hubungannya dengan Elphaba. Setelah berbagai pertemuannya bersama Elphaba, Glinda berubah menjadi karakter yang tulus… and definitely sweeter.

Okay. Dari plot yang magis, karakter yang manis, dan lagu-lagu yang harmonis, tim Layar.id memberikan skor 8/10 untuk Review Wicked: Part 1. Film Wicked menyajikan esensi panggung musikal yang hidup dalam balutan layar lebar. Setiap karakter bersinar dengan cara mereka masing-masing.
Elphaba yang tangguh dan defensif sanggup membawa kehijauan dan kekuatan magisnya—dua hal yang menjadi titik insecure bagi Elphaba—ke lingkup sosial yang menerimanya. Glinda, meski berhasil mencuri perhatian satu sekolah, ia tidak bisa mengangkat namanya ke perhatian Madam Morrible. Yet, she got a new roommate & a new FRIEND yang membawanya pada the Great Wizard.
Warna hijau yang tampak menjijikan, menyeramkan, dan identik dengan hal-hal buruk; sebenarnya membawa efek tenang dan adem. Begitulah representasi dari karakter Elphaba yang calm dan collected. Sementara warna pink menyatakan semangat dan keanggunan, sesuai dengan karakter Glinda yang lincah namun sangat fashionable.
I think pink goes good with green, after all.






