Review Pabrik Gula, Formula Cerita Tetap Sama dan Begitu Saja

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia9 months ago1.8K Views

Layar.id – Entah kenapa baru kali ini Horor Indonesia apalagi karya dari Thread Simple Man sendiri terasa repetitif? Atau kita sudah mulai merasa horor Indonesia itu bisa lebih baik namun satu sisi selalu saja gunakan formula cerita yang sama? Itulah Review Pabrik Gula setelah menonton di Netflix.

Sebenarnya apa sih yang mau diperlihatkan dari universe Simple Man kali ini? Jujur ya, kami berpikir kalau Simple Man Universe sendiri terlalu panjang dan repetitif tapi apa pandangan kami kali ini akan lebih kontradiktif atau tidak? Simak berikut penjelasannya berikut ini.

Cerita dengan Formula Sama adalah Kesalahan Besar

Review Pabrik Gula

Entah kenapa Simple Man seperti nyaman dengan formula cerita yang sama. Dari KKN sampai ke Pabrik Gula sepertinya tidak ada yang berubah atau berikan sensasi thrill yang jauh banget. Sebenarnya sih, dari awal saat menonton pun saya merasa kok seperti ada jarak antara penonton dengan penulis.

Ibaratnya kaya ini film mau cerita soal kisah pengantin Tebu dan pengorbanan mereka sebagai pekerja musiman atau memang karena kesalahan mereka berhubungan badan akhirnya jadi tumbal pengantin tebu? Buat saya ini seperti mengulang kisah badarawuhi di KKN dong? Sebuah pertanyaan yang pastinya bisa bikin mengernyitkan dahi sekali.

Review Pabrik Gula

Bahkan kami pun harus skip beberapa adegan karena ya itu, penyelesaian dari Act 1 terus ke Act 2 dan Act 3 pun rasanya lemah banget. Rasanya tuh kaya makan mie ayam bangka setiap hari dan itu saja menu-nya. Jadinya ya bosan bukan?

Jika tidak ada gebrakan baru dari Simple Man mungkin ya bakalan banyak orang akan berpikir sudah saatnya stop Thread Horror Twitter lagi jadi sebuah film.

Sinematografi Grande

MD selalu saja punya gebrakan dari segi sinematografi dan musik scoring. Inilah yang jadi keunggulan yang sepatutnya bisa tutupi kelemahan terbesar Pabrik Gula. Meskipun menonton di Streaming, namun kualitasnya masih tetap sama seperti di bioskop. Hal tersebut jadi concern saya ketika menonton beberapa film yang sudah masuk ke Streaming.

Entah kenapa penurunan kualitas tidak ada sama sekali dan masih bertahan dengan kualitas yang buat kami setara dengan film luar negeri. Manoj Punjabi mungkin punya standar kualitas setara atau memang menjaga ini agar bisa tayang di MDTV.

Sebenarnya sih ini standar baru dari MD untuk hadirkan sensasi berbeda dari film mereka produksi. Satu sisi, juga bisa menutupi kelemahan dari cerita yang terlalu fabrikasi banget.

Akting Ya Begitulah

Entahlah Beny dan Arif Alfiansyah adalah dua orang yang berhasil bikin kita ngakak. Padahal ya, Ada Bukie, Erika Carlina dan masih banyak lagi. Tapi ya entah kenapa aktingnya kurang menggugah kita untuk nonton atau ikuti gitu lho. Jadi ya, mohon maaf akting belum maksimal karena balik lagi ceritanya kurang strong enough.

Kesimpulannya apa? Terlalu lemah dari segi cerita dan formula Sama oleh Simple Man bikin saya berpikir apa perlu Simple Man buat sesuatu yang lebih dari KKN Universe? Atau setidaknya some fresh diluar dari cerita yang sebenarnya sudah terlalu overused. Sori, Review Pabrik Gula kita kasih di angka 5/10!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...