Review Dopamin, Kegilaan Pasangan Angga dan Shenina

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia7 months ago486 Views

Review Dopamin

Layar.id – Kegilaan macam apa yang terjadi pada pasangan ini. Dari luar, Alya dan Malik kelihatan kayak pasangan paling manis di dunia. Tapi, makin lama nonton Dopamin, rasanya manis itu pelan-pelan berubah jadi getir.

Shenina Cinnamon bisa tampil tegas banget sebagai Alya, sementara Angga Yunanda kelihatan seperti cowok yang bimbang, penuh beban, dan kehilangan arah. Film ini benar-benar bikin penonton ikut jungkir balik sama emosi mereka.

Cerita yang Sederhana tapi Bikin Deg-Degan

Shenina Cinnamon

Awalnya sih kelihatan simpel: Alya dan Malik adalah pasangan muda yang sebentar lagi punya anak. Hidup mereka berat, tapi tetap saling mendukung. Lalu datanglah rezeki nomplok yang seharusnya bisa jadi titik balik. Masalahnya, setiap hal baik dalam hidup mereka kayak selalu datang dengan konsekuensi besar.

Review Shenina Cinnamon

Dari situ, tensi film naik turun kayak roller coaster. Kadang bikin senyum, kadang bikin cemas, lalu tiba-tiba tegang banget. Teddy Soeriaatmadja tahu banget cara bikin penonton ikut “greget” sama pasangan ini—sampai rasanya pengin teriak sendiri, “Udah deh, tolong istirahat dulu Alya-Malik!”

Chemistry Angga dan Shenina, Gak Perlu Diragukan

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon

Yang bikin film ini hidup jelas chemistry antara Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon. Mereka terasa nyata banget, kayak beneran pasangan di dunia nyata. Interaksi kecil, panggilan “Suam-Suam” yang manja tapi lucu, semuanya bikin hubungan mereka terasa alami.

Keduanya juga punya keseimbangan yang pas: Shenina tegas, kuat, dan emosional, sementara Angga lebih lembut tapi rapuh. Kombinasi ini bikin dinamika mereka menarik dan bikin penonton susah lepas dari layar.

Selain mereka, deretan aktor pendukung juga gak main-main. Ada Anjasmara, Teuku Rifnu Wikana yang tampil galak, Rizky Inggar, Kiki Narendra yang selalu mencuri perhatian, sampai Nagra Kautsar Pakusadewo yang bisa dibilang jadi scene stealer. Semua tampil maksimal dan bikin film ini makin hidup.

Visualnya Bikin Betah Nonton

Angga Yunanda

Soal teknis, Dopamin juga solid. Pengambilan gambar khas Starvision terasa berani dan dekat banget dengan karakter. Banyak close-up shot yang bikin kita merasa kayak ikut nyemplung dalam konflik Alya dan Malik. Editing-nya juga rapi, bikin transisi emosi terasa mulus.

Film ini gak berat kok, tapi tetap punya rasa yang kuat. Ada bagian-bagian yang bikin geregetan, tapi bukan sampai bikin mikir keras. Justru di situ letak asiknya, film ini bisa ringan tapi tetap berisi.

Secara keseluruhan, Dopamin bukan sekadar drama romantis biasa. Ini tentang pasangan muda yang diuji antara cinta, tanggung jawab, dan pilihan hidup. Ceritanya sederhana, tapi emosinya dalam banget.

Kalau kamu penggemar Angga Yunanda atau Shenina Cinnamon, film ini wajib masuk daftar tontonan. Dopamin berhasil menghadirkan chemistry yang manis, visual yang menarik, dan konflik yang relatable banget buat siapa pun yang pernah jatuh cinta dan kehilangan arah.

Nilai akhir: 7.5/10.
Dan jujur aja, setelah nonton, rasanya pengin nanya: ada gak sih di luar sana yang sekuat Alya?

 

Sumber foto: Starvision Plus

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...