
Layar.id – Masih ingat dengan Palme d’Or 2025? Kali ini penghargaan tersebut berikan kepada sinema Iran dengan judul yang sedikit absurd. IT Was Just an Accident, tentu saja sutradaranya adalah Jafar Panahi yang pernah di penjara karena kritiknya terhadap pemerintah Iran. Bahkan dia sendiri malah tidak boleh buat film apapun selama 20 tahun.
Tentu saja, kegilaan lainnya adalah film ini beneran kritik pedas ke pemerintah Iran dan juga gambarkan kalau seseorang bisa bertemu dengan siapapun yang pernah lakukan ke tahanan atau sebaliknya. Ini semua beneran bikin penonton di Cannes Film Festival 2025 kemarin salut dengan kehebatan Panahi dalam membuat film meskipun tidak boleh oleh Pemerintah itu sendiri.
Okelah, ini sinopsis IT Was Just an Accident karya Jafar Panahi.
Menceritakan Eghbal, seorang pria dengan kaki palsunya, sedang mengemudi malam hari bersama istri yang sedang hamil. Tanpa sengaja ia menabrak dan membunuh seekor anjing, lalu mobilnya rusak parah sehingga ia terpaksa berhenti di bengkel milik Vahid. Vahid pun tak sengaja kenali sosok Eghbal adalah petugas penjara yang menyiksa Vahid di penjara. Alhasil ia pun mengikuti dan coba menculik Eghbal.
Ia akhirnya menculik Eghbal dan memang niatan awalnya buat balas dendam. Kemudian ia pun berpikir kalo Eghbal ini harusnya pertemukan dengan para korban penyiksaanya. Makanya, penjual buku, terus fotografer pernikahan, sepasang penganti dan para pekerja yang pernah disiksa oleh Eghbal. lantas mau apakan lagi Eghbal ini?
– Vahid Mobasseri sebagai Vahid
– Ebrahim Azizi sebagai Eghbal
– Mariam Afshari sebagai Shiva (fotografer pernikahan)
– Hadis Pakbaten sebagai Golrokh/Goli (pengantin)
– Majid Panahi sebagai Ali (pengantin)
– Mohamad Ali Elyasmehr sebagai Hamid (pekerja yang pernah disiksa)
It Was Just an Accident menjadi sorotan karena keberanian Panahi membuat film secara rahasia di bawah tekanan sensor dan larangan pemerintah Iran, sekaligus menawarkan satir gelap dan kritik tajam terhadap kebrutalan sistemik.
Selain itu Sutradaranya sendiri memang ekstentrik. Beliau bisa buat film dengan budget dan juga kucing-kucingan dengan aparat. Pokoknya keterbatasan ini menjadikan kita semakin kreatif dan bisa menembus batas itu.






